Panduan Analisa dengan SWOT Analysis dalam Bisnis dan Pemasaran

Agus Octa

MARKETING STRATEGY – MANAGEMENT TOOLS

Analisis SWOT adalah alat bantu manajemen atau strategic planning yang digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi bisnis kita.

SWOT analysis adalah singkatan dari strengths, weaknesses, opportunities dan threats.

Dengan berfokus pada faktor-faktor utama yang mempengaruhi bisnis kita, kemudian mengorganisasi faktor-faktor tersebut dalam kelompok kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, pada saat sekarang dan di masa depan, maka SWOT analysis akan membantu kita untuk bisa memahami bisnis kita dengan lebih jelas.

Dimana saja bisnis tersebut memiliki keunggulan kompetitif dan masalah apa saja yang sedang dihadapi bisnis tersebut.

Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah faktor-faktor yang berasal dari internal perusahaan kita.

Faktor-faktor tersebut dapat kita kendalikan dan dapat kita rubah.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis atau faktor-faktor yang terjadi di luar perusahaan kita pada pasar yang lebih besar.

Kita dapat memanfaatkan peluang yang ada dan melindungi dari ancaman, tetapi kita tidak dapat mengubah faktor-faktor tersebut.

SWOT analysis disebut juga SWOT Matrix, pertama dikenalkan oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford, pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an, dengan menggunakan data dari perusahaan Fortune-5000

Pada artikel ini kita akan membahas mengenai :

  • Memahami SWOT Analysis
  • Cara melakukan analisa SWOT
  • Strengths (Kekuatan)
  • Weaknesses (Kelemahan)
  • Opportunities (Peluang)
  • Threats (Ancaman)
  • Analisis menjadi tindakan
  • Gunakan Real Data
  • Daftar periksa analisis SWOT (Checklist)

#1 : Memahami SWOT Analysis

Sebelum membahas lebih jauh mengenai analisa SWOT atau analisis SWOT ini, kita akan coba memahami apa itu SWOT Analysis.

Alat bantu manajemen (management tools)

Analisis SWOT (SWOT Analysis) adalah alat bantu manajemen (management tools) untuk membantu kita (manajemen) mengambil keputusan dan atau menyusun serangkaian strategi yang didasarkan pada analisa SWOT tersebut.

  • Analisa SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats dimana analisis SWOT ini  adalah cara yang terorganisir dan terstruktur untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta adanya peluang dan acamana dalam bisnis kita.
  • Kekuatan dan kelemahan adalah karakteristik internal bisnis kita.
    •  Misalnya, kekuatan kita mungkin termasuk produk kita yang unik atau reputasi yang baik.
    • Kelemahan kita mungkin pada kurangnya dana untuk pembiayaan.
  • Peluang dan ancaman merupakan faktor luar bisnis.
    • Misalnya, adanya teknologi baru seperti internet dan smartphone, atau regulasi baru, perubahan dalam persaingan, dan lain sebagainya.

Tools yang serbaguna

SWOT Analysis adalah tools serbaguna yang dapat kita gunakan untuk melakukan analisa dalam berbagai situasi.

  • Analisis SWOT (Analysis) adalah cara yang tepat untuk mulai menyusun rencana bisnis  (business plan) atau memperbarui marketing plan kita.
  • SWOT analysis adalah alat yang sangat mungkin kita butuhkan untuk membuat rencana strategis peningkatan financial / keuangan perusahaan kita.
  • SWOT analysis adalah alat yang bisa membantu kita dengan menunjukkan bagaimana kondisi bisnis dan pasar kita saat ini.
  • SWOT analysis juga bisa gunakan untuk melakukan proses rutin meninjau kinerja bisnis kita.
  • Kita juga dapat melakukan analisis SWOT yang lebih terfokus pada produk atau layanan yang kita tawarkan.

#2 : Cara Melakukan Analisa SWOT

Agar analisa SWOT bisa berjalan efektif dan memberikan hasil yang maksimal, maka perlu dipersiapkan dengan baik.

