Minimum Viable Products – Pengertian dan Pentingnya MVP

MVP

MARKETING STRATEGY – LAUNCHING PRODUCT

Familiar dengan insitilah MVP – minimum viabel product ini?

Apa Anda pernah melihat sebuah produk yang diluncurkan ke pasar, tapi dengan embel-embel versi beta?  (produk yang diluncurkan ke pasar dimana secara fungsi sudah terpenuhi tetapi masih perlu beberapa pengujian agar stabil dan terhindar dari banyak bug).

Atau sebuah produk phisik, yang berada di pasar tertentu, luasan tertentu atau cluster tertentu, dengan kemasan khusus, biasanya diproduk hanya dalam jumlah yang minimal, dengan tujuan untuk menguji produk tersebut di pasar sesungguhnya.

MVP atau minimum viabel product itu kurang lebihnya seperti itu.

Minimum Viable Product – MVP, adalah sebuah produk dengan beberapa fitur atau fungsi standar yang dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang diluncurkan dengan maksud untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen yang digunakan untuk pengembangan lebih lanjut.

Minimum viable product adalah suatu teknik untuk mengembangkan produk baru dengan cara meluncurkan atau memperkenalkan beberapa fitur dasar, tetapi harus cukup untuk menarik perhatian pasar terhadap produk dan fitur tersebut.

Produk akhir akan dirilis di pasaran setelah dikembangkan sesuai feed back yang cukup dari konsumen awal produk tersebut.

Jadi ini adalah versi awal dari sebuah produk yang masih perlu banyak pembenahan dan penyempurnaan sebelum nantinya benar-benar di-launching di pasar sasaran secara besar-besaran.

Secara umum, sebuah produk yang layak dengan minimum fitur atau MVP harus memenuhi beberapa hal berikut ini, yaitu :

  • Produk harus memiliki nilai yang cukup sehingga orang mau menggunakannya atau membelinya pada tingkat peluncuran awal ini.
  • Produk harus bisa menunjukkan manfaat masa depan yang cukup untuk bisa mempertahankan pengguna awal (early adopter) di pasar.
  • Produk harus memberikan umpan balik (feed back) sebagai panduan pengembangan produk di masa depan.

Jadi kunci penting dari teknik pengembangan MVP ini adalah mengasumsikan bahwa pengguna / konsumen awal ini mampu membayangkan bagaimana produk akhir ini nantinya.

Dengan konsumen awal ini mampu membayangkan produk akhir, maka konsumen awal akan mampu memberikan umpan balik yang sangat berharga.

Feed back dari konsumen awal dengan bayangan bentuk akhir, akan digunakan untuk memandu perusahaan melakukan pengembangan produk dimasa depan, sesuai keinginan konsumen.

Pengertian MVP

Minimum Viable Product - MVP
MVP – Minimum Viable Product

MVP merupakan versi paling dasar dengan basic function yang akan diluncurkan (launching) ke pasar sesungguhnya (real market).

Dengan memperkenalkan versi dasar tersebut, perusahaan ingin mengukur tanggapan pasar / konsumen dan pelanggan mereka atas produk tersebut.

Dengan teknik MVP ini akan memudahkan perusahaan dalam membuat produk akhir yang jauh lebih baik daripada versi peluncuran perdananya.

Dengan bantuan konsep ini, tim peneliti dan pemasaran akan mengetahui di mana kekurangan (kelemahan) produk dan apa saja kekuatan atau apa saja yang dianggap bermanfaat bagi konsumen (versi konsumen nyata / real market).

Sekali lagi konsep dasar dari produk kategori MVP ada tiga yang harus dipenuhi :

  • Pertama, MVP harus memiliki cukup fitur dan atribut (minimal) bagi pelanggan untuk bersedia membeli produk tersebut.
  • Kedua, MVP harus memiliki semacam mekanisme umpan balik (feedback), dimana pengguna dapat dengan mudah mengirimkan feed back tersebut.
  • Ketiga, MVP harus memiliki manfaat kedepan yang cukup bagi pengguna / pelanggan untuk bersedian menggunakan produk tersebut terlebih dahulu.

Banyak hal yang akan didapat perusahaan dengan menerapkan kosep MVP ini, diantaranya adalah :

  • Peluncuran produk di pasar dalam jangka waktu sesingkat mungkin.
  • Mengurangi biaya implementasi.
  • Uji permintaan produk di pasar sebelum merilis produk final yang lengkap.
  • Menghindari kegagalan dan kerugian modal yang besar.
  • Dapatkan wawasan berharga tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil untuk produk dan perusahaan secara keseluruhan.
  • Bekerja secara langsung dengan pelanggan dan menganalisis selera dan preferensi perilaku mereka.
  • Mengumpulkan dan meningkatkan basis pelanggan.

