Komunikasi yang Efektif yang Meningkatkan Penjualan

KOMUNIKASI PENJUALAN

Dalam presentasi penjualan, tingkat keberhasilan closing penjualan, sangat ditentukan salah satunya oleh kemampuan communication skill dari sales person yang bersangkutan.

Seorang sales person dalam menjalankan aktivitasnya tidak akan terlepas dari proses komunikasi, baik komunikasi secara formal maupun informal, baik komunikasi dengan semua bagian dalam internal perusahaan, dimulai dari rekan kerja, departemen terkait bahkan dengan atasan, juga komunikasi dengan eksternal  perusahaan, terutama dengan para pelanggan, konsumen atau customer mereka.

Komunikasi penjualan ini dibutuhkan oleh semua posisi dan semua bagian dalam jajaran sales department / sales division, termasuk di dalamnya  bagian supporting yang seringkali juga bersentuhan secara langsung dengan pelanggan / konsumen, seperti bagian pengiriman, bagian penanganan order penjualan, bagian piutang pelanggan dan lain-lain.

Komunikasi penting untuk semua posisi, mulai dari operasional, supervisor sampai manajer.

Bagian penjualan adalah yang paling intensif melakukan komunikasi, baik internal maupun eksternal.

Dalam komunikasi ada 7 elemen yang harus ada, yang dikenal dengan 7C, yaitu :

  1. Clarity (kejelasan)
  2. Conciseness (ringkas)
  3. Completeness (lengkap)
  4. Concreteness (kongkret)
  5. Correctness (teliti)
  6. Consideration (pertimbangan)
  7. Courtesy (kesopanan)

Dan lebih penting lagi adalah mereka yang duduk sebagai penyelia / supervisor dan manajer penjualan, karena mereka yang paling banyak melakukan aktivitas komunikasi ini.

Secara internal, para supervisor dan manajer penjualan ini, harus melakukan penjelasan ke atasan untuk meyakinkan program-program mereka, kemudian melakukan koordinasi dengan bagian terkait untuk membicarakan mengenai system dan prosedurnya dan diteruskan melakukan briefing ke team mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan program tersebut.

Disini dibutuhkan kemampuan komunikasi untuk meyakinkan, menjelaskan dan berkoordinasi serta terakhir adalah melakukan komunikasi ke team agar program bisa di jalankan dengan tepat, efektif dan efisien.

Berikutnya secara eksternal, para supervisor dan manajer, akan bersama-sama dengan sales team dari level terbawah / operasional untuk melakukan komunikasi dan presentasi program tersebut ke pelanggan, dan biasanya para supervisor dan manajer ini yang mendapat bagian untuk menjelaskan program tersebut ke key account.



Agar proses komunikasi bisa berjalan dengan baik, dan mencapai tujuan dari komunikasi itu sendiri, maka diperlukan kemampuan untuk memahami ketrampilan berkomunikasi yang benar (the rights communication skill for sales team).

Komunikasi ( penjualan )yang efektif harus memenuhi  syarat 7C berikut ini, yaitu :

# 1 : CLARITY (Kejelasan)

Memiliki arti bahwa komunikasi kita harus jelas dan lawan bicara harus dipastikan telah memahami pesan yang kita sampaikan.

Dalam berkomunikasi usahakan untuk tidak menggunakan kata-kata yang ambigu, bermakna ganda atau memiliki persepsi yang bermacam-macam, jadi gunakan kata-kata yang bermakna tunggal, agar lawan bicara kita tidak berasumsi.

Dalam komunikasi penjualan, kita seringkali menyebutkan fitur atau benefit dari produk yang kadang memiliki multi tafsir, hal ini akan mengurangi kejelasan dari pesan yang hendak kita sampaikan.

Untuk itu perlu dilakukan konfirmasi dengan sistem pengulangan oleh lawan bicara, untuk memastikan pesan telah tersampaikan dengan benar.

Dengan pesan telah tersampaikan dengan benar, terutama fitur-fitur tambahan, maka pihak lawan bicara (internal dan eksternal) terutama pelanggan diharapkan memberikan keputusan yang terbaik.

# 2 : CONCISENESS (Ringkas)

Dalam berkomuinikasi kita perlu menyampaikan pesan dengan cara yang seringkas / sesingkat mungkin, namun tetap harus menjaga kejelasan pesan.

Jadi gunakan kalimat yang efektif untuk langsung ke permasalahannnya, tidak berputar-putar, agar tidak membosankan (boaring and over talk).