Keterlibatan pimpinan secara mendalam sangat penting, terutama para pimpinan puncak yang relevan dengan permasalahan yang akan dibahas.

SWOT analysis ini biasanya digunakan dalam proses perencanaan seperti business plan, marketing plan, operational plan dan lain sebagainya.

Karena bisnis terus bergerak, dan pasar senantiasa berubah, maka sebaiknya analisis SWOT ini ditinjau secara periodik, tiga bulan atau enam bulan, dan maksimal satu tahun sekali.

Berikut adalah tahapan cara melakukan analisa SWOT.

Pilih Peserta

Kita harus memutuskan siapa saja yang terlibat dalam proses analisa ini, perhatikan relevansi antara permasalahan yang dianalisa dengan bidang yang menjadi tanggungjawabnya.

  • Ada peserta kunci (key participant) seperti managing director (direktur pelaksana), operational director (direktur operasional), marketing director (direktur pemasaran) dan head of department (kepala departemen).
  • Beberapa karyawan dengan level tertentu yang terlibat langsung dengan permasalahan, hal ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan mendapatkan komitmen mereka pada proses tersebut.
  • Pertimbangkan juga untuk membawa masuk orang luar yang dapat dipercaya dan yang mengetahui bisnis dan pasar kita dari sisi yang berbeda (misalnya customer dan supplier).
  • Pertimbangkan juga untuk menggunakan jasa tenaga ahli seperti konsultan yang menguasai bidang tersebut.

Identifikasi secara Menyeluruh

Mulai dengan melakukan identifikasi permasalahan secara menyeluruh dari beberapa sudut (SWOT)

  • Minta setiap orang untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang mereka rasakan dari bisnis perusahaan (faktor-faktor internal).
  • Dan juga mengidentifikasi peluang atau ancaman apa pun yang menurut mereka dihadapi bisnis pada saat ini (faktor-faktor eksternal).
  • Dorong peserta untuk memberikan saran tanpa mencoba menilai betapa pentingnya masalah tersebut.
  • perhatikan untuk lebih berkonsentrasi terutama untuk proses identifikasi kelemahan dan ancaman (agak sulit).
  • Kita harus menyadari bahwa kurangnya kejujuran adalah masalah umum, dan mayoritas orang merasa lebih mudah untuk melakukan identifikasi kekuatan dan peluang, dibandingkan kelemahan, apalagi jika hal ini berhubungan dengan kinerja orang-orang kunci (termasuk manajer mereka).
  • Akan lebih mudah bagi kita untuk menggunakan daftar periksa kemungkinan / possible checklist untuk kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk mendapatkan saran lebih lanjut.

Kelola Ide yang Masuk

Mulailah untuk mengorganisasi ide-ide yang masuk.

  • Pisahkan ide menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
  • Mencatat semua saran dan memberikan skala prioritas berdasarkan tingkat kepentingan dan bobot resiko.
  • Buat ringkasan (summary) digital yang dapat dibagikan, ada banyak template untuk SWOT Analysis ini.
  • Gunakan catatan media seperti post-it atau kartu yang dapat disusun ulang, untuk memudahkan pengorganisasian ide terkait ke dalam kelompok.

Menilai Permasalahan

Menilai pentingnya masalah yang diidentifikasi;

