Mengenal Segmentasi untuk Tipe dan Kelas Outlet di Consumer Products – Bag. 2

segmentasi-outlet-MT
segmentasi-outlet-MT

SELLING – DISTRIBUTION

Pada artikel bagian pertama, kita sudah membahas segmentasi untuk tipe outlets general trade, dan pada artikel berikut ini akan kita lanjutkan untuk sektor modern trade dan special outlets.

Seperti kita ketahui, saluran distribusi atau dikenal dengan nama outlets memiliki banyak sekali jenis dan tipenya, dengan mengelompokkan menurut kriteria-kriteria tertentu, diharapkan akan memudahkan distributor dan principal dalam melakukan berbagai aktivitas distribusi dan pemasaran.

*** Baca artikel terkait, Mengenal Segmentasi untuk Tipe dan Kelas Outlet di Consumer Products – Bag. 1

 

Supermarket (SM)

Sektor : termasuk dalam sektor modern trade (MT)

Item / Kategori Produk : sangat banyak, baik item maupun kategori sangat lengkap.

Volume Penjualan : penjualan dalam bentuk eceran (ada juga yang partai), tetapi karena dalam yang besar (pembeli sangat besar), maka volume penjualan juga sangat besar.

Tim Penjualan : secara umum supermarket tidak memiliki tim penjualan yang berada dilapangan.

Harga Jual : penjualan dengan harga eceran (RBP) dan kadang menerapkan quantity discount, atau sliding scale, sehingga akan tercipta harga dibawah harga eceran (RBP – ).

Supermarket atau dikenal juga dengan swalayan, adalah ritel modern yang menerapkan pelayanan sendiri, sehingga konsumen bisa secara langsung melihat, memilih dan mebeli barang yang diinginkan.

Supermarket dengan barang yang cukup lengkap, saat ini menjadi trend berbelanja di masyarakat, terutama di perkotaan, dan untuk produk-produk tertentu memang konsumen akan memilih berbelanja di supermarket, dengan alasan harga yang pas, tidak perlu menawar.

Supermarket menawarkan kenyamanan dan merupakan tempat yang sangat baik untuk melakukan aktivitas promosi dan berbagai aktivitas pemasaran.

Supermarket memiliki segment konsumen yang sesuai, artinya ada supermarket untuk segmen atas, segmen menengah bahkan segmen menengah bawah.

 

Hypermarket (HM)

Sektor : modern trade (MT)

Item / Kategori Produk : sangat banyak, sangat beragam, dan seringkali lebih lengkap dari supermarket.

Volume Penjualan : sangat besar, dengan penjualan dalam partai dan eceran.

Tim Penjualan : ada beberapa hypermarket yang memiliki tim penjualan, terutama untuk divisi grosir atau untuk penjualan dalam partai besar.

Harga Jual : harga grosir (WBP) dan harga eceran (RBP) dan seringkali menerapkan quantity discount, member discount dan aneka program diskon yang lain.

Hyepermarket sebenarnya sama dengan supermarket, akan tetapi biasanya memiliki varian produk lebih lengkap, volume lebih besar dan harga lebih kompetitif.

Beberapa hypermarket bahkan memiliki fasilitas delivery order, sehingga konsumen tinggal angkat telpon, order, dan barang sudah meluncur.

 

Mini Market (MM)

Sektor : modern trade (MT)

Item / Kategori Produk : terbatas, baik item maupun kategori, dan cenderung menyediakan kebutuhan rumah tangga, seperti sembako dan aneka makanan minuma lainnya.

Volume Penjualan : lebih kecil dari supermarket

Tim Penjualan : tidak ada tim penjualan

Harga Jual : harga jual eceran (RBP)

Minimarket adalah supermarket dalam format yang lebih kecil, lokasi didekat keramaian, seperti pemukiman umum, perumahan, perkantoran, atau daerah keramaian yang lain seperti tempat-tempat wisata.

Keunggulan mini maket terletak pada cara belanja yang menerapkan swa layan, sehingga memungkinkan konsumen untuk melihat-lihat terlebih dahulu produk yang hendak dibeli tanpa rasa sungkan dengan pemilik toko, dan kenyamanan yang diberikan,

 

P & D (Proviand & Drank)

Sektor : ada beberapa perusahan yang memasukan dalam modern trade (MT) ada pula yang memasukan dalam general trade (GT).

Item / Kategori Produk : kategori sedikit, biasanya minuman dan makanan, dalam bentuk instant atau ready to drink.

Volume Penjualan : tidak begitu besar

Tim Penjualan : tidak ada

Harga Jual : biasanya dengan harga premium yaitu RBP plus.

Outlet P & D, sesuai namanya proviand & drank (bhs belanda) yang berarti makanan dan minuman, artinya outlet hanya menjual makanan dan minuman saja.

Jenis outlet ini sudah jarang kita temukan, tergantikan oleh mini market, toko kelontong atau convenience store (Lawson, Circle-K, dan lainnya)

 

Apotik – Toko Obat (Ap-To)

Sektor : special outlet atau special trade (SpO)


Bingung cara membuat KPI untuk Team Penjualan dan Pemasaran Anda?

Kini ada solusinya . . .

Telah tersedia Paket KPI Principal & Distributor yang cukup lengkap


Item / Kategori Produk : bervariasi, tetapi hanya yang berhubungan dengan obat-obatan atau kesehatan.

