Salesmanship #3 : Penampilan Diri dan Komunikasi Penjualan (untuk Salesman Pemula)

Penampilan-dan-Komunikasi-Penjualan

SALESMANSHIP – GENERAL

Aktivitas salesman atau sales executive sebagian besar akan dihabiskan di lapangan atau di pasar, sisanya di kantor untuk administrasi dan aktivitas pra penjualan.

Aktivitas di lapangan dimulai dari mencari calon pembeli potensial, mengunjungi calon pembeli atau pelanggan, memeriksa atau identifikasi kebutuhan mereka, melakukan penawaran atau presentasi penjualan, menutup penjualan dan melakukan beberapa aktivitas pasca penjualan.

Sebelum melakukan kunjungan ke calom pembeli maupun ke pelanggan, ada beberapa aktivitas yang harus disiapkan(cek ulang)  oleh seorang salesman, diantaranya adalah ;

  • Penampilan diri
  • Persiapan penjualan (sales tools kit, data calon konsumen / konsumen / pelanggan)
  • Persiapan komunikasi penjualan.
  • Pengetahuan produk yang hendak ditawarkan (plus produk kompetitor).

Kali ini kita akan membahas mengenai penampilan diri dan persiapan komunikasi penjualan, sisanya akan kita bahas di artikel berikutnya yang juga merupakan rangkaian dari basic salesmanship (tata cara penjualan bagi tenaga penjualan pemula).

PENTINGNYA PENAMPILAN DIRI DALAM PENJUALAN

Sebelum bisa menjual produk atau jasa, seorang salesman harus bisa menjual diri mereka sendiri terlebih dahulu, artinya seorang sales executive harus mampu membuat calon pembeli ataupun pelanggan yakin dan percaya kepadanya.

Secara umum, untuk bisa menjual diri mereka sendiri, maka penampilan diri mereka sebagai seorang sales xecutive sangatlah penting.

Dan biasanya kesan atau image dari sebuah produk (jasa), akan banyak dipengaruhi oleh penampilan dari sales executive tersebut, kecuali jika produk atau jasa tersebut telah memiliki brand yang kuat (brand awareness, brand credibility  dan brand equity yang tinggi).

Penampilan secara umum akan diwakili oleh kerapian diri salesman, kebersihan diri, dan kesegaran (tidak kuyu atau kusut seperti orang yang tidak bersemangat).

Kebersihan Diri

Kebersihan diri ini sangat penting, orang bisa hilang selera (ill feel) hanya karena faktor kebersihan, demikian juga dengan diri seorang salesman, calon konsumen ataupun pelanggan bisa ill feel jika salesman yang datang tidak bersih, dekil dan jorok.



Kebersihan Badan

Kebersihan diri ini akan menyangkut kebersihan badan kita pakaian yang kita kenakan, dan semua atribut yang melekat di diri kita, seperti tas, sales tool dan lain sebagainya.

Kebersihan diri kita, dimulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk kebersihan gigi dan mulut sampai kebersihan tangan, jari dan kuku kita (bayangin kalau kita presentasi dengan jari jemari yang kotor dan kuku- kuku yang hitam).

Mandi secara teratur dan perawatan yang rutin adalah cara terbaik untuk menjaga kebersihan badan kita.

Kebersihan Pakaian

Kebersihan pakaian kita juga sangat mempengaruhi penampilan kita, kita akan terlihat dekil manakala pakaian yang kita kenakan kotor dan kusut.

Pakaian disini termasuk atribut dari pakaian itu sendiri, seperti topi, scarf, jaket atau benda lain yang melekat di pakaian kita.

Jadi gunakan pakaian yang bersih, jangan pakai dua kali, dan pastikan sudah diseterika dengan rapi.

Kebersihan Perlengkapan Diri Yang Lain

Selain pakaian tentu saja kita juga mengenakan perlengkapan yang lain seperti sepatu dan topi, selain itu kita seringkali juga membawa perlengkapan yang lain seperti tas atau sales tools kit.

Baik sepatu, topi, tas maupun sales tools kit haruslah dijaga kebersihannya dengan cara masing-masing, agar tidak kotor dan dekil saat dibawa berkunjung ke konsumen dan pelanggan.

Kerapian Diri

Setelah kita bisa menciptakan kebersihan diri, berikutnya kita harus mampu menampilkan kerapian diri kita sebelum ke lapangan atau berkunjung ke konsumen atau pelanggan kita.

