Selling Skills : Persuasion Skills, Ketrampilan Persuasi untuk Mempengaruhi Konsumen

Agus Octa

PERSUASION SKILLS

Persuasion skills adalah adalah ketrampilan yang penting bagi sales persorn, atau siapappun yang dalam aktivitasnya akan bertemu dengan orang lain.

Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, menyajikan argumen yang efektif dan mendorong orang lain untuk bertindak adalah modal utama yang sangat berharga bagi tenaga penjualan, baik dilapangan maupun di tempat kerja lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai salah satu selling skills yang sangat penting, persuasion skills, yaitu :

  • Apa yang dimaksud Persuasion Skills
  • Tips untuk menggunakan Persuasion Skills
    • Fokus pada kepercayaan
    • Samakan frekuensi
    • Gunakan data dan fakta
    • Waktu dan tempat yang tepat
    • Gunakan metode framming
    • Gunakan kata ‘kita’ atau ‘kami’
    • Ciptakan kelangkaan dan urgensi
    • Metode ‘ikut arus’ atau ‘kawanan’
    • Jadilah spesifik dan percaya diri
    • Benefit yang bisa didapatkan

Apa Yang Dimaksud Persuasion Skills

persuasion-artinya, persuasioan-skills

Persuasion artinya adalah proses untuk meyakinkan orang lain untuk melakukan suatu tindakan atau menyetujui suatu gagasan.

Secara umum, persuasi digunakan untuk menawarkan produk, menjual produk, merekrut anggota tim, menyebarkan sebuah gagasan, mengajak melakukan suatu tindakan dan berbagai hal untuk meningkatkan produktivitas.

Siapapun yang memiliki keterampilan persuasi yang kuat dapat mempengaruhi orang lain untuk bertindak dan bekerja lebih baik, (meski bisa juga untuk hal-hal yang bersifat negatif).

Seorang sales leader yang persuasif, akan mampu mempercepat dan memfasilitasi team mereka dalam pengambilan keputusan.

Ketika digunakan dengan baik, persuasi adalah soft skill berharga yang dapat memiliki dampak signifikan di tempat kerja mana pun.

Tips Untuk Menggunakan Persuasion Skills

persuasion-artinya-adalah

Untuk bisa berhasil menerapkan keterampilan persuasi yang mumpuni, dibutuhkan waktu, energi dan latihan yang cukup, ketrampilan ini tidak bisa dipelajari secara instant.

Beberapa orang secara alami persuasif dan dapat dengan mudah mengarahkan strategi atau percakapan ke arah yang mereka inginkan.

Tetapi beberapa yang lain menemukan kesulitan untuk bisa sekedar menyampaikan apa yang ada dalam pikiran mereka, aplagi untuk mempengaruhi orang lain.

Berikut adalah sejumlah teknik dan tips  yang dapat kita terapkan untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan persuasi  secara efektif:

#1 : Fokus Pada Kepercayaan

Membangun kepercayaan adalah salah satu elemen terpenting dari sebuah komunikasi, termasuk percakapan persuasif.

Jika kita meminta orang lain untuk melakukan sesuatu yang mereka belum terlalu paham, hanya ada satu hal yang bisa membuat mereka bertindak, yaitu kepercayaan.

Untuk membangun kepercayaan, kita perlu mempertahankan reputasi yang baik di tempat kerja kita atau dilingkungan kita dan bersedia untuk melayani.

Salah satunya adalah dengan menunjukkan bahwa kita tidak mementingkan diri sendiri dan bersedia membantu orang lain, hal ini akan menciptakan simpati dan trust dari orang lain dan lingkungan kita.

Disini dapat kita simpulkan, persuasion artinya bagaimana mendapatkan trust atau kepercayaan dari orang lain.

#2 : Samakan Frekuensi

Sudah jamak jika seseorang akan nyaman ketika berbicara dengan orang lain yang memiliki kesamaan, baik daerah, pekerjaan, hobi,  atau minat yang sama.

Itulah sebabnya, berada dan berbicara dalam sebuah komunitas akan terasa sangat akarab dan nyaman sekali.

Karena komunitas, secara umum terbentuk karena adanya beberapa kesamaan, apakah itu berupa tujuan, aktivitas atau hal lainnya.

Jadi jika kita ingin didengar oleh orang lain yang kita ajak bicara, maka kita harus berada dalam frekuensi yang sama dengan orang tersebut.

Salah satunya dengan cara menemukan minat yang sama dengan orang lain tersebut.

Karena saat kita memulai percakapan atau presentasi persuasif, penting bagi kita untuk menemukan titik temu antara diri kita dan pendengar kita.

Artinya jika berada diantara orang-orang dengan minat atau tujuan yang sama, maka apa yang kita sampaikan akan lebih mudah mereka terima.

Dengan kata lain, persuasion artinya menyamakan frekuensi kita dengan orang lain.

#3 : Gunakan Data dan Fakta

Cara terbaik untuk membujuk seseorang, adalah dengan menyajikan data yang tak terbantahkan yang menunjukkan betapa setuju dengan kita akan menguntungkan mereka.

Data yang kita tunjukkan haruslah merupakan faktu yang diakui oleh banyak orang atau yang sudah bersifat umum.

Kita sedang menawarkan satu set break system kepada pelanggan kita, setelah memeriksa sistem pengereman kemudian kita tunjukkan kondisi alat pengereman tersebut termasuk ban.

Setelah itu kita tunjukkan data standar dari ban yang aman seperti apa, standar alat pengereman yang aman seperti apa.

Dengan cara ini pelanggan akan jauh lebih mudah menerima saran yang kita berikan dibandingkan jika kita hanya menyampaikan bahwa rem dan ban tersebut harus diganti.

#4 : Waktu dan Tempat yang Tepat

Salah satu cara terbaik melakukan percakapan persuasif yang sukses adalah memilih waktu dan tempat yang tepat.

Kita bisa memilih lokasi di mana pendengar mereka yang kita ajak bicara merasa nyaman dan tenang, tidak banyak gangguan yang bisa memecah fokus mereka.

Kita bisa memilih di kantor kita, di kantor mereka, di kafe kopi terdekat atau bahkan di rumah kita jika itu memungkinkan.

Kita juga bisa memilih waktu yang tepat, dimana mereka longgar, lebih santai dan tidak terburu-buru, seperti pada awal minggu atau saat istirahat makan siang yang panjang.

Cara terbaik dalam memilih waktu dan tempat adalah dengan meminta mereka untuk memilih tempat dan waktunya.

Bisa juga dengan memberi penawaran atau saran tempat dan waktu yang menurut kita cukup ideal, jika mereka tampak ragu atau masih bingung untuk memilih.

Ohh, ternyata persuasion artinya mendapatkan tempat dan waktu yang tepat saat berbicara dengan orang lain juga.

#5: Gunakan Metode Framming (Pembingkaian)

Framming adalah menggambarkan atau menjelaskan sesuatu dengan hati-hati sedemikian rupa sehingga mempengaruhi bagaimana penerima menafsirkan informasi.

Kita ambil contoh yang umum, yaitu gelas yang ‘setengah penuh’ tentu bisa juga disebut ‘setengah kosong’.

Tetapi coba kita rasakan, mana frasa yang lebih baik?

Frasa pertama (setengah penuh) pasti terdengar jauh lebih positif, meskipun objek yang sedang dijelaskan dalam kedua contoh tersebut sama.

Hal yang sama adalah saat kita menanyakan progress dari sebuah project, meski kita bisa menanyakan prosentase yang belum selesai, tapi akan lebih memotivasi saat kita menanyakan prosentase yang telah selesai.

Framing sendiri memiliki tiga elemen inti, yaitu :

  • Penempatan; memilih waktu, tempat, dan orang yang tepat untuk berkomunikasi.
  • Pendekatan; hati-hati membangun bagaimana argumen kitadisajikan, karena orang-orang akan lebih cenderung merespons lebih baik jika kita menjelaskan sisi positif atau benefitnya daripada sisi negatif atau potensi kerugiannya.
  • Pemilihan kata; memilih kata-kata yang paling tepat untuk menjelaskan sudut pandang kita.

Saat kita berbicara dengan menggunakan framing, bisa juga diartikan sebagai persuasion.

 

#6 : Gunakan ‘Kami’ atau ‘Kita’

Saat kita menjelaskan sesuatu dengan menggunakan yang melibatkan subyek, kita bisa menggunkan kata ‘kita’ atau ‘kami’ sebagai pengganti ‘kamu’ atau  ‘saya’.

Tentu hal ini berlaku untuk suatu penjelasan yang memang bersifat umum, bukan sesuatu yang memang hanya berlaku untuk orang yang kita ajak bicara tersebut.

Sama dengan di artikel ini, saya lebih banyak menggunakan kata ‘kita’ untuk menunjukkan bahwa apa yang saya sampaikan adalah sesuatu yang saya lakukan dan sebaiknya juga Anda lakukan.

Saya menggunakan kata ‘kita’ untuk menunjukkan bahwa apa yang saya sampaikan juga berlaku untuk saya, dalam artian saya berbicara / menulis / menyampaikan sesuatu pada posisi jika saya sebagai Anda.

#7. Ciptakan Kelangkaan dan Urgensi

Sudah menjadi sifat manusia, ketika dilarang justru muncul sifat ingin tahu, ingin mencoba, dan ketika sesuatu itu terbatas atau dalam jumlah sedikit maka keinginan untuk memilikinya semakin meningkat.

Artinya ketika kita menawarkan suatu produk dalam jumlah terbatas maka keinginan untuk memiliki produk tersebut justru meningkat.

Batasan yang kita berikan bisa bermacam-macam, umumnya adalah jumlah unit yang terbatas atau waktu penawaran yang terbatas.

Coba lihat produk-produk yang diterbitkan dalam edisi terbatas, justru memiliki peminat yang lebih banyak, bahkan cenderung berebutan.

Kondisi ini bisa kita gunakan untuk mempengaruhi konsumen atau orang yang kita tuju untuk melakukan apa yang kita inginkan.

Jadi ciptakan kelangkaan dan urgensi untuk meningkatkan persuasi kita, itu artinya menciptakan urgensi dan kelangkaan adalah persuasion .

#8 : Metode ‘Ikut Arus’ atau ‘Kawanan’

Sudah sifat manusia memiliki kecenderungan ikut arus atau mengikuti arah (bisa juga keputusan) orang banyak.

Coba perhatikan saat kita musyawarah, pasti ada banyak orang yang menjawab ikut suara terbanyak saat ditanya pendapatnya.

Contoh lagi, saat kita ada dijalan, kemudian ada keramain atau ada banyak orang berkerumun memandang ke sebuah arah, kita akan cenderung melakukan hal yang sama, meski kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dilihat banyak orang tersebut.

Sama dengan ketika kita hendak mencari tempat untuk makan, kita akan cenderung mencari tempat yang ramai, karena kita berasumsi rumah makan tersebut pasti enak (karena ramai).

Fenomena seperti ini biasa disebut ‘ikut arus’ atau ‘efek kawanan’ (kecenderungan untuk ikut melakukan sesuatu yang dilakukan banyak orang).

‘Efek kawanan’ ini juga dapat digunakan untuk membujuk, untuk menunjukkan bahwa layanan atau strategi tertentu sedang digunakan oleh banyak orang di industri atau profesi kita, sehingga akan meningkatkan keyakinan klien atau pelanggan kita.

#9 : Jadilah Spesifik dan Percaya Diri

Jika kita berbicara dengan percaya diri, jelas, dan ringkas, orang-orang akan lebih cenderung mendengarkan, menganggap serius apa yang kita katakan, dan lebih setuju dengan pendapat kita.

Siapkan apa yang ingin kita katakan, pastikan kita telah mempersiapkan segalanya dengan jelas dalam pikiran kita sendiri sebelum terlibat dalam percakapan yang lebih kompleks atau rumit.

Saat berbicara, usahan sebisa mungkin menghindari kata-kata pengisi, seperti ‘umm’, ‘eee’ atau ‘seperti’.

Karena ini menunjukkan bahwa kita sedang berjuang untuk mengungkapkan pesan kita atau kita tidak yakin tentang validitasnya.

 #10 : Benefit yang Didapatkan

Benar, ini adalah cara yang paling sering digunakan untuk membujuk orang lain, apalagi jika orang tersebut memang sedang membutuhkan manfaat tersebut.

Dan sebenarnya esensi dari penjualan adalah memberikan manfaat yang sedang dibutuhkan atau akan dibutuhkan oleh orang tersebut.

Jadi salah satu cara yang bagus untuk membujuk orang adalah dengan menjelaskan manfaat yang akan mereka dapatkan secara khusus.

Jika seseorang dapat melihat dan menghargai bahwa setuju dengan kita akan memberikan keuntungan bagi mereka secara pribadi, mereka akan lebih cenderung setuju dengan kita.

Baca juga : Selling Skills – Ketrampilan Penjualan yang Harus Dimiliki Setiap Salesperson

Penutup Persuasion Skills

Kita telah membahas mengenai persuasi (persuasion), pengertian dan beberapa teknik yang banyak digunakan untuk mempersuasi atau membujuk orang lain dalam artian positif.

Tentu masih ada teknik yang lain yang memiliki tujuan yang sama, namun dengan menggunakan sepuluh teknik diatas dengan baik, kita sudah bisa mempersuasi orang lain, klien, (calon) konsumen atau pelanggan.

Memang untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita harus banyak berlatih dan praktek, sehingga teknik tersebut bisa menjadi alami dalam percakapan kita.

Sebaiknya, ambil satu dua teknik dulu, dipahami, dilatih dan dipraktekan sampai mahir dan terlihat natural, jika sudah bisa, baru beralih ke teknik berikutnya.

Ya, persuasion artinya bagaimana seseorang yang kita ajak bicara atau yang kita tuju bisa mengikuti kemauan kita.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam sukses sehat dan bahagia

Picture : Freepik, istockphoto

1 thought on “Selling Skills : Persuasion Skills, Ketrampilan Persuasi untuk Mempengaruhi Konsumen”

Leave a Comment