Meskipun konsep produk MVP mungkin tampak sederhana dan mudah dalam pendekatan keseluruhannya, tetapi beberapa perusahaan masih salah memahami keseluruhan gagasan dan pekerjaannya.

Dalam kasus produk yang sempurna, beberapa perusahaan kehilangan fokus mereka pada nilai inti dan tujuan dengan mencoba memasukkan setiap fitur dalam produk.

Akibatnya, produk tersebut penuh dengan fitur, hingga memiliki beban biaya hampir sama dengan final product-nya.

Atau justru sebaliknya, melakukan filtering fitur produk dengan berlebihan, bahkan fungsi utama juga ikut dikurangi.

Akibatnya, produk tersebut nyaris tidak memiliki fungsi dan tidak memiliki manfaat sama sekali, sehingga tidak ada alasan bagi pasar untuk mengkonsumsi dan mempertahankan produk tersebut.

Sangat penting untuk dipahami bahwa produk dengan serangkaian fitur dasar tidak berarti perusahaan dapat meluncurkan (launching) produk yang belum sempurna kepada pelanggan (pasar nyata).

Perusahan harus memberi pasar / konsumen / pelanggan produk yang layak  yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi dasar mereka, yang akan memungkinkan konsumen / pelanggan bisa menyelesaikan seluruh perjalanan untuk mencapai tujuan.

Berikutnya, perusahaan dapat secara bertahap menambahkan lebih banyak fitur ke dalamnya sebagai penyempurnaan dan perbaikan funsi mereka.

Perusahaan harus ingat prinsip utama dari konsep MVP, bahwa setiap fitur tambahan atau setiap rilis baru MVP, harus menawarkan solusi yang lebih baik kepada pelanggan, untuk memecahkan masalah mereka dengan lebih cepat, lebih mudah, lebih ekonomis, lebih baik dan seterusnya.

Tujuan Produk MVP

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tujuan utama dari minimum viable product – MVP  adalah untuk menyediakan produk yang berfungsi, dengan melayani fungsionalitas inti untuk sekumpulan pengguna.

Produk ini juga digunakan untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan dan untuk menunjukkan potensi bisnis kepada mereka.

Produk dengan minimal fungsi dasar (MVP) juga memberikan pengalaman  dan pembelajaran yang sangat berharga bagi perusahaan yang memungkinkan perusahaan mempelajari lebih lanjut tentag pengguna akhir dan target market yang hendak mereka masuki.

Hasil analisa dari pasar, juga digunakan sebagai kompas atau penunjuk arah, bagaimana produk akan dikembangkan di masa depan, sekaligus langkah-langkah yang harus diambile perusahaan.

Dan juga dimungkinkan, bahwa perusahaan harus memutar arah, jika hasil temuan di pasar atau umpan balik dari pasar menunjukan hal yang demikian.

Tahapan untuk Menciptakan Minimum Viable Product

Berikut adalah tahapan untuk menciptakan produk dengan minimum fungsi (minimum viable product), yaitu :

  • Identifikasi pasar dan pahami kebutuhan mereka secara keseluruhan
    • Tentukan tujuan jangka panjang dari produk tersebut dan catat poin-poin utamanya
    • Ada hal yang harus benar-benar dipahami, “Mengapa perusahaan melakukan proyek MVP tersebut?”
    • Identifikasi kriteria atau faktor apa saja yang menunjukan bahwa produk akan berhasil di pasar.
    • Demikian juga untuk kondisi sebaliknya, apa saja faktor-faktor yang bisa menunjukan tanda-tanda bahwa produk akan gagal di pasar nyata.
  • Temukan Peluang
    • Lakukan pemetaan perjalanan pelanggan (customer journey mapping)
      • Identifikasi pelanggan
      • Identifikasi tujuan akhir pelanggan
      • Identifikasi semua tindakan dan aktivitas yang harus dilakukan pelanggan untuk memenuhi atau mencapai tujuan akhir tersebut
    • Lakukan mapping / pemetaan untuk setiap aktivitas pelanggan (pain n gain)
      • Catat tindakan yang dilakukan pelanggan saat menggunakan produk
      • Catat poin yang menciptakan ketidak senangan (pain point)  untuk setiap tindakan
      • Catat setiap tindakan yang menimbulkan rasa suka dan memiliki manfaat maksimal (gain point) bagi pelanggan
    • Lakukan summarize atas semua data mapping baik yang tidak menyenangkan (pain point) maupun yang menyenangkan (gain point) dalam satu statement peluang (oppotunity statements)
  • Tentukan fitur-fitur penting yang harus ada untuk membangun MVP yang layak ada dipasar
    • Gunakan opotunity statement diatas untuk menyelesaikan fitur-fitur produk (mana yang harus ada, mana yang harus dibuang)
    • Lakukan breakdown atas berbagai fitur dan atribut yang harus disertakan sesuai product roadmap
    • Gunakan matriks skala prioritas untuk menentukan fitur dan atribut mana saja yang harus disertakan dan mana yang harus ditunda (tidak diikutkan terlebih dahulu)

