Pitching, Pastikan Pitch Deck Anda Tepat

Pitching - Pitch Deck

PITCTHING – PITCH DECK – SALES – BUSINESS

Pitching adalah presentasi singkat yang digunakan untuk menjual atau menjelaskan bisnis atau ide bisnis kita kepada calon investor, customer, klien ataupun partner bisnis kita.

Pitching ini sudah menjadi sebuah kebiasan atau menjadi aktivitas keseharian dari seorang pebisnis atau pelaku wira usaha.

Entrepreneur is always pitching.

Jadi pitching ini menjadi cara yang paling powerful dalam membicarakan atau mengkomunikasikan sebuah bisnis ataupun ide bisnis.

Kenapa harus menggunakan pitching?

Karena melalui pitching, kita bisa  meng-hire partner atau tim yang tepat, bisa menambah klien atau customer baru, juga bisa raising funding ke investor, dan mendapatkan partner bisnis (make partnership).

Untuk bisa melakukan pitching, sales atau business pitching dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Sebelum melakukan pitching, ada baiknya kita mempersiapkan lembar informasi mengenai beberapa hal yang yang hendak kita sampaikan atau presentasikan, yang biasa kita sebut sebagai pitch deck.

Berikut adalah elemen-elemen yang sebaiknya ada saat kita menyusun Pitch Deck.

  1. Introduction
  2. Team
  3. Problem
  4. Advantages
  5. Solution (How it Work)
  6. Product Overview
  7. Traction (Milestone)
  8. Market Size
  9. Market Landscape
  10. Competition
  11. Projection
  12. Business Model
  13. Action Part (Investing)
  14. Contact  
  15. Thank
pitching - pitch deck

#1 : Introduction

Introduction atau ada yang menyebut sebagai cover, harus menjelaskan siapa kita, dan mengapa kita berada di tempat atau acara presentasi ini.

Intoduction harus dibuat sesingkat mungkin, tapi tetap harus informatif dan menarik.

Hal umum yang tercantum dalam introduction ini adalah nama perusahaan, logo perusahaan, tag line perusahaan dan merek produk.

#2 : The Team

Bagian team ini menunjukan orang-orang yang berada dibalik bisnis, ide bisnis atau project tersebut.

Berikan penjelasan singkat mengenai mereka semua, latar belakang dan passion mereka dalam mengembangkan project atau bisnis tersebut.

Dan yang peling utama, tunjukkan alasan mengapa klien, customer atau investor harus mempercayai mereka.

#3 : Problem

Pada bagian ini kita harus menjelaskan atau menunjukan problem atau permasalahan yang seringkali atau sedang terjadi yang akan diselesaikan atau yang berhubungan dengan produk atau jasa yang hendak kita presentasikan (tawarkan).

Problem atau permasalahan tersebut harus (tampak) nyata bagi klien atau customer, dan akan lebih baik jikadi hubungkan dengan pain point atau dreaming mereka.

#4 : Solution (Advantages)

Ini adalah bagian dimana kita menjelaskan tentang solusi yang seharusnya diberikan untuk permasalahan atau problem tersebut secara umum (general solution)

Kemudian kita harus menjelaskan bahwa kita juga memiliki produk atau jasa yang juga memiliki fungsi yang sama yang bisa menjadi solusi atas problem tersebut.

Disambung dengan apa yang menjadi perbedaan dan atau keunggulan kompetitif dari produk atau jasa kita tersebut dibanding milik pesaing.

Jadi pointnya ada pada solusi yang berbeda, yang lebih baik dan lebih unggul (special) dibanding pesaing.

#5 : Solution (How It Work)

Pada bagian ini kita harus mendeskripsikan bagaiamana solusi yang berupa produk dan atau jasa tersebut bekerja.

Kita harus menjelaskan langkah-langkah penggunaan produk atau jasa tersebut dalam sebuah perencanaan yang jelas dan terarah untuk menyelesaikan problem tersebut.

Bagian ini sangat penting, lebih penting dari hanya menunjukkan klaim diferensiasi dan keunggulan kompetitif.

Karena pada bagian ini, klien, calon investor, customer, atau audience akan melihat bagaimana kita dengan produk dan atau jasa yang kita tawarkan tersebut akan bekerja.

Ini merupakan bagian inti dari presentasi atau pitching tersebut.