  • Untuk membantu kita dalam melakukan analisis, gunakan data yang relevan dari bisnis kita sendiri dan bisnis serupa.
  • Jika sebelumnya sudah pernah melakukan analisis SWOT, harus dilakukan cek ulang atau perbaruan kesimpulan yang diambil dari analisa SWOTsaat ini.
    • Bisa jadi beberapa elemen sudah tidak relevan lagi, baik karena waktu / penerapan (misal penggunaan teknologi yang sebelumnya dianggap baru/terobosan, saat ini pasti hal yang biasa)
    • Atau bisa juga karena sudah diselesaikan (misal sasaran pembukaan area baru, saat ini sudah selesai dikerjakan, jadi bukan lagi opportunity)).
  • Lakukan penilaian, apakah kekuatan (atau kelemahan) kita memberikan keunggulan kompetitif (atau kerugian) yang signifikan.
    • Misalnya, program penelitian dan pengembangan yang kuat tidak ada gunanya kecuali kita memiliki sumber daya untuk melakukannya dan untuk mendapatkan hasil yang  maksimal.
  • Bisa jadi akan muncul beberapa faktor sebagai kekuatan dan kelemahan dimana pada periode sebelumnya hal tersebut tidak terjadi.

Action Plan

Buat rencana tindakan yang sederhana dan jelas (simple action plan);

  • Tidak ada gunanya melakukan analisa SWOT jika tidak menghasilkan tindakan.
  • Tentukan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan menghadapi ancaman.
    • Ini termasuk langkah-langkah yang harus diambil, personel yang terlibat, kerangka waktu dan anggaran.
  • Libatkan personel kunci dalam menyusun rencana tindakan untuk mendapatkan komitmen mereka.
  • Simpan analisis dan rencana tindakan untuk ditinjau sebelum membuat keputusan penting.

#3 : Strengths (Kekuatan) – SWOT Analysis

Analisa SWOT - Kekuatan

Untuk melakukan identifikasi kekuatan kita, biasanya lebih mudah dilakukan melalui diskusi berkelanjutan dengan pelanggan dan pemasok.

Keuangan yang sehat dapat memberi kita keunggulan dibandingkan pesaing kita

Faktor-faktor penting mungkin termasuk:

  • Arus kas (cashflow) positif;
  • Pertumbuhan penjualan (sales growth);
  • Tingkat profitabilitas yang tinggi;
  • Manajemen keuangan yang baik;
  • Pengendalian kredit yang baik;
  • Pengendalian bad debt dan nilai kredit macet yang kecil atau zero;
  • Neraca (balance sheets) yang kuat;
  • Akses ke kredit ekstensif yang baik;
  • Peringkat kredit yang kuat;
  • Hubungan yang baik dengan bank dan sumber pembiayaan lainnya.

Pemasaran mungkin menjadi kunci kesuksesan bisnis kita

Misalnya, bisnis kita mungkin memiliki beberapa faktor berikut ini :

  • Kepemimpinan pasar (market leader) dalam ceruk yang menguntungkan;
  • Reputasi yang baik (goodwill);
  • Nama merek yang kuat (brand equity);
  • Basis pelanggan (customer base) yang mapan dan kuat;
  • Rangkaian produk / portofolio product yang kuat;
  • Penggunaan media online yang efektif;
  • Penelitian dan pengembangan (RnD) yang efektif;
  • Penggunaan desain dan inovasi;
  • Tim penjualan yang terampil (skilled sales team);
  • Adanya layanan purna jual yang menyeluruh;
  • Hak kekayaan intelektual yang dilindungi, seperti desain terdaftar, produk yang dipatenkan, dll.

Keterampilan dan sistem manajemen dan personel dapat mendukung kesuksesan kita

Ini mungkin termasuk faktor-faktor seperti:

  • Kekuatan manajemen;
  • Sistem yang membuat kemampuan untuk membuat keputusan cepat;
  • Karyawan yang terampil sesuai standar kompetensi,
  • Proses rekrutmen yang baik (menghasilkan kandidat yang terampil),
  • Program pelatihan dan pengembangan yang efektif;
  • Kultur / budaya perusahaan yang penuh motivasi dan moral yang baik;
  • Sistem administrasi yang efisien dan cepat.

Kekuatan dalam produksi dapat mencakup tempat, pabrik, dan pemasok yang tepat

Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari:

  • Fasilitas produksi modern dan berbiaya rendah (low-cost production);
  • Memiliki kapasitas produksi cadangan;
  • Berada di lokasi yang startegis;
  • Proses pembelian / pengadaan barang yang efektif;
  • Hubungan baik dengan pemasok.

