Mengenal Brand Awareness, sebagai Elemen Ekuitas Merek dalam Bisnis Kecil Menengah

kesadaran-merek

BRAND EQUITY – BRAND BUILDING

Dalam dunia bisnis istilah Brand Equity (ekuitas merek) pasti sudah tidak asing, apalagi dalam dunia pemasaran, ekuitas merek menjadi salah satu goal yang terus menerus dikejar untuk ditingkatkan.

Untuk membangun merek hingga memiliki ekuitas yang tinggi, tentu diperlukan perjalanan yang panjang, bukan satu bulan dua bulan, atau satu tahun dua tahun, tetapi bisa bertahun-tahun.

Untuk membangun dan menciptakan ekuitas merek yang tinggi, maka perusahaan harus mulai dengan membangun elemen-elemen yang berhubungan dengan merek itu sendiri, diantaranya yang paling pokok adalah :

  • Brand awareness (kesadaraan merek)
  • Brand association( asosiasi merek)
  • Perceived quality (persepsi terhadap kualitas / kesan kualitas)
  • Brand loyalty (loyalitas merek)

Dalam artikel singkat ini, kita akan mencoba membahas mengenai brand awareness atau kesadaran merek, dalam kaitannya sebagai salah satu elemen pembentuk brand equity serta aplikasinya dalam perusahaan skala kecil dan menengah.

BRAND EQUITY (EKUITAS MEREK)

Sebelum masuk ke pembahasan inti tentang brand awareness, kita coba kulik sedikit tentang ekuitas merek itu sendiri, dan hubungannya dengan sebuah bisnis kecil maupun menengah.

Definisi umum dari merek atau brand adalah sebuah nama, tanda, simbol, disain, atau kombinasinya yang digunakan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari satu atau lebih penjual sehingga bisa dibedakan dengan barang dan jasa dari pesaing.

Ada banyak pengertian yang diberikan oleh para ahli pemasaran dari merek atau brand ini, seperti dari David A Aaker, William J Stanton dan yang cukup terkenal dari Philip Kotler, silahkan googling, banyak blog yang membahas tentang definisi merek ini.

Sedangkan definisi dari Ekuitas Merek atau Brand Equity adalah seperangkat aset atau elemen yang terkait dengan sebuah merek tertentu, dalam bentuk nama, simbol, logo atau yang lainnya yang mampu meningkatkan atau mengurangi nilai dati merek tersebut, baik bagi produsen maupun bagi konsumen.

Artinya sebuah merek bisa meningkatkan nilai bukan saja pemilik merek (produsen) tetapi juga konsumen yang mengkonsumsi produk dengan merek tersebut.

Nilai disini akan memiliki arti yang sangat luas, tergantung produk (barang atau jasa) serta semua elemen yang dimiliki oleh merek produk tersebut.

Disini arti penting dari mengapa sebuah produk harus memiliki merek yang memiliki ekuitas yang tinggi, karena sebuah merek bisa meningkatkan atau memberikan nilai tambah bagi pemilik merek (perusahaan) maupun konsumen selaku pengguna merek tersebut.

Contoh sederhananya begini, kita pernah makan di rumah makan umum, yang ada namanya (merek) atau tidak ada namanya.

Kemudian kita juga pernah makan di rumah makan yang cukup terkenal (resto), elit dan bonafid, (kata orang), juga dengan menu yang sama dengan yang di warung tadi.

Tapi saat kita ngobrol sama teman, lebih bangga mana, saat kita bercerita makan di warung biasa tadi, atau saat kita makan di resto yang mewah dan terkenal tersebut ?.

Contoh lainnya, Anda memiliki beberapa jam tangan, salah satunya dengan merek Tag Heurer atau Rolex.

Jam tangan mana yang akan Anda gunakan saat menghadiri acara formal yang cukup penting?, jam tangan yang biasa (dengan merek yang biasa) atau jam tangan yang dengan merek prestige tersebut?

Mengapa demikian?

Karena Anda akan lebih pede dengan sesuatu yang bisa meningkatkan value Anda, entah value dalam arti apa yang ingin Anda tanpilkan.

So, artinya penting bagi produsen untuk memiliki merek yang memiliki ekuitas yang tinggi, merek yang banyak diburu oleh konsumen, (karena memang salah satu elemen dari ekuitas merek adalah merek yang dikenal baik oleh konsumen, serta memiliki image dan asosiasi tertentu).

Ada banyak merek yang memiliki ekuitas yang sangat tinggi, seperti Coca Cola, yang konon memiliki value yang lebih besar dari aset phisik perusahaan tersebut.