#6 : Product Overview

Jika pada bagian #4 fokus kita pada diferensiasi dan keunggulan kompetitif dari produk kita,

Kemudian di lanjutkan dibagian #5 dengan menjelaskan langkah demi langkah penyelesaian problem dengan produk atau jasa,

Maka pada bagian #6 ini kita fokus menjelaskan tentang produk (barang atau jasa) itu sendiri seperti apa.

Bagian ini lebih detail ke semua elemen, fungsi atau feature yang dimiliki dan atau yang akan segera dimiliki oleh produk tersebut.

#7 : Traction (Milestone)

Jika kita sedang presentasi atau pitching di depan calon investor, maka bagian traction atau milestone ini wajib hukumnya.

Calon investor atau partner kerja, pasti tertarik untuk mengetahui seberapa jauh sudah bisnis ini berjalan,

Apa saja capaian yang sudah diraih,

Bagaimana atau seberapa banyak pelanggan yang sudah dimiliki,

Serta bagaimana kinerja penjualan dari produk atau jasa tersebut.

Pitching - Presentasi

#8 : Market Size & Opportunity

Ini adalah bagian yang kita gunakan untuk menjelaskan seberapa besar pasar yang ada atau seberapa besar potensi yang ada.

Kemudian kita juga harus menjelaskan seberapa besar oppotunity yang ada di pasar tersebut, dan seberapa besar kans atau kesempatan kita untuk mengambil opportunity tersebut.

Artinya dibagian ini kita harus jelaskan apa dan seberapa besar target market bisnis tersebut.

#9 : Market Landscape

Pada bagian ini lebih mejelaskan pada market landscape atau untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh gambaran pasar dari produk atau jasa kita.

Juga untuk menberikan gambaran dimana posisi produk atau jasa kita tersebut berada.

#10 : Competition

Setelah memberikan gambaran pasar secara menyeluruh, tahap berikutnya kita harus menunjukan bagaimana kompetisi yang terjadi di pasar dimana produk kita berada.

Gambaran ini akan menjelaskan lebih detail, bahwa kita bukan satu-satunya pemaian dalam bisnis tersebut, serta bagaimana peta kompetisi dipasar pada saat ini.

Dan bagaimana kita bisa memenangkan kompetisi tersebut atau bagaimana kita bisa survive dipasar yang sangat kompetitif tersebut.

#11 : Projection

Bagian ini untuk menunjukan proyeksi bisnis kedepannya seperti apa, tentu dengan berbagai asumsi dan kondisi.

Proyeksi ini sangat penting, karena untuk melihat gambaran bisnis tersebut sekian periode atu sekian tahun kedepan akan seperti apa.

Proyeksi sebaiknya ditunjukan dalam periode bulanan, kwartal, atau tahunan, sesuaikan dengan project yang sedang dikerjakan.

#12 : Business Model

Busines model akan memberikan gambaran bagaimana bisnis tersebut bekerja,

Dimulai dari bagaimana bisnis tersebut beroperasi,

Apa saja aktivitas didalamnya, siapa saja yang terlibat,

Apa saja sumber daya yang dibutuhkan,

Siapa saja konsumen atau segmen pasar yang disasar,

Bagaimana membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan,

Dan bagaimana bisnis tersebut dengan value preposisi yang dimiliki bisa men-generate revenue seperti yang diharapkan.

Dan seterusnya, semua elemen yang berpengaruh dalam proses untuk mencapai tujuan bisnis harus dipaparkan dengan jelas.

#13 : Investing

Bagian ini sangat penting jika berhubungan dengan calon investor atau partner kerja atau dalam hubungannya untuk mendapatkan penggalangan dana (raising funding).

Di bagian ini harus dijelaskan tentang anggaran yang sudah direncanakan (planned budget) dan juga dana yang seperti apa yang dibutuhkan bisnis tersebut.

Sipakan juga berbagai kemungkinan pertanyaan yang muncul dari calon investor.

#14 : Contact

Merupakan bagian terakhir dari presentasi atau pitching (sales pitching / business pitching).

Pada bagian ini tunjukan bagaimana cara mudah dan cepat untuk menghubungi perusahaan,

Siapa saja yang harus atau bisa dihubungi, kapan bisa dihubungi dan bagaimana cara menghubungi mereka.

#15 : Thank

Terakhir tutup sesi pitching kita dengan kalimat yang dapat meyakinkan audience untuk bisa ikut berkontribusi dengan project atau bisnis kita.

Jika audience kita adalah calon investor kita, tutup sesi pitching ini dengan ajakan untuk pertemuan atau diskusi lebih lanjut atau permohonan untuk pendanaan.

Artikel terkait :

Presentasi Bