Motivation & Inspiration

5 Cara untuk Membangkitkan Daya Tarik Diri (Pesona) dalam Lingkungan Kerja

INSPIRATION – MOTIVATION

Apa hubungan antara daya tarik diri atau pesona dengan lingkungan kerja, atau jika mau lebih ekstrim sedikit hubungan pesona dengan prestasi kerja.

Beberapa akan menjawab, tidak ada hubungannya, dan beberapa yang lain akan menjawab sangat erat hubungannya.

Dan yang lain mungkin akan menjawab, tergantung di mana atau di bidang apa yang bersangkutan bekerja.

Jika bidangnya tidak menuntut banyak interaksi antar sesama karyawan atau antar karyawan dengan klien, maka daya tarik diri tidak begitu dibutuhkan.

Namun jika bidang kerja sangat berhubungan dengan sekian banyak orang, baik internal maupun eksternal, maka pesona diri ini bisa saja sangat dibutuhkan.

Apalagi jika berhubungan dengan publik figur, tentu daya tarik diri menjadi sesuatu yang harus dimiliki dan diutamakan.

Yups…, memang benar semua jawaban diatas.

Ada beberapa bidang kerja yang sangat membutuhkan daya pesona yang tinggi, dan ada yang kurang membutuhkan.

Tetapi hakekatnya, daya tarik diri ini sangat dibutuhkan, apapun bentuk dan bidang kerjanya, selama yang bersangkutan berinteraksi dengan orang lain.



Untuk perusahaan yang bergerak dibidang pemasaran, seperti penjualan, distribusi, komunikasi, pelayanan, maka daya tarik diri ini sangat sangat dibutuhkan.

Apa sebenarnya daya tarik diri atau pesona itu ?

Mungkin ada definisi yang tepat, tetapi disini saya hanya akan mendefinisikan sesuai kebutuhan di bidang kerja saja.

Terutama bidang pemasaran.

Itu pun definisi secara praktis.

Daya tarik pribadi atau pesona adalah sesuatu yang membuat orang lain merasa nyaman untuk berada disekitar kita, berinteraksi dengan kita, dan sangat menghargai kita.

Dalam dunia kerja, daya tarik pribadi ini dibutuhkan, baik untuk berinteraksi dengan sesama rekan kerja, dengan atasan pun dengan bawahan kita, dalam artian yang positif dan profesional.

Ada beberapa orang yang dianugerahi Tuhan dengan kharisma yang dimiliki sejak lahir, artinya tidak dibentuk, tetapi ada dan terbentuk atau memang yang bersangkutan memiliki talenta disana.

Itu biasanya ada pada diri para pemimpin besar, coba perhatikan mereka Bung Karno, Tito, mereka orang-orang hebat dengan kharisma yang luar biasa.

Tapi kita juga tahu, bahwa tidak semua orang dianugerahi dengan kemampuan dan bakat seperti itu.

Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak memilikinya sejak lahir?.

Apakah mereka tidak berhak untuk untuk menjadi pemimpin?.

Tentu saja mereka berhak, semua berhak untuk menjadi pemimpin.

Itulah sebabnya, kita sering melihat, cukup banyak pelatihan tentang leadership yang di dalamnya juga mengajarkan cara-cara untuk membangkitkan daya pesona, daya tarik pribadi kita secara profesional.

Pada artikel kali ini, kita akan coba membahas mengenai daya tarik pribadi atau pesona yang dihubungkan dengan aktivitas kita di tempat kerja.

Tentunya dengan harapan untuk mendukung dan meningkatkan produktivitas kerja kita.

Sekarang coba kita lakukan test kecil pada diri kita, apakah kita juga mengalami masalah dalam hal daya tarik pribadi.

  • Seberapa sering Anda dilibatkan / terlibat dalam berbagai aktivitas sosial di kantor Anda?
  • Seberapa sering Anda dimintai pendapat dan saran dari lingkungan kerja Anda?
  • Atau bagaimana reaksi mereka ketika Anda memberikan saran dan pendapat Anda?, Apakah diperhatikan atau lebih sering terabaikan, meski tidak secara langsung?
  • Apakah atasan Anda tidak pernah meminta pendapat Anda untuk hal-hal non teknis yang bersifat umum?
  • Apakah bawahan Anda lebih sering bertanya ke orang lain untuk sesuatu yang Anda juga menguasainya?
  • Apakah karir Anda tidak mengalami kemajuan untuk waktu yang lama?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memang tidak baku untuk mampu memberikan analisa yang mendalam tentang kepribadian seseorang yang berhubungan dengan daya tarik.