Volume Penjualan : bervariasi.

Tim Penjualan : beberapa apotik memiliki tim penjualan dilapangan.

Harga Jual : disesuaikan, untuk konsumen dengan harga eceran (HET) dan untuk penjualan ke outlet lain / apotik lain dengan harga khusus.

Apotik atau toko obat dalah saluran distribusi khusus, yang hanya menyalurkan produk khusus yang berhubungan dengan obat-obatan dan kesehatan atau peralatan kesehatan.

Apto juga menjual beberapa beberapa produk umum / consumer goods seperti popok bayi (diapers) dan susu bayi (formula, infant) atau susu untuk kesehatan.

Beberapa apotik merupakan grosir, sehingga juga melayani apotik-apotik kecil disekitarnya, sehingga harus memiliki tim penjualan dilapangan di di kantor.

Beberapa apotik memiliki volume penjualan yang sangat besar, bahkan hampir sama dengan pedagang besar farmasi (PBF) untuk item-item tertentu.

Ada perbedaan besar antara toko obat dan apotik, terutama dari segi legalitas dan persyaratan, seperti harus ada apoteker atau AA disetiap apotik, baik yang melayani obat resep (ethical) ataupun obat bebas (OTC).

Apotik bisa menjual semua produk yang berhubungan dengan medis / kesehatan, akan tetapi toko obat dibatasi hanya kategori produk tertentu saja, seperti obat bebas dan obat herbal (jamu, obat herbal terstandar atau fitofarmaka).

 

Institusi (Int)

Sektor : masuk dalam special outlet (SpO).

Item / Kategori Produk : tidak banyak, seringkali item tertentu saja seperti minyak, beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Volume Penjualan : variatif, biasanya mengikuti jumlah karyawan, karena seringkali untuk internal atau acara khusus.

Tim Penjualan : tidak ada

Harga Jual : disesuaikan dengan kebijakan institusi sendiri.

pembelian oleh institusi seringkali hanya untuk pemakaian internal yang bersifat temporary, atau saat ada event khusus, misal untuk memperingati hari besar nasional / internasional atau ulang tahun perusahaan.

 

Horeca atau HRC

Sektor : masuk dalam special outlet (SpO), meski ada yang memasukan dalam sektor modern trade (MT).

Item / Kategori Produk : hanya item tertentu saja.

Volume Penjualan : kecil, sangat variatif

Tim Penjualan : tidak ada

Harga Jual : harga premium

Horeca atau hotel restaurant dan canteen adalah outlet khusus, yang membeli produk untuk dipakai sendiri (sebagai enduser, misal minyak, susu, selai, dan lainnya) atau untuk dijual lagi (seperti rokok, minuman ringan, AMDK, obat-obatan dan lainnya).

Jika produk dijual lagi, terutama untuk hotel dan restoran, harga jual akan cukup tinggi (premium price).

 

Koperasi (Kop)

Sektor : masuk dalam kategori special outlet (SpO).

Item / Kategori Produk : variatif, beberapa koperasi yang cukup besar akan memiliki item dan kategori produk yang cukup lengkap.

Volume Penjualan : beberpa koperasi sangat tinggi penjualannya, beberpa menyesuaikan dengan jumlah karyawan (biasanya hanya melayani internal saja).

Tim Penjualan : tidak ada

Harga Jual : secara umum menggunakan harga eceran (RBP) hanya system-nya yang berbeda, seperti untuk internal bisa dengan bayar dibelakang / saat gajian.

Koperasi, banyak berdiri di perusahaan atau di institusi, dan difungsikan untuk membantu melayani anggota koperasi yang secara umum berasal dari karyawan sendiri.

Namun ada beberapa koperasi yang memang berdiri sebagai sebuah usaha yang berbadan hukum koperasi, dan tentu saja mengikuti aturan-aturan yang ada di koperasi secara umum (AD dan ART nya).

Beberapa koperasi bahkan tumbuh menjadi badan usaha yang cukup besar, tidak saja melayani internal anggotannya, tetapi melebarkan sayap dengan melayani konsumen secara umum.

Bahkan beberapa koperasi memiliki unit usaha yang bermacam-macam, bukan saja perdagangan atau simpan pinjam, sehingga mampu memiliki aset yang cukup besar.

 

Baby Shop (BS)

Sektor : masuk dalam kategori special outlet (SpO).

Item / Kategori Produk : variatif, beberapa baby shops yang cukup besar akan memiliki item dan kategori produk yang cukup lengkap untuk bayi dan anak-anak.

Volume Penjualan : beberapa baby shops memiliki omset penjualan sangat tinggi.

 Tim Penjualan : tidak ada

Harga Jual : mayoritas harga retail (RBP) tapi ada juga yang menjual secara partai dengan harga khusus.

Baby shops saat ini semakin menjamur, sama dengan convenience store atau mini market, konsep kenyamanan dan kelengkapan keperluan bayi dan anak-anak (baby & Kids) menjadi andalannya.

Beberapa baby shops memiliki omset yang sangat besar, bahkan melakukan penjualan secara partai untuk beberapa pelanggan mereka (umumnya untuk dijual lagi).

Demikian sedikit pembahasan kita mengenai segmentasi untuk tipe outlet atau segmentasi berdasarkan tipe outlet, pada artikel berikutnya kita akan membahas segmentasi untuk kelas outlet.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom ini, semoga bermanfaat.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

 



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*