Definisi SMART Marketing Goal

smart goals

SMART GOALS – BUSINESS CONCEPT

Bagaimana perasaan kita saat sudah sampai pada tujuan?, apapun bentuk dari tujuan tersebut.

Sebaliknya, bagaimana kita akan bertindak saat kita tidak punya tujuan atau tujuan yang kita punya tidak jelas?

Yang pertama pastilah kita akan senang dan puas, sebaliknya yang kedua akan membuat kita bingung, karena berjalan tanpa arah, tanpa tujuan.

Hal yang sama juga berlaku dalam bisnis dan pemasaran.

Agar kita mudah melangkah, memiliki arah yang hendak dituju, kapan harus sampai, maka kita harus memiliki sebuah tujuan.

Biasanya kita namakan goal atau tujuan utama yang hendak kita capai, yang hendak kita tuju.

Sebuah tujuan biasanya kita bagi dalam beberapa tujuan kecil yang kita sebut sebagai objective.

Jika kita tidak memiliki tujuan yang jelas dan pasti, aktivitas dan pekerjaan bisa terasa seperti tidak pernah berakhir.

Tanpa tujuan, kita telah membuat diri kita sendiri merasa pekerjaan yang kita lakukan tidak pernah cukup.

Dan yang lebih buruk lagi, kita bisa memposisikan diri kita melakukan pekerjaan yang tidak benar-benar dibutuhkan atau tidak memiliki manfaat bagi bisnis kita.

Salah satu metode yang cukup baik untuk menyusun sebuah tujuan atau goal adalah metode SMART.

Definisi SMART adalah?

SMART merupakan akronim dari :

  • Specific (spesifik)
  • Measurable (terukur)
  • Attainable (dapat dicapai)
  • Relevant (sesuai, relevan)
  • Time-bound (batas waktu)

Akronim SMART ini adalah kerangka kerja yang memungkinkan kita untuk menulis tujuan utama atau goal yang bisa memberikan dampak yang lebih besar.

Saat kita menuliskan goal atau tujuan besar kita, haruslah dengan memikirkan masing-masing aspek ini,

Dengan begitu kita akan dapat mengukur seberapa jauh kita telah mencapai dan seberapa jauh lagi yang harus kita tempuh untuk sampai pada goal tersebut.

Saat kita telah sampai pada milestone pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, kita akan tahu bahwa kita telah berhasil mencapai sesuatu yang merupakan bagian dari tujuan utama (goal) kita.

Apa sebenarnya arti dari setiap aspek dari akronim SMART?

Kita akan mencoba membahas mengenai definisi dari setiap aspek dalam kerangka kerja SMART,

Agar lebih mudah, kita akan mendefinisikan seperti saat kita menyusun Goa atau Tujuan dalam Marketing Plan 

Kita bisa gunakan form atau template SMART Goal seperti dibawah ini.

Salah satu goal dalam Marketing Plan kita adalah “Meningkatkan Penjualan”

Definisi SMART Goals

#1 : Specific (Spesifik)

Penetapan tujuan utama (goal) sering kali dikaitkan dengan upaya untuk mencapai aspirasi tertinggi kita, dan seringkali upaya untuk mencapai aspirasi tersebut bisa terasa menakutkan.

Specificity atau kekhususan akan membantu kita menentukan jalan antara di mana kita berada dan di mana kita ingin berada.

“Meningkatkan penjualan”, itu sebuah goal yang terlalu luas, ambigu dan kurang spesisik.

Tujuan / goal tersebut akan menimbulkan banyak pertanyaan, seperti :

Apa definisi dari meningkatkan penjualan?,

Apa ukuran yang akan kita gunakan?, satuan rupiah atau dalam unit (volume, tonage, unit) ?

Bagaimana dengan penambahan sebesar satu unit, dua unit atau seratus unit?, apakah sudah bisa dikatakan ada kenaikan penjualan.

Jadi harus diperjelas, peningkatan penjualan sebesar sekian unit atau sekian rupiah atau sekian persen, tentukan juga satuannya.

Berikutnya jika kita bicara penjualan, tentu akan menyangkut jenis produk, kategori produk, segmen pasar, channel atau media, dan seterusnya.

