Elevator Pitch – Cara Cepat dan Menarik Memperkenalkan Perusahaan atau Diri Kita

Agus Octa

ELEVATOR PITCH

Kita seringkali tidak bisa memprediksi, kapan bertemu dengan prospek, klien atau siapa saja yang berpotensi untuk menjalin kerjasama bisnis.

Ada kalanya kita bertemu mereka di perjalanan yang singkat, atau di sebuah momen yang waktunya juga sangat singkat.

Dan jika kita tidak memiliki konsep untuk mengenalkan perusahaan, produk atau diri kita dengan cepat dan menarik, maka sudah bisa dipastikan kesempatan tersebut akan hilang.

Termasuk saat kita sedang melakukan acara (events) pemasaran, dimana pengunjung yang datang cukup banyak, dan melihat produk kita sambil berlalu,

Jika kita tidak memeiliki metode untuk mengenalkan produk unggulan kita, peluang pun akan juga hilang.

Adalah Elevator Pitch, teknik untuk melakukan pitching, business pitching atau sales pitching dalam waktu yang sangat singkat.

Sesuai dengan namanya, yang kalau kita artikan secara sederhana, elevator pitch adalah aktivitas pitching dalam waktu yang singkat, sesingkat naik elevator satu tingkat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai elevator pitch, cara cepat dan menarik memperkenalkan perusahaan atau diri kita.

Pengertian Elevator Pitch

Elevator pitch adalah penjelasan singkat dan persuasif yang kita gunakan untuk memicu (triger) minat pada apa yang dilakukan perusahaan, produk atau diri kita.

Penjelasan di sini sama dengan sales / business pitching, sales / business presentation, tapi jauh lebih singkat.

Kemudian kita harus bisa menciptakan minat pada proyek, ide, atau produk – atau pada diri kita sendiri.

Elevator pitch  yang baik harus bertahan tidak lebih dari perjalanan elevator yang sangat singkat, sekitar  20 hingga 30 detik.

Jadi penjelasan tersebut (elevator pitch) harus menarik, mudah diingat, dan ringkas.

Kemudian juga harus bisa menjelaskan apa yang membuat kita, organisasi, produk, atau ide kita tersebut unik dan memiliki prospek bagus.

Jadi elevator pitch adalah sebuah penjelasan yang singkat dan menarik tentang diri kita atau bisnis kita.

Sesuai dengan namanya elevator pitch adalah pendekatan yang dilakukan dengan durasi waktu singkat, seperti naik elevator ke lantai berikutnya.

Kapan Elevator Pitch Digunakan

Secara umum elevator pitch banyak digunakan oleh pelaku bisnis atau tenaga penjualan yang perlu mempromosikan produk dan layanan mereka.

Sebenarnya kita semua bisa menggunakan metode tersebut, dalam situasi yang berbeda dengan bisnis dan penjualan, 

Misalnya, kita dapat menggunakannya untuk memperkenalkan komunitas kita kepada mereka yang kita temui atau calon anggota.

Atau kita dapat menggunakannya di internal perusahaan kita untuk menjual ide baru kepada CEO kita, atau untuk memberi tahu orang-orang tentang inisiatif perubahan yang kita gagas atau pimpin.

Bahkan kita dapat gunakan untuk memberi tahu orang-orang sekitar kita tentang apa yang sedang kita kerjakan untuk menghasilkan sesuatu.

Elevator Pitch - Pengertian dan Cara Membuatnya
Elevator Pitch @Freepik

Cara Membuat Elevator Pitch

Untuk membuat sebuah elevator pitch yang tepat yang sesuai dengan yang kita inginkan, biasanya membutuhkan waktu, tidak sekali jadi.

Artinya kita harus mencoba menyusun sedemikian rupa, mencobanya, dan jika belum sesuai kita bisa mengubahnya lagi hingga sesuai dan kita nyaman menggunakannya.

Jadi jangan putus asa ketika kita mencoba membuat elevator pitch untuk pertama kalinya dan mengalami kegagalan.

Dan sangat dimungkinkan kita memiliki beberapa versi yang sesuai untuk tiap situasi yang mungkin kita akan alami.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat elevator pitch yang jelas dan menarik,

Hal yang harus kita ingat, bahwa kita harus membuat variasinya yang disesuaikan dengan pendekatan dan tujuan pitch tersebut.

#1 : Identifikasi Tujuan (Goal) Elevator Pitch

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menetapkan apa tujuan atau goal dari elevator pitch tersebut.

Setiap tujuan yang berbeda, maka teknik pitching-nya juga berbeda.

Misalkan,

Kita ingin memberi tahu klien potensial kita tentang perusahaan dan produk unggulan kita.

Atau kita memiliki ide produk baru yang bagus luar biasa yang ingin kita sampaikan kepada atasan atau manajemen pemasaran kita.

Atau mungkin kita ingin memberikan sambutan kecil, disuatu event yang mewakili merek produk atau perusahaan kita.

#2 : Jelaskan Dengan Sederhana

Kita bisa mulai dengan menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan dan produk kita.

Fokus pada masalah yang kita pecahkan dan bagaimana kita (perusahaan dan produk tersebut) membantu menyelesaikan problem yang ada (target market).