Kalimat yang to the point juga akan membantu pihak pelanggan untuk dengan cepat menerima pesan komunikasi yang disampaikan, sehingga keputusan bisa lebih cepat.

# 3 : COMPLETENESS (Lengkap)

Meski harusa disampaikan secara ringkas, namun pesan komunikasi tetap haruslah lengkap, tidak boleh ada yang tertinggal, agar tidak terjadi kesalahan komunikasi (kesalah pahaman) karena ada bagian yang tidak tersampaikan dengan benar.

Kekurangan informasi dalam pesan, juga bisa berakibat fatal, misal menyangkut data tender, karena kesalahan ini bisa berakibat hilangnya kesempatan mendapatkan tender tersebut.

Biasanya dalam komunikasi, agar lengkap kita mengenal prinsip 5W + 1H (what, who, when, where, why + how).

Dalam prinsip dan ketrampilan berkomunikasi, completeness ini memegang peranan yang ssangat vital, karena sebuah informasi tidak boleh ada yang tidak tersampaikan.

Dengan informasi yang lengkap, sebuah keputusan untuk mendukung sebuag pesan ( program misalnya) dapat segera dibuat, sehingga tujuan pesan (progran) bisa tercapai dengan cepat dan maksimal.

# 4 : CONCRETENESS (Konkret)

Berikan pesan komunikasi yang konkret, spesifik, nyata, dan benar adanya, bukan sebuah opini atau ilusi yang belum jelas.

Konkret disini juga berarti untuk menghindarkan persepsi yang berbeda dari yang seharusnya diterima, sehingga bentuk utuh dari pesan yang dikomunikasikan bisa diterima dengan jelas.

Pesan yang diterima utuh, akan mampu memberikan gambaran nyata, konkret, sehingga mengurangi keragu-raguan pihak yang di ajak berkomunikasi, yang tentu saja akan mempercepat pembuatan keputusan yang positif.

# 5 : CORECTNESS (Teliti)

Dalam berkomunikasi juga harus memperhatikan aspek ketelitian, teliti disini berbeda dengan lengkap, jika lengkap lebih mengacu ke kuatiti dari pesan yang harus disampaikan, atau lebih ke hal apa saja yang harus disampaikan.

Kalau dalam corectness (teliti) ini lebih mengacu ke kebenaran dari tiap materi dan atribut pesan, misal penyebutan nama, gelar, alamat, nama perusahaan, nama produk, spesifikasi produk, tanggal kirim, diskon, garansi dan lain-lain yang harus disebutkan dengan teliti dan benar.

# 6 : CONSIDERATION (Pertimbangan)

Artinya dalam berkomunikasi kita tidak boleh hanya mementingkan satu sisi saja, jadi kita juga harus mencoba jika kita berada pada posisi yang di ajak berkomunikasi, agar tercapai suatu kesimbangan.

Selain itu komunikasi ini haruslah mempertimbangan untuk semaksimal mungkin bisa memberikan win-win solution di kedua belah pihak.

Win-win solution akan membuat keputusan dapat dibuat dengan cepat.

# 7 : COURTESY (Sopan)

Terakhir adalah kesopanan, dalam berkomunikasi, bagaimanapun harus tetap dibalut dalam etika dan kesopanan dengan tidak meninggalkan profesionalisme kita.

Dengan demikian akan tercipta suasana yang nyaman, dan harmoni, dimana hal ini akan membuat mereka yang terlibat dalam komunikasi merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk menjalankan apa-apa yang menjadi pesan dalam komunikasi tersebut.

 

Demikian pembahasan kita mengenai 7 elemen komunikasi ini, di mana 7C ini haruslah digunakan secara bersama-sama, agar proses komunikasi bisa berjalan dengan baik, pesan bisa tersampaikan dengan tepat dan masing-masing pihak yang terlibat juga memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk menjalankan dan memastikan terlaksananya pesan tersebut.

“Karena satu paku kecil yang tidak dipakukan dengan benar (terlepas), maka tapal kuda terlepas, karena tapal terlepas, kuda tidak bisa berlari, karena kuda tidak bisa berlari maka penunggang tidak bisa sampai tepat waktu, karena tidak sampai tepat waktu, maka pesan tidak tersampaikan pada waktunya, karena pesan penting ini terlambat, maka pasukan tersebut kalah perang”.

Terima kasih sudah mampir di Blog Distribusi Pemasaran ini, semoga bermanfaat.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

 

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*