Pertanyaanya akan menjadi, peningkatan penjualan sekian unit tersebut untuk kategori produk apa?, segmen pasar yang mana?, media atau channel apa?,  dan seterusnya.

Semakin banyak elemen atau faktor yang mempengaruhi penjualan, maka elemen atau faktor-faktor tersebut juga harus ditetapkan dengan jelas.

Karena penjualan naik seratus unit untuk kategori produk A, bisa jadi akan berbeda dengan penjualan naik seratus unit untuk kategori produk B.

Bisa berbeda di harga penjualan, harga pokok, margin yang tercipta dan biaya yang digunakan untuk mencapai peningkatan penjualan tersebut.

Artinya strategi yang nanti akan digunakan juga akan berbeda.

Ketika suatu tujuan tidak spesifik, tidak ada cara untuk mengetahui apakah tindakan yang kita lakukan akan membantu kita mencapai goal / tujuan tersebut.

Jika goal dari meningkatkan penjualan seratus unit tersebut adalah untuk kategori produk A, di segment pasar X, yang menggunakan saluran pemasaran MT,

Maka kita akan menyusun strategi pencapaian target penjualan atau peningkatan penjualan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Sasaran yang spesifik adalah tujuan yang memperjelas langkah yang harus diambil selanjutnya.

#2. Measurable (terukur)

Sebuah tujuan atau goal harus ada kriteria atau standar untuk mengukur progress pencapainnya.

Jika kita tidak memiliki standar atau kriteria khusus, kita tidak akan dapat menentukan, apakah kita sudah dekat dengan tujuan (goal) kita, masih jauh atau justru arah yang kita ambil melenceng jauh.

Ketika suatu tujuan dapat diukur, kita dapat dengan mudah melacak kemajuan kita.

Satuan ukuran ini biasanya dalam bentuk angka (kuantitas), jadi jika hasil yang diukur dalam bentuk kualitas, maka harus dikonversi kedalam kuantitas.

Beberapa pertanyaan berikut ini bisa membantu kita untuk menetakan standar pengukuruan goal kita, yaitu :

  • How many / how much? (berapa banyak)
  • How do I know if have reached  the goal? (bagaimana saya tahu, bahwa saya telah mencapai goal tersebut)
  • What is my indicator of progress? (apa indikator / kriteria dari progres / kemajuan saya)

Dalam kasus goal “meningkatkan penjualan”, harus dibuat spesifik seperti kategori produk apa, segmen pasar yang mana, menggunakan media atau saluran apa.

Kemudian tetapkan standar ukuran yang digunakan sebagai indikator keberhasilan dari tujuan (goal) tersebut.

Seperti meningkatkan penjualan kategori produk A sebesar 30%, di segmen pasar sasaran X melalui saluran MT, dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian yang kedua, meningkatkan penjualan kategori produk A sebesar 20%, di segmen pasar sasaran Y melalui saluran MT dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Disini kita asumsikan kategori produk A melayani segment pasar dengan target X dan Y, yang sama-sama menggunakan media atau saluran penjualan MT.

Atau tetapkan juga dalam satuan value / nilai atau rupiah dan satuan volume atau unit yang digunakan.

#3 : Achievable / Attainable (dapat dicapai)

Seringkali dalam membuat sebuah goal atau tujuan, kita menetapkannya jauh di atas jangkauan kita, dengan maksud agar kita (team) mau berusaha dengan lebih sungguh-sungguh.

Aspirasi yang besar memang mengagumkan, tetapi penting untuk menyeimbangkan tujuan jangka panjang dengan tujuan jangka pendek yang lebih dapat dicapai.

Menetapkan tujuan (goal) yang dapat dicapai adalah tentang melihat apa yang telah kita lakukan sejauh ini dan menyesuaikan tujuan (goal) kita agar realistis relatif terhadap tolok ukur tersebut.

Untuk mempertimbangkan poin dalam istilah yang lebih konkret, bisa kitapikirkan tentang tingkat pertumbuhan bisnis kita.