Tetapi sudah cukup untuk memberikan gambaran tentang diri kita.

Jika jawaban Anda untuk semua pertanyaan diatas adalah “ya” dan “ya” semua, maka besar kemungkinan Anda tidak memiliki daya tarik pribadi yang cukup untuk membawa Anda terlibat aktif dalam lingkungan kerja Anda.

Mungkin Anda bertanya, Apa hubungannya dengan performance atau kinerja Anda?

Ada hubungannya.

Lingkungan yang demikian, pasti akan membuat interaksi Anda di lingkungan kerja terhambat, akan ada banyak ide-ide yang seharusnya bisa meluncur dari kepala Anda akan terhambat, diam dan pada akhirnya akan mati disana.

Kebiasaan tersebut jika berlangsung untuk waktu yang lama, juga akan mempengaruhi aktivitas profesional Anda.

Anda akan merasa jenggah, bosan, dan terbuang, serta sendiri.

Motivasi kerja akan menurun drastis, otak kanan akan tumpul sehingga daya kreativitas juga akan mandek dan berangsur hilang.

Sekarang, bagaimana caranya agar Anda memiliki daya tarik pribadi yang baik dan positif?

Berikut beberapa langkah hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun dan menciptakan daya tarik pribadi atau pesona diri, yaitu :

 

# 1 : Positive Mindset

Yakinkan pada diri Anda, pada pikiran Anda, untuk memiliki mindset yang positif, pandangan yang positif, untuk berbagai hal.

Positive mindset ini penting sekali, dengan pandangan yang positif untuk berbagai hal, Anda akan bisa melihat banyak hal dengan jernih, tidak dipenuhi syak wasangka yang negatif, apapun yang terjadi.

Akibatnya, ketika terjadi kondisi yang tidak Anda inginkan, kondisi yang kontra, Anda akan mampu berfikir dengan jernih, untuk melakukan tracking permasalahan, dan itupun dimulai dari diri Anda sendiri.

Dengan mampu berfikir jernih, Anda akan bisa menganalisa, kenapa kondisi tersebut terjadi, apa saja yang menjadi penyebabnya, baik dari lingkungan termasuk orang lain, dan yang paling utama yang dari diri Anda sendiri.

Mengapa Anda perlu melihat diri Anda sendiri?

Karena mengubah diri Anda jauh lebih mudah dari pada mengubah orang lain.

Kecuali Anda yang benar, dan orang lain yang salah.

Ini dalam kasus lingkungan tidak mendukung Anda, dan Anda ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang demikian.

Jadi mulailah dengan pikiran yang positif.

Analisa semua kejadian dengan pikiran yang jernih, perasaan yang tenang.

Temukan semua akar permasalahannya atau penyebabnya, dan mulailah untuk memperbaikinya.

 

# 2 : Senyum (Cheerful Looking / Smiling Face)

Berikutnya Anda harus belajar untuk selalu tersenyum, tersenyum yang Anda munculkan dari dalam diri Anda, dari dalam hati Anda, bukan yang dipaksakan, sehingga akan terlihat ketulusan senyum Anda.

Anda harus meyakini, banyak hal di lingkungan kerja Anda yang bisa Anda luruskan dengan lekukan kecil di bibir Anda, yang diikuti dengan ekspresi wajah yang tersenyum tulus.

Senyum yang tulus, plus grooming, (cheerful looking / smiling face) akan meningkatkan daya tarik Anda, dan hal ini dapat memperkuat hubungan Anda dengan orang-orang sekitar Anda atau relasi kerja Anda.

Senyum yang tulus juga akan menciptakan hubungan kerja yang positif, sehingga Anda akan lebih mampu mempengaruhi orang lain disekitar Anda dengan berbagai ide dan pandangan Anda.

 

# 3 : Confidence (Percaya Diri)

Percaya diri ini sangat penting untuk membangkitkan daya tarik diri Anda, tanpa rasa percaya diri yang cukup, pesona pribadi Anda tidak akan muncul.