Mungkin kita Memiliki informasi teknis, data statistik atau lainnya yang menunjukkan nilai dari produk tersebut.

Perhatikan, tidak semua orang suka (paham) dengan data dan informasi teknis, jadi kita bisa sederhanakan dengan menggunakan bahasa yang lebih umum, dan informasi yang diangap penting bagi mereka.

Seperti bagaimana respon pasar terhadap produk kita, bagaimana produk tersebut dapat menyelesaikan permasalahan mereka,

Dan berapa banyak pendapatan yang bisa dihasilkan serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keuntungan.

Yang sangat penting adalah, tanyakan pada diri kita pertanyaan ini: apa yang kita ingin audiens paling ingat dan paling terkesan tentang kita (atau produk kita)?.

Perhatikan semua harus terangkum secara singkat, padat, jelas, dan sajikan dengan cara yang semenarik mungkin.

#3 : Berikan Sekilas Data atau Angka

Sekali lagi waktu pitching kita pendek, usahakan dalam waktu singkat tersebut kita bisa menyajikan sekilas data dan angka yang terukur.

Kita pasti punya data sales revenue dalam rentang waktu tertentu, terutama sekian periode terakhir.

Jumlah konsumen, pelanggan subscriber, atau data-data lain yang sejenis yang menunjukan seberapa besar jumlah pengguna produk kita.

Jika berhubungan dengan investasi, yang cukup penting adalah jumlah dana yang dibutuhkan, kemana dana tersebut akan digunakan, atau bagaimana proses bisnis yang kita gunakan untuk memutar dana tersebut.

Dengan begitu investor akan mendapatkan gambaran proses bisnis dan strategi yang kita gunakan.

#4 : Komunikasikan USP Kita

Elevator pitch memang sangat singkat, itulah sebabnya kita harus bisa menunjukan USP produk kita.

Identifikasi apa yang membuat produk kita, perusahaan, atau ide kita, tersebut unik.

Disini, kemampuan kita dalam memahami selek beluk produk sangat penting.

Kita harus benar-benar mengenal kelebihan, kekurangan produk serta nilai tambah dari produk kita dibandingkan pesaing.

Dengan demikian kita akan bisa menemukan sesuatu yang benar-benar unik yang hanya dimiliki oleh produk kita.

Dengan menonjolkan USP tersebut, audiens akan jauh lebih mengingat (merek) produk kita.

#5 : Terlibat Dengan Pertanyaan

Setelah kita mengomunikasikan USP kita, berikutnya kita perlu melibatkan audiens secara aktif.

Untuk melakukan ini, siapkan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan jawaban “ya” atau “tidak”) untuk melibatkan mereka secara aktif dalam percakapan.

Pastikan bahwa harus siap untuk menjawab dengan berbagai pertanyaan yang mungkin muncul dari audiens tersebut.

#6 : Siapkan Set Data Lengkap

Sekali lagi, elevator pitch sangat singkat, kita hanya bisa menyampaikan poin-poin tertentu yang merupakan ringkasan atau rangkuman dari kondisi bisnis, produk atau ide project kita.

Dan jika audiens atau investor tertarik, pasti mereka akan melanjutkan perbincangan tersebut, meminta pertemuan lebih lanjut atau minimal meminta data yang lebih lengkap.

Jadi kita harus sudah menyiapkan set data lengkap mengenai produk, bisnis atau project tersebut.

#7 : Berlatih dan Evaluasi

Sama seperti hal lainnya, latihan menjadikan kita lebih terampil dan sempurna.

Ingat, bagaimana kita mengatakannya sama pentingnya dengan apa yang kita katakan.

Jika kita tidak berlatih, kemungkinan kita akan berbicara terlalu cepat, terlalu lambat, terdengar tidak wajar, atau yang lebih parah melupakan poin-poin penting dari pitching tersebut.

Selain itu dengan banyak berlatih, nada dan cara kita berbicara, cara kita menyampaikan akan terlihat wajar, jelas dan terarah.

Tetapi kita harus ingat, jangan terlalu menghapal sript tersebut, cukup poin apa saja yang harus disampaikan dan bagaimana menyampaikan setiap poin tersebut.

Kita harus menyisakan ruang untuk berimprovisasi, agar kemampuan elevator pitching kita meningkat.

Baca juga :

Pitching, Pastikan Pitch Deck Anda Tepat

Penutup

Kita mungkin ingin memberikan sesuatu untuk dibawa pulang, yang dapat kita gunakan sebagi sarana promosi atau pengingat.

Contohnya sample produk yang kita gabung dengan cendera mata, lengkapi dengan satu bundle informasi atau brosur tentang perusahaan, produk, atau ide bisnis kita.

Ingatlah untuk menyesuaikan pitching tersebut dengan tujuan dan audiensnya, tidak harus selalu sama.

Jadi elevator pitch adalah presentasi singkat (brief) yang bersifat persuasif yang dapat kita gunakan untuk memicu minat pada apa yang dilakukan perusahaan, produk, ide atau project kita.

Terima kasih atas kunjungan Anda ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom ini, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam sukses sehat dan bahagia

Picture : Freepik

Note :



Leave a Comment