Perusahaan harus menyadari bahwa kekuatan tidak selalu seperti yang terlihat

  • Kekuatan juga bisa menjadi kelemahan.
    • Misalnya, market leader / pemimpin pasar seringkali terlena karena merasa besar sehingga mengabaikan berbagai perubahan yang ada dan cenderung birokratis, (pendatang baru lebih fleksible dan adaptive).
  • Kekuatan sering kali menyiratkan ancaman.
    • Misalnya, perusahaan memiliki staf penjualan / salesman yang top memang merupakan sebuah keunggulan, tetapi akan menjadi ancaman jika mereka berpindah ke kompetitor.

#4 : Weaknesses (Kelemahan) – SWOT Analysis

Analisa SWOT - Kelemahan

Yang sering terjadi adalah kelemahan perusahaan kita, meskipun sudah diketahui tetapi diabaikan.

Analisa SWOT harus menjadi titik awal untuk mengatasi kelemahan yang berdampak pada kinerja buruk dalam bisnis kita.

Manajemen keuangan yang buruk

Ini dapat mengakibatkan situasi di mana:

  • Tidak tersedia cukup dana untuk investasi di pabrik baru atau pengembangan produk;
  • Banyak aset dan jaminan pribadi, telah dijaminkan untuk pinjaman yang ada;
  • Pengendalian kredit yang buruk yang menyebabkan arus kas yang tidak lancar dan tidak dapat dapat diprediksi.

Kurangnya fokus pemasaran

Ini dapat menyebabkan:

  • Sikap tidak responsif terhadap kebutuhan pelanggan;
  • Portofolio / rangkaian produk yang terbatas atau ketinggalan zaman;
  • Situs web / portal perusahaan yang buruk (padahal merupakan salah satu jendela untuk akses publik ke perusahaan);
  • Penggunaan teknologi baru seperti pemasaran online yang buruk atau bahkan tidak ada sama sekali (medsos, ecommerce, marketplace);
  • Merasa sudah berhasil dan memiliki kepuasan diri yang berlebih sehingga gagal untuk berinovasi;
  • Hanya mengandalkan beberapa pelanggan utama saja, tidak pernah mengembangkan pasar, apalagi sampai ke akar rumput (grassroot adalah salah satu kunci keberhasilan distribusi dan pemasaran).

Kelemahan manajemen dan personel seringkali sulit dikenali tanpa melihat ke belakang

Contoh umumnya adalah:

  • Perusahaan gagal untuk mendelegasikan dan melatih penerus;
  • Perusahaan hanya memiliki beberapa tenaga ahli dan mereka adalah personel kunci, yang tidak memegang operasional secara keseluruhan;
  • Perusahaan enggan belajar atau menerima saran kontruktif dari luar (mengangap yang paling benar);
  • Terjadi turn over karyawan yang tinggi.

Produksi, bangunan, dan pabrik yang tidak efisien dapat merusak bisnis apa pun

Masalah tipikal yang terjadi meliputi:

  • Lokasi dan tempat yang buruk, tidak strategis sama sekali;
  • Berbagai perlengkapan dan peralatan yang sudah usang, yang mengakibtkan biaya produksi tinggi dan produktivitas menjadi rendah;
  • Perusahaan melakukan sewa jangka panjang yang mengikat bisnis ke tempat atau peralatan yang tidak sesuai (tidak bisa lagi melakukan perubahan);
  • Proses produksi yang tidak efektif dan tidak efisien (sebagaian karena hal-hal diatas).

#5 : Opportunities (Peluang) – SWOT Analysis

Analisa SWOT - Peluang

Perubahan eksternal bisa memberikan peluang bahwa bisnis yang dikelola dengan baik dapat memanfaatkannya menjadi sebuah keunggulan kompetitif.