Bawa rasa percaya diri Anda ke semua tempat aktivitas Anda, baik dilingkungan kerja (internal dan eksternal) maupun ke tempat Anda bersosialisasi.

Untuk mampu menciptakan rasa percaya diri, haruslah dimulai dengan kemampuan Anda menguasai materi yang berhubungan dengan aktivitas dimana Anda akan bergabung.

Tanpa penguasaan yang cukup, kemungkinan besar Anda akan merasa nervous atau grogi, khawatir tidak bisa mengikuti arah pembicaraan.

Bisa saja Anda bersikap seakan-akan Anda paham, seakan-akan Anda tahu (ini bisa terjadi pada orang yang over confidence), tetapi jika hal itu yang Anda lakukan, Anda sudah berbuat kesalahan, Anda bisa terjebak disana.

Selain menguasai materi, Anda juga perlu untuk menjadi orang yang peduli, yang memiliki empati terhadap lingkungan Anda dan menghargai orang-orang disekitar Anda.

 

# 4 : Sense of Humor

Rasa / selera humor ini perlu untuk dimiliki jika Anda ingin membangkitkan daya tarik pribadi Anda dilingkungan kerja secara profesional.

Rasa humor ini diperlukan agar aktivitas Anda tidak mati, tidak kaku, dan seringkali dibutuhkan sebagai ice breaker dari situasi yang monoton dan tegang.

Dengan memiliki sense of humor, interaksi bisa lebih dekat, lebih akrab, fleksibel dan mampu memunculkan ide dan gagasan baru yang seringkali tidak terpikirkan.

Humor yang baik, tentunya yang harus Anda ciptakan, humor yang memiliki tujuan.

Humor akan berhubungan dengan daya kreasi atau di generate dari otak kanan, dimana otak kanan ini akan lebih aktif ketika sering distimulasi dengan berbagai hal atau tantangan yang menuntut kreatifitas.

Jadi daya kreatif Anda, seringkali berhubungan dengan rasa humor Anda (bisa juga diterjemahkan sebagai kondisi yang rileks dan tenang).

Dalam menggunakan selera humor, sebaiknya Anda tidak melewati batas-batas tertentu, seperti tidak masuk dalam area pribadi orang lain.

Tidak masuk ke SARA atau hal-hal yang bisa memicu permasalahan yang berhubungan dengan SARA.

Tidak menyinggung orang lain, termasuk menggunakan kekurangan atau hal-hal pribadi orang lain, kecuali Anda benar-benar mengenal orang tersebut, itupun dalam lingkungan yang terbatas.

 

# 5 : Pengendalian Diri (Self Control)

Hal terakhir yang bisa Anda gunakan untuk membangkitkan daya tarik pribadi Anda adalah kemampuan Anda untuk mengendalikan diri Anda sendiri (self control).

Ini berhubungan dengan emosi, hasrat, keinginan, atau apapun yang Anda tunjukan secara berlebihan.

Membangkitkan daya tarik pribadi, adalah hal yang berbeda dengan mencari perhatian.

Anda tidak sedang mencari perhatian.

Anda sedang membangkitkan pesona diri yang positif dan profesional.

Daya tarik yang dibarengi dengan serangkaian kompetensi yang sesuai atau mumpuni di bidang Anda.

Anda hanya tidak mampu menunjukan sinar dari diri Anda sendiri.

Jadi kendalikan emosi Anda.

Kendalikan hasrat Anda.

Kendalikan ambisi Anda.

Yang perlu Anda lakukan adalah fokus dan totalitas dalam semua tugas kerja Anda.

Berikan performa terbaik, prestasi puncak Anda.

Dan buatlah performa yang mampu mengilhami orang-orang disekitar Anda.

Agar Anda, kita semua mampu membangkitkan daya tarik pribadi yang positif.

Baca juga :

 

Demikian ulasan kita mengenai 5 cara untuk membangkitkan daya tarik pribadi yang positif di lingkungan kerja.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat, dan silahkan tinggalkan komentar yang membangun yang berguna untuk kita semua.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Diinspirasi dari tulisan Bp. Mindiarto Djugoraharjo, Selling Therapist,  “Magnet”, Majalah Marketing – Selling & Distribution.

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini
Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.