Jika perusahaan kita telah menjual produk 2% lebih banyak setiap bulan selama 12 bulan terakhir,

Kemudian kita menargetkan untuk menjual 15% lebih banyak produk bulan depan

Hal ini akan menjadi tujuan yang tidak realistis.

Ingatlah bahwa pertumbuhan 2% adalah status quo – jadi sasaran peregangan yang baik mungkin menjual 3 atau 4% lebih banyak produk bulan depan.

Menjual 4% lebih banyak produk masih akan menggandakan pertumbuhan bulan ke bulan kita.

Sasaran yang dapat dicapai (achievable / attainable) berguna karena membantu kita mempertahankan momentum.


Salah satu cara untuk meningkatkan Kinerja Sales & Marketing Team adalah dengan Metrik dan Analisa Kinerja, yang terangkum dalam

Key Performance Indicator (KPI) & Reporting Standards

Kami menyediakan beberapa Sales & Marketing Tools dan Templates spt :

KPI - REPORTING STANDARDS - BUSINESS PRESENTATION - SOP - dll.


Akan sangat mengecilkan hati untuk melewatkan target besar, sedangkan secara konsisten membuat keuntungan kecil akan mendorong kita untuk terus memberikan keberhasila.

Misalnya, untuk membuat tujuan contoh kita sedikit lebih dapat dicapai,kita akan memindahkan target dari 30% menjadi 20%.

Masih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, tetapi kita akan dapat merayakan pencapaian besar, dan menggunakan momentum keberhasilan pencapainnya kita.

Jadi kita harus pertimbangkan bagaimana pencapain kita sekian periode lalu, sehubungan dengan tujuan yang sedang kita tentukan, dan kita harus sesuaikan dengan rata-rata pencapain tersebut.

Pertanyaan yang bisa kita gunakan untuk ini adalah :

  • Apakah saya (team) memiliki kapasitas atau sumber daya untuk mencapai goal tersebut?, jika tidak bisa, apa yang salah?
  • Apakah sebelumnya kita pernah mencapai goal tersebut? atau setidaknya mendekati.

#4 : Realistic atau Relevant

Tujuan yang relevan atau realistik adalah tujuan yang akan membantu kita bergerak ke arah yang tepat, sesuai dengan yang kita inginkan.

Anda dapat mengalokasikan waktu kita untuk banyak aktivitas, pertanyaannya aktivitas mana yang benar-benar akan menbawa kita paling dekat dengan tujuan akhir (goal) kita?

Ini adalah jebakan umum untuk membuat kita merasa sudah produktif saat kita sibuk, bahkan jika tindakan kita tidak memberikan dampak yang berarti sekalipun.


Anda Salesman, Sales Supervisor, Sales Manager atau Business Owner ...

Membutuhkan Jasa Pelatihan dan Konsultasi dibidang Distribusi dan Pemasaran

Kami Menyediakan Program PELATIHAN dan KONSULTASI secara On-Line...!


Dalam contoh kita, meningkatkan penjualan kategori produk A sekian persen untuk segmen dan target pasar X melalui saluran MT tersebut apakah memang relevan dengan tujuan akhir yang kita inginkan (target jangka panjang).

#5 : Time Bound (terikat waktu)

Terakhir dari akronim SMART adalah terikat waktu (time bound), kita harus selalu bertujuan untuk mencapai tujuan kita dalam jangka waktu tertentu.

Menambahkan kerangka waktu tidak hanya akan memotivasi kita untuk mengambil langkah setiap hari menuju tujuan kita,

Tetapi juga memungkinkan kita untuk melacak seberapa banyak kemajuan yang telah kita buat terhadap tujuan kita versus waktu yang telah berlalu.

Berikut beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan aspek time bound :

  • Apakah pekerjaan kita ada deadline-nya?
  • Kapan kita harus mencapai tujuan / goal kita tersebut?

Baca juga :

Tiga Pilar Bisnis – Strategy Process Structure

Panduan Analisa dengan SWOT analysis dalam Pemasaran

Penutup

Demikian sedikit pemahasan kita mengenai SMART maketing goal, sebuah konsep untuk membuat sebuah goal atau tujuan yang smart.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Freepik



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*