Manfaat Ekuitas Merek Secara Umum

Jadi jelas, mengapa perusahaan wajib untuk membangun mereknya (brand building), yaitu agar merek perusahaan tersebut nantinya memiliki ekuitas yang tinggi, karena ada banyak manfaat dari brand equity ini, diantaranya adalah :

Bagi perusahaan, ekuitas merek akan menberikan nilai tambah (added value) dengan menguatkan atau meningkatkan :

  • Meningkatkan loyalitas pelanggan atau konsumen terhadap merek
  • Meningkatkan efektivitas berbagai program pemasaran dari merek tersebut
  • Meningkatkan efisiensi dengan menurunkan (reduce) berbagai biaya operasional yang berhubungan dengan merek tersebut, seperti :
    • Biaya mendapatkan pelanggan baru (customer acquisition)
    • Biaya pemeliharaan pelanggan (customer maintenance)
    • Biaya mempertahankan pelanggan (customer retention)
    • Biaya berbagai program distribusi dan pemasaran merek produk tersebut, seperti biaya pembukaan saluran distribusi baru, pembukaan area baru, biaya aktivasi outlet dan lain sebagainya.
  • Meningkatkan margin atau profit perusahaan, dengan kemampuan merek tersebut untuk menciptakan harga yang premium.
    • Membuat nilai merek produk lebih tinggi (dipersepsi lebih) dari harga yang harus dibayar oleh konsumen.
    • Membuat merek produk memberikan kepastian atau garansi akan kualitas produknya, sehingga konsumen bersedia membayar lebih tinggi dibanding produk yang sama dari kompetitor.
    • Produk dengan ekuitas merek yang tinggi, secara otomatis akan mudah untuk menciptakan brand value atau nilai merek yang tinggi juga.
  • Memberikan kemudahan bagi perusahaan atau merek induk (umbrella brand) untuk melakukan perluasan merek.
    • Merek yang sudah sangat kuat, akan memiliki trust yang sangat tinggi dimata konsumen dan pelanggan, sehingga saat membuat produk baru dengan merek yang sama atau merek turunannya, akan mudah untuk diterima pasar.
    • Contoh lifebuoy, yang cukup terkenal sebagai merek sabun mandi, kini membuat produk baru berupa shampo dengan merek yang sama.
  • Mampu meningkatkan volume dan value perdagangan.
    • Merek dengan ekuitas tinggi, akan mudah diterima pasar, artinya akan mudah bagi produk tersebut untuk masuk ke setiap saluran distribusi pemasaran, sehingga akan lebih banyak konsumen yang bisa di jangkau (area coverage besar akan meningkatkan jangkauan konsumen).
    • Dalam volume yang sama, produk dengan brand equity yang tinggi, akan mampu menciptakan sales value yang lebih besar, karena biaya promosi penjualan otomatis akan relatif turun.
  • Meningkatkan keunggulan kompetitif dari merek produk tersebut.
    • Jelas sekali, bahwa produk dengan brand equity yang tinggi akan memiliki keunggulan dalam persaingan di pasar, karena merek produk tersebut telah diterima oleh pasar, memiliki pelanggan yang loyal, dan lain sebagainya.

Bagi konsumen, end user atau pelanggan, merek produk yang memiliki ekuitas yang tinggi akan memberikan atau meningkatkan :

  • Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) akan meningkat, karena berbagai berbagai faktor yang melekat pada merek produk tersebut, seperti :
    • Garansi akan kualitas produk (barang atau jasa) yang sudah terbukti.
    • Berbagai asosiasi dan image yang melekat pada merek produk tersebut akan juga meningkatkan image dari konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut (menggunakan barang tersebut atau menikmati jasa dari produk tersebut).
      • Banyak konsumen yang bangga dan lebih pede dengan barang branded (branded biasanya akan memiliki ekuitas merek yang tinggi), seperti tas merek…, jam tangan merek…, dan lain-lain.
  • Merek akan memberikan berbagai informasi mengenai berbagai spesifikasi dari produk yang diusung, sehingga konsumen akan bisa langsung mengetahui dan mempercayai berbagai informasi yang dibutuhkan hanya dengan mengenal merek tersebut.

Manfaat Brand Equity bagi Usaha Kecil Menengah – UKM

Benefit yang bisa didapat oleh perusahaan skala kecil dan menengah – UKM terhadap ekuitas merek akan sama dengan yang kami uraikan di atas.

Hanya saja dalam skala yang lebih kecil, tetapi intinya perusahaan atau bisnis (UKM) akan mengalami banyak kemudahan dan berbagai aktivitas pemasarannya, dan bisnis akan meningkat cukup siginificant, jika perusahaan mampu meningkatkan ekuitas merek produknya.

Ada banyak usaha kecil menengah (UKM) yang memiliki produk dengan merek yang cukup tinggi ekuitasnya, sehingga berdampak pada skala usahannya.

Salah satu contoh adalah, begitu menjamurnya waralaba dari berbagai produk lokal baik jasa maupun yang berbentuk barang.

Ada kedai kopi yang di waralabakan, dimana kedai kopi tersebut telah memiliki ekuitas merek yang cukup tinggi, yang dibuktikan dengan kepercayaan konsumen terhadap merek kedai kopi tersebut.

Ada barang buatan lokal yang kemudian dengan berbagai aktivitas pemasarannya mampu meningkatkan berbagai elemenn dari merek tersebut, sehingga merek tersebut akhirnya memiliki ekuitas yang cukup tinggi.

BRAND AWARENESS (KESADARAN MEREK)

Apa yang dimaksud dengan Kesadaran Merek atau Brand Awareness?, 

Secara sederhana, kesadaran merek atau Brand Awareness adalah kesanggupan atau kemampuan calon pembeli / konsumen untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu (definisi dari Aaker – 1996 : 90).

Sedangkan peran dari brand awareness secara keseluruhan dalam brand equity (ekuitas merek) adalah kemampuan merek untuk membuat konsumen atau calon konsumen menginggat kembali atau mengenali sebuah merek saat akan akan melakukan sebuah aktivitas.

Sebuah aktivitas dari konsumen atau calon konsumen ada beragam, yang paling utama adalah saat akan mengambil keputusan pembelian, dimana konsumen sedang membutuhkan produk dalam kategori tertentu.

Produk yang diingat, besar kemungkinan adalah produk yang akan dibeli oleh konsumen tersebut.

Demikian juga dengan saat konsumen ditanya oleh konsumen yang lain, akan merek produk dalam kategori tertentu, maka merek produk yang berhasil di recall lah yang akan di sampaikan ke orang bertanya tersebut.

Termasuk saat konsumen memberi saran pembelian ke konsumen yang lain, tentu produk yang ada dalam kepalanya yang akan di sampaikan paling awal, dan besar kemungkinan merek produk tersebut yang akan dibeli oleh konsumen yang diberi saran tersebut.

Nah, dari sini saja sudah terlihat betapa pentingnya membangun dan menciptakan brand awareness atau kesadaran merek bagi sebuah produk.

Karena :

  • Konsumen akan membeli produk dengan merek produk yang diingat atau yang muncul dalam ingatannya.
  • Konsumen akan memberikan saran pembelian ke konsumen yang lain, merek produk yang juga ada dalam ingatannya (muncul dalam ingatannya).

Sebelum masuk ke tahapan bagaimana membangun brand awareness secara sederhana, (akan dibahas di artikel yang lain di blog ini), kita akan membahas beberapa tahapan dari kesadaran merek itu sendiri.

Piramida Brand Awareness

Diagram Piramida Brand Awareness

Dari diagram priramida brand awareness di atas, bisa kita lihat tahapan atau tingkatan dari kesadaran merek, yang dimulai dari tingkatan terendah yaitu belum mengenal merek sampai tingkat tertinggi, yaitu puncak pikiran.

Unware of Brand (Tidak Menyadari adanya Merek)

Merupakan tahapan atau tingkatan terendah dalam piramida brand awareness, di mana pada tahap ini merek belum dikenal oleh konsumen, atau konsumen tidak menyadari akan adanya sebuah merek dalam kategori produk tertentu.

Brand Recognition (Pengenalan / Pengakuan Merek)

Brand recognition atau tahapan pengenalan merek, dimana konsumen bisa mengenali sebuah merek dengan seketika setelah melihat produk tersebut, baik dalam bentuk visual, logo ataupun warna dominan merek (coloring brand) dari produk tersebut.

Tahapan ini dikenal juga sebagai aided recall, atau proses pengingatan kembali sebuah merek setelah diberikan bantuan secara penuh.

Tahap ini merupakan tingkatan minimal dari kesadaran merek.

Brand Recall (Mengingat Kembali akan sebuah Merek)

Pada tahapan brand recall, konsumen akan bisa mengingat nama sebuah merek ketika disebutkan kategori dari produk tersebut, dan diberikan sedikit bantuan, misal warna dasar, ciri tertentu, atau logo secara sekilas saja.

Ini artinya konsumen sudah menyimpan nama merek tersebut dalam ingatannya, atau memiliki memory tentang nama merek produk tersebut.

Sehingga saat konsumen tersebut hendak mencari produk dengan kategori tertentu, maka konsumen akan langsung ingat dengan merek tersebut.

Tahapan ini dikenal juga dengan nama unaided recall, atau proses pengingtatan kembali sebuah merek tanpa diberikan bantuan.

Top of Mind (Puncak Pikiran)

Ini adalah tahap akhir atau puncak dari brand awareness, dimana konsumen akan langsung menyebutkan nama sebuah merek begitu kategori produk dari merek tersebut terlintas di pikiran atau disebutkan.