Kerapian ini menyangkut tata cara kita dalam berpakaian, seperti :

  • Bagaimana cara kita berpakaian, apakah pakaian kita harus dimasukan, atau memang harus dibiarkan keluar, termasuk jenis, type dan model pakaian yg digunakan (jika tidak mengenakan uniform), kesesuaian antara atasan dengan bawahan juga harus kita perhatikan.
  • Bagaimana dengan kancing baju kita, saku baju, dasi jika memang harus mengenakan dasi, aksesoris yang menenpel dibaju kita dan lain sebagainya.
  • Potongan rambut, rambut memang sangat sepele, tetapi jika tidak kita perhatikan maka rmbut akan tampak awut-awutan, tentu saja hal ini tidak disarankan, apalagi jika di model yang aneh-aneh yang tidak sesuai dengan jenis pekerjaan kita, untuk pria juga harus diperhatikan kumis dan jengotnya.
  • Make up, untuk perempuan hal ini sangat penting, sales executive perempuan wajib mengenakan make up, tapi tidak boleh berlebihan, cukup yang semestinya saja, terkecuali untuk retail sales executive dengan produk khusus seperti kosmetika atau parfume.
  • Perhiasan, mengenakan perhiasan tidak dilarang, apalagi untuk wanita, tetapi janganlah berlebihan, jangan sampai seperti toko berjalan, tapi kenakan seperlunya saja, seperti arloji dan cincin untuk pria, dan ditambah anting untuk wanita, dan bisa ditambah gelang khusus jika memang harus.
  • Sepatu, gunakan sepatu yang sesuai, jika tidak mengenakan sepatu formal, maka gunakan yang sesuai dengan bidang kerja kita, misal untuk salesman alat-alat olah raga atau fashion biasanya kita menggunakan sepatu sport, yang penting sepatu harus bersih da disemir untuk yang kulit.

Kesegaran

Kesegaran adalah bagian dari penampilan diri setelah kebersihan dan kerapian, artinya kesegaran ini bersifat melengkapi dan menyempurnakan penampilan kita.

Kesegaran yang tepat akan mendukung penampilan kita lebih baik, menambah spirit dan rasa percaya diri kita, dan mampu menarik konsumen atau pelanggan untuk beriteraksi dengan kita.

Kesegaran dimulai dengan pemakaian alat kebersihan yang tepat, pemakaian parfum atau deodorant yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan waktu dan tempat.

KOMUNIKASI PENJUALAN

Komunikasi merupakan bagian terpenting dari proses penjualan, artinya aktivitas terpenting dari seorang salesman adalah melakukan komunikasi.

Aktivitas komunikasi sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum tenaga sales force ke lapangan, yaitu dimulai dari merek produk tersebut, seperti aktivitas iklan (advertising), aktivitas merchandising dan berbagai aktivitas visual komunikasi lainnya.

Komunikasi dalam penjualan, merupakan salah satu aktivitas komunikasi pemasaran juga, selain bagian dari proses penjualan.

Komunikasi dalam penjualan atau bisa kita sebut komunikasi penjualan saja, adalah aktivitas salesman untuk menawarkan produk (barang dan atau jasa) kepada calon kosumen, konsumen maupun para pelanggan.

Sebelum masuk ke inti komunikasi penjualan, maka kita sebagai tenaga penjual telah melakukan komunikasi dengan diri kita dan atribut kita, itulah sebabnya penampilan diri merupakan bagian dari komunikasi penjualan.

Inti komunikasi penjulan dimulai dari proses mencari kebutuhan atau keinginan klien, penawaran atau presentasi penjualan, penutupan penjualan dan diakhiri dengan aktivitas pasca penjualan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas komunikasi penjualan secara umum atau secara keseluruhan, sedangkan materi presentasi penjualan (sales presentation), penutupan penjualan (sales closing) dan pelayanan pasca penjualan (after sales service) masing-masing akan kita bahas tersendiri di artikel berikutnya.

Kunci utama dari sebuah komunikasi, secara umum adalah :

  • Bagaimana kita terampil mendengarkan secara efektif
  • Bagaimana kita terampil berbicara secara efektif

Ketrampilan Mendengarkan secara Efektif

Ada pepatah yang mengatakan, kita diberi dua telinga dan satu mulut, agar kita mendengarkan dua kali sebelum kita berbicara, artinya dalam berkomunikasi hendaknya kita menggunakan kemampuan mendengar kita sebaik mungkin.

Kenapa demikian, karena komunikasi ini akan identik dengan berbicara atau menyampaikan sesuatu, yang berarti kita akan lebih banyak berbicara, karena memang ingin menyampaikan sesuatu.

Namun tidak demikian hakeket dari komunikasi ini, karena komunikasi ini harus berjalan dua arah, yaitu dari dan ke target audien.

Dan agar kita tidak salah dalam berkomunikasi atau menyampaikan sesuatu, maka kita harus terlebih dahulu mendengarkan, yaitu mendengarkan apa yang sebenarnya audience butuhkan, inginkan dan harapkan.