Perubahan yang melibatkan organisasi dan individu yang secara langsung mempengaruhi bisnis perusahaan

Ini mungkin membuka kemungkinan yang sama sekali baru.

Sebagai contoh:

  • Terjadi kemerosotan kinerja pesaing atau kebangkrutan pesaing utama;
  • Perusahaan mengalami peningkatan akses ke pelanggan dan pasar baru yang potensial (bisa pasar yang baru atau perubahan pasar karena berbagai faktor seperti value migration);
  • Perusahaan berhasil meningkatkan penjualan ke pelanggan yang ada, atau prospek baru yang diperoleh melalui mereka atau atas referensi mereka;
  • Perusahaan mendapatkan pengembangan saluran distribusi baru karena eksternal faktor seperti adanya teknologi internet yang membuka platform media baru;
  • Pengaturan pasokan dari supplier yang lebih baik, seperti pasokan tepat waktu;
  • Perusahaan mendapatkan kesempatan untuk mengambil karyawan kunci dari pesaing;
  • Perusahaan mendapatkan pendukung keuangan yang tertarik untuk mendanai ekspansi.

Lingkungan bisnis yang lebih luas dapat berubah sesuai keinginan kita

Ini mungkin disebabkan oleh:

  • Perubahan politik, legislatif atau peraturan.
    • Misalnya, adanya perubahan undang-undang yang mewajibkan pelanggan untuk membeli suatu produk tertentu (contoh karena pandemi, semua orang diminta memiliki hand sanitizer dan masker).
  • Adanya perubahan tren ekonomi.
    • Misalnya, penurunan suku bunga mengurangi biaya modal.
  • Perkembangan sosial.
    • Misalnya, perubahan demografis atau perubahan kebutuhan konsumen yang menyebabkan peningkatan permintaan akan produk perusahaan.
  • Munculnya teknologi baru.
    • Misalnya, materi baru, proses, dan platform berbasis cloud.

#6 : Threats  (Ancaman) – SWOT Analysis

Analisa SWOT - Ancaman

Ancaman bisa kecil, bisa juga besar dan semuanya berpotensi menghancurkan bisnis kita.

Perubahan yang melibatkan organisasi dan individu yang secara langsung memengaruhi bisnis kita

Hal-hal berikut ini bisa berdampak luas.

Sebagai contoh:

  • Adanya produk kompetitif (dari pesaing) yang lebih baik atau munculnya pesaing baru;
  • Ketergantungan pada produk atau layanan lama untuk pendapatan yang besar;
  • Perusahaan kehilangan pelanggan secara signifikan atau beberapa pelanggan pareto;
  • Perusahaan terlalu bergantung pada satu distributor atau kelompok distributor, akibatnya tidak bisa bergerak (terdikte);
  • Kegagalan pemasok untuk memenuhi persyaratan kualitas;
  • Terjadi kenaikan harga yang significant dari pemasok;
  • Perusahaan kehilangan personel kunci;
  • Palfond kredit mengalami penurunan dan atau terjadi kenaikan biaya kredit;
  • Hasil review yang mengancam untuk menaikkan biaya, atau berakhirnya sewa (tanpa persiapan yang cukup);
  • Perusahaan melakukan pelanggaran sehingga memicu terjadinya tindakan hukum (misalnya dituntut oleh pelanggan).

Lingkungan bisnis yang lebih luas dapat berubah menjadi kerugian perusahaan

Ini mungkin hasil atau akibat dari:

  • Perubahan politik, legislatif atau regulasi.
    • Misalnya, peraturan baru yang meningkatkan biaya atau memerlukan desain ulang produk.
  • Perubahan tren ekonomi.
    • Misalnya, nilai tukar rupiah yang lebih rendah yang mengurangi pendapatan perusahaan penjualan export.
  • Terjasi perkembangan sosial.
    • Misalnya, tuntutan konsumen akan produk yang ‘ramah lingkungan’.
  • Munculnya teknologi baru.
    •  Misalnya, teknologi yang membuat produk kita ketinggalan zaman atau memberi keunggulan pada pesaing.

#7 :  Analisis Menjadi Tindakan

Hasil analisa SWOT – dan tindakan yang diperlukan – akan berbeda untuk setiap bisnis.

Sebuah bisnis yang sukses akan fokus untuk menangkap nicher / ceruk pasar dan menciptakan ‘barrier to entry’ untuk mengurangi tingkat persaingan.

Memanfaatkan peluang yang sesuai dengan kekuatan perusahaan

Analisis SWOT juga dapat menyarankan berbagai opsi strategis.

Sebagai contoh:

  • Perusahaan harus mengikuti strategi ekspansi secara agresif di mana peluang sesuai dengan kekuatan perusahaan kita;
  • Perusahaan atau bisnis harus berupaya untuk beralih dari area ancaman signifikan ke peluang yang lebih menjanjikan;
  • Perusahaan harus mencari berbagai cara dan fokus pada membalikkan kelemahan menjadi peluang yang signifikan;
  • Perusahaan harus mengambil tindakan defensif di area dimana ancaman cukup tinggi dan di area di mana perusahaan lemah.

Mengatasi kelemahan perusahaan kita

  • Putuskan kelemahan mana yang perlu ditangani terlebih dahulu, kelemahan lain tetap diperhatikan sampai perusahaan memiliki sumber daya yang memungkinkan untuk menciptakan solusinya.
  • Beberapa kelemahan bisa diubah menjadi kekuatan atau peluang.
    • Misalnya, saat perusahaan mengalami kekurangan kapasitas produksi, kita dapat mengubah menjadi nilai kelangkaan untuk produk kita (produk tertentu).
  • Beberapa kelemahan memiliki solusi yang jelas.
    • Misalnya, kelemahan finansial dapat diatasi dengan mengumpulkan dana lebih lanjut, dan kekurangan manajemen dengan merekrut personel baru.
  • Beberapa kelemahan membutuhkan waktu dan uang untuk mengatasinya.
    • Misalnya, perusahaan mungkin perlu memulai program perbaikan melalui pelatihan, dan pelatihan ini membutuhkan waktu dan dana.

Lindungi perusahaan dari ancaman

Sebagai contoh:

  • Perusahaan harus membangun hubungan baik (relationship) dengan pemasok dan pelanggan;
  • Perusahaan harus mempromosikan hubungan karyawan yang baik;
  • Perusahaan harus memastikan memiliki kontrak yang jelas dan wajar dengan pemasok, pelanggan, dan karyawan;
  • Perusahaan harus mengambil perlindungan asuransi terhadap potensi bencana yang nyata, seperti kejahatan dunia maya dan pencurian data;
  • Perusahaan wajib menyusun rencana darurat yang realistis untuk mengatasi kemungkinan krisis;
  • Perusahaan harus memperkenalkan jenis kontrak layanan yang tepat untuk personel kunci;
  • Perusahaan harus berinvestasi dalam perlindungan hukum untuk kekayaan intelektual perusahaan;
  • Manfaatkan suku bunga tetap rendah untuk memindahkan cerukan (overdraft) ke pinjaman jangka panjang.

#8 : Gunakan Real Data

Seringkali perusahaan melakukan analisis SWOT yang didasarkan pada asumsi-asumsi yang tidak realistis dan tidak berdasar data yang nyata (real data), dengan tujuan biar cepat dan efektif.

Bukan tidak boleh, tetapi akan sangat beresiko jika asumsi yang dibuat meleset jauh, artinya asumsi yang dibuat tetap harus berdasar,

Misalkan untuk membaca tren pasar, menggunakan pengalaman dari periode-periode sebelumnya.

Praktek terbaik tetap menggunakan keduannya, yaitu data yang menyeluruh tentang pasar untuk semua permasalahan yang sedang dihadapai.

Berdasarkan data-data tersebut baru dilakukan analisis yang mendalam dan berikan justifikasi dengan data yang relevan.