Ini artinya nama merek dari produk tersebut telah menancap dengan kuat dalam benak pikiran konsumen tersebut, sehingga nama merek tersebut akan secara otomatis muncul untuk kategori produk tersebut.

Bahkan ketika tingkat awareness dari merek produk tersebut sangat tinggi, maka kategori produk bisa dikalahkan oleh name merek dari produk tersebut, sehingga terkesan nama merek tersebut merupakan kategori produk tersebut.

Contoh :


Salah satu cara untuk meningkatkan Kinerja Sales & Marketing Team adalah dengan Metrik dan Analisa Kinerja, yang terangkum dalam

Key Performance Indicator (KPI) & Reporting Standards

Kami menyediakan beberapa Sales & Marketing Tools dan Templates spt :

KPI - REPORTING STANDARDS - BUSINESS PRESENTATION - SOP - dll.


  • Aqua untuk kategori AMDK dan air mineral, padahal aqua merupakan merek AMDK yang mengandung mineral.
  • Kodak untuk kamera, padahal Kodak merupakan merek kamera (waktu itu).
  • Sanyo untuk water pump, seperti sebuah nama generik untuk pompa air.
  • Odol untuk pasta gigi, odol adalah merek pasta gigi pada masa itu.
  • Pampers untuk baby diaper, yang juga sebuah merek,. dst.

Brand Awareness dalam Usaha Kecil Menengah

Bagi perusahaan dalam skala besar, sudah pasti akan konsen dengan brand awareness ini, bagaimana dengan perusahaan yang masih dalam skala menengah atau yang masih kecil, apakah perlu untuk membangun kesadaran merek ini?

Jawabannya sangat perlu, mengapa?

Memang ada beberapa usaha kecil yang care terhadap merek ini, bagi mereka selama usaha sudah berjalan, merek tidaklah penting.

Memang, usaha bisa jalan saat kompetisi belum terbentuk atau masih kecil, tetapi saat bisnis dalam bidang tersebut mulai terlihat menghasilkan, maka akan segera bermunculan para pesaing untuk berebut.

Nah pada saat seperti itulah baru terasa, betapa penting untuk memiliki merek yang bisa membedakan produk sendiri dengan produk kompetitor.

Merek yang bisa menyakinkan konsumen, akan kualitas yang sesuai dengan klaim yang diberikan produk tersebut, tanpa panjang lebar menjelaskannya ke setiap konsumen yang datang.


Anda Salesman, Sales Supervisor, Sales Manager atau Business Owner ...

Membutuhkan Jasa Pelatihan dan Konsultasi dibidang Distribusi dan Pemasaran

Kami Menyediakan Program PELATIHAN dan KONSULTASI secara On-Line...!


Merek yang akan muncul pertama kali saat konsumen membutuhkan kategori produk tertentu sebagai solusi atas kebutuhan atau permasalahannya.

Tentu saja, seberapa luas merek produk tersebut harus dikenali oleh konsumen akan berhubungan dengan seberapa luas target market yang diincar oleh produk tersebut.

Kita sering melihat, konsumen berbondong bondong makan bakso di salah satu kedai bakso yang terkenal dengan bakso jumbo nya, sehingga saat konsumen ingin menikmati bakso ukuran besar tersebut, ingatan mereka akan ke kedai bakso tersebut.

Demikian juga dengan kedai bakso yang menyajikan bakso super pedas, yang memiliki nama tertentu, juga akan menjadi rujrukan konsumen yang ingin menikmati bakso pedas, saat merek bakso tersebut telah memiliki brand awareness ke target market mereka.

Hal ini juga berlaku dengan produk-produk yang lainnya, misal kopi yang dulu hapir generik, kini sudah sangat unik dan sangat bisa untuk diberi merek dan dikembangkan.

Bahkan gula dan beras yang merupakan produk masal, kini sudah memiliki merek yang membedakannya dengan produk yang lain, bahkan memiliki ciri khusus.

Jadi penting bagi perusahaan dalam skala kecil maupun menengah untuk memiliki merek dan mengembangkan merek tersebut agar dikenal oleh konsumen.

Bagaimana cara untuk membangun dan mengembangan kesadaran merek atau brand awareness ?.

Kita akan bahas di artikel yang lain dalam blog yang sama.

Baca juga :

Mengenal Kredibilitas Sebuah Merek (Brand Credibility)

Strategi Merek (Brand Strategy) dan Pengertiannya secara Umum

Demikian pembahasan seingkat kita mengenai brand awareness sebagai salah satu elemen dari brand equity secara umum dan untuk usaha kecil dan menengah.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog distribusi pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat, dan berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Octapix



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*