Dengan demikian maka kita akan bisa menyampaikan dengan tepat, bisa mengkomunikasikan dengan tepat apa yang harus dideliver ke target.

Untuk bisa terampil dalam mendegarkan secara efektif, maka kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu :

  • Fokus dan perhatikan dengan seksama, dengan fokus dan memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan klien, maka kita akan bis mengetahui apa yang diinginkan dan diharapkan oleh klien tersebut.
  • Sabar dan sabar, saat klien, konsumen atau pelanggan menyampaikan keluhan mereka, dan seringkali berisi sesuatu yang berbeda dengan pendapat kita atau kebijakan perusahaan, dan biasanya kita akan bereaksi negatif, baik hanya sekedar menunjukan ekspresi tidak suka, sampai memberikan bantahan. Meski kita benar adanya, namun seyogyanya kita tidak melakukan hal tersebut. Sebaiknya kita mendengarkan dengan sabar, agar kita bisa memahami apa yang terjadi sebenarnya.
  • Jauhkan gangguan, saat kita berkomunikasi dengan klien, apalagi saat klien sedang berbicara, sebaiknya kita menjauhkan segala hal yang berpotensi mengganggu, seperti bunyi dering telpon, akan baik kalau kita silent sebelum komunikasi berlangsung.
  • Buat catatan penting atau ringkasan, saat kita mendengarkan, sebaiknya kita menyiapkan buku catatan, untuk mencatat dan membuat rangkuman, dengan demikian kita tidak kehilangan point-point utama dari yang disampaikan oleh klien.

Ketrampilan Berbicara secara Efektif

Dalam melakukan komunikasi penjualan, penggunaan dan pemilihan kata-kata yang tepat, penyusunan dan rangkaian yang membentuk kalimat, atau biasa disebut sales script sangatlah penting.

Produk yang memiliki fungsi sama, dengan merek dan harga yang sama pula, akan berbeda dalam penjualan jika dikomunikasikan dengan cara yang berbeda atau menggunakan pemilihan kata-kata yang berbeda.

Dan agar kita bisa memiliki pilihan kata-kata yang tepat, mampu merangkai menjadi kalimat yang menarik, maka perbendaharaan kata dan model kalimat kita haruslah banyak, harus kaya.

Cara termudah untuk memiliki perbendaharaan kata, frasa dan kalimat yang menjual, bisa didapatkan dengan banyak membaca topik yang relevan dengan bidang / produk yang kita jual.

Selain banyak  membaca, kita bisa mengikuti forum dan banyak berdiskusi atau mengikuti  berbagai seminar dibidang yang sesuai dengan produk kita.

Sedangkan agar apa yang kita komunikasikan berhasil dengan baik, maka kita harus menguasai teknik komunikasi yang efektif yang meningkatkan penjualan, yaitu :

  • Clarity (Kejelasan), artinya bahwa komunikasi kita harus jelas dan lawan bicara harus dipastikan telah memahami pesan yang kita sampaikan.
  • Conciseness (Ringkas), artinya dalam berkomuinikasi kita perlu menyampaikan pesan dengan cara yang seringkas / sesingkat mungkin, namun tetap harus menjaga kejelasan pesan.
  • Completeness (Lengkap), artinya pesan komunikasi haruslah lengkap, tidak boleh ada yang tertinggal, agar tidak terjadi kesalahan komunikasi (kesalah pahaman) karena ada bagian yang tidak tersampaikan dengan benar.
  • Concreteness (Konkrit), artinya pesan komunikasi haruslah spesifik, nyata, dan benar adanya, bukan sebuah opini atau ilusi yang belum jelas.
  • Corectness (Teliti), hampir sama dengan lengkap (completeness), tetapi disini isi  pesan komunikasi haruslah mengacu kepada kebenaran dari tiap materi dan atribut pesan, misal penyebutan nama, gelar, alamat, nama perusahaan, nama produk, spesifikasi produk, tanggal kirim, diskon, garansi dan lain-lain yang harus disebutkan dengan teliti dan benar.
  • Consideration (Pertimbangan), artinya dalam berkomunikasi kita tidak boleh hanya mementingkan satu sisi saja, jadi kita juga harus mencoba jika kita berada pada posisi yang di ajak berkomunikasi, agar tercapai suatu kesimbangan.
  • Courtesy (Kesopanan), artinya dalam berkomunikasi, bagaimanapun harus tetap dibalut dalam etika dan kesopanan dengan tidak meninggalkan profesionalisme kita.

Demikian pembahasan kita mengenai salesmanship #2, tentang penampilan diri dan komunkaisi penjualan untuk salesman pemula.

Terimakasih atas kunjungan Anda di Blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat dan jangan lupa meninggalkan komentar positif yang membangun.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Freestock

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*