Pengalaman yang pernah didapat untuk sangat berguna saat melakukan justifikasi, terutama saat terjadi anomali.

Jangan lupa, melakukan komunikasi langsung atau melibatkan mereka yang terlibat langsung adalah cara yang terbaik untuk menggali data lapangan.

Selain itu kita harus bisa mendapatkan data dan tindakan yang dilakukan kompetitor kita, baik yang langsung maupun yang tidak langsung.

Lakukan analisa atas data dan berbagai kebijakan yang mereka ambil, hati-hati dengan beberapa faktor yang tidak terlihat penuh (seringkali perusahaan melakukan beberapa tindakan / strategi yang sulit untuk dibaca perusahaan lain).

Selain kita juga bisa membaca dan meneliti laporan perusahaan dan penelitian industri yang dilakukan oleh organisasi perdagangan terkait.

Terakhir, akan lebih baik jika perusahaan melakukan lebih banyak riset dan survey.

Misalnya, survei kepuasan pelanggan dapat membantu perusahaan mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan dan diiginkan pelanggan.

Jadi gunakan :

  • Data yang real
  • Data industri terkait dan kompetitor
  • Data dari riset dan survey

#9 : Daftar Periksa (Check List) SWOT Analysis

  • Pilih peserta utama atau peserta kunci yang akan memimpin proses analisa SWOT ini.
  • Libatkan karyawan dari semua area utama bisnis perusahaan kita dalam analisis SWOT ini.
  • Pertimbangkan untuk melibatkan pelanggan utama (pareto customer atau perwakilan), pemasok, atau pihak luar (seperti konsultan bisnis dan pemasaran) yang  dapat dipercaya, yang mengetahui pasar bisnis perusahaan dan dapat memberikan pandangan yang lebih obyektif dari sudut mereka.
  • Minta peserta untuk mengumpulkan dan meninjau informasi tentang sumber daya internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis.
  • Atur sesi curah pendapat (brainstorming) untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan kita serta peluang dan ancaman yang dihadapi.
  • Putuskan apakah perusahaan kita memiliki keterampilan dan objektivitas untuk memimpin sesi sendiri, atau apakah kita harus menggunakan fasilitator eksternal.
  • Doronglah suasana yang terbuka dan jujur, hindari menilai atau tidak setuju dengan saran; mencoba untuk menarik kelemahan dan ancaman.
  • Tinjau operasi internal seperti keuangan, pemasaran, produksi, manajemen, dan personel untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
  • Tinjau organisasi eksternal (misalnya pesaing, pelanggan, dan pemasok) serta lingkungan bisnis dan pasar untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman.
  • Jika tidak ada saran lebih lanjut, diskusikan ide-ide yang telah dimunculkan; menyetujui kekuatan utama, kelemahan, peluang dan ancaman.
  • Identifikasi informasi tambahan yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi analisis kita, jika perlu, lakukan riset pasar lebih lanjut.
  • Nilai signifikansi hasil perusahaan / bisnis kita identifikasi area di mana kita memiliki keuntungan atau kerugian kompetitif.
  • Buat rencana tindakan (action plan) untuk mengatasi kelemahan, memanfaatkan kekuatan dan peluang, serta menghadapi ancaman.
  • Gunakan analisis dan rencana tindakan sebagai alat review sebelum mengambil keputusan penting.

Baca juga :

Demikian pembahasan kita mengenai SWOT Analysis / Analisa SWOT, sebuah management tools yang sangat aplikatif yang jika digunakan dengan baik, akan banyak membantu perusahaan dalam mengambil keputusan dan penyusunan strategi bisnis dan pemasaran kita.

Kita sudah membahas bagaimana melakukan analisa dengan SWOT tools ini, tahapan demi tahapan termasuk daftar periksa atau cek list sebagai bagian akhir dari pembahasan ini.

Terima kasih sudah berkunjung di blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Freepik