Fitur dan Atribut yang Harus Disertakan

Menentukan semua fitur dan atribut yang harus disertakan dalam produk standar MVP memnag bukan hal yang mudah.

Ini bagaikan sedang meninmbang sesuatu yang harus pas, karena jika berlebih akan berakibat pada biaya dan jika kurang akan berakibat daya tarik produk yang kurang.

Harus dikembalikan kepada matriks skala prioritas yang sudah dibuat, dan kondisi minimal seperti apa yang pasar bersedia untuk menggunakan produk tersebut.

Jadi dikembalikan ke apa tujuan dan sasaran (objective dan goal) dari rencana peluncuran produk tersebut.

Seluruh team pengembang produk harus bekerja sama untuk membuat alur yang terperinci dari keseluruhan proses untuk mewakili MVP dan hanya memprioritaskan fitur utama dan vital saja yang diperlukan untuk membawa produk ke target market.

Fitur dan Atribut yang Harus Dihindari

Fitur dan atribut tambahan atak yang bersifat aksesoris


Salah satu cara untuk meningkatkan Kinerja Sales & Marketing Team adalah dengan Metrik dan Analisa Kinerja, yang terangkum dalam

Key Performance Indicator (KPI) & Reporting Standards

Kami menyediakan beberapa Sales & Marketing Tools dan Templates spt :

KPI - REPORTING STANDARDS - BUSINESS PRESENTATION - SOP - dll.


Fitur dan atribut yang bersifat tambahan atau aksesoris saja yang tidak memiliki dampak nyata pada fungsi utama atau tidak memberikan nilai tambah (value added) sama sekali harus dihindari.

Fitur ATM secara keseluruhan

Memang bisa jadi sebuah produk tercipta karena isnpirasi dari produk yang sudah terlebih dahulu ada di pasar yang kemudian di tiru dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki nilai lebih (value added) yang lebih besar bagi konsumen sasaran.

Tetapi tidak benar jika keseluruhan atau hampir keseluruhan fitur yang ada dari produk kompetitor tersebut dimasukan / diikut sertakan dalam produk MVP.

Perusahaan harus ingat konsep dasar peluncuran produk MVP,


Anda Salesman, Sales Supervisor, Sales Manager atau Business Owner ...

Membutuhkan Jasa Pelatihan dan Konsultasi dibidang Distribusi dan Pemasaran

Kami Menyediakan Program PELATIHAN dan KONSULTASI secara On-Line...!


Meski produk tersebut dikembangkan dengan konsep ATM, produk tersebut pasti memiliki sesutu yang akan dikembangkan pada waktu berikutnya.

Jadi pada saat ini, produk harus cukup dengan fitur dan atribut dengan fungsi utama saja.

Justru inilah kejelian dari para kreator dan pebisnis, melihat peluang dari produk yang ada dipasaran dengan membuang sesuatu yang ternyata tidak dianggap penting oleh konsuen, dan memaksimalkan sesuatu yang memang penting bagi fungsi dasar produk tersebut.

Memasukan fitur dan atribut seperti yang diminta pengguna awal secara sembrono

Meskipun feedback dari pengguna awal merupakan dasar untuk membentuk dan mengembangkan setiap tahap produk tetapi perusahaan masih tetap harus melakukannya dengan sangat hati-hati.

Menerapkan fitur dan perubahan yang diminta pengguna harus didasarkan pada penelitian dan analisis menyeluruh selama periode waktu tertentu.

baca juga :

Demikian pembahasan kita mengenai pengertian dari minimum viable product (produk dengan spesifikasi dasar) serta bagaimana tahapan untuk menyusun fitur dan atribut dari MVP tersebut.

Bagaimana dengan Anda?, apakah Anda juga melakukan hal yang sama dalam mengembangkan sebuah produk?

Berikan pendapat Anda di kolom komentar dibawah ini, dan terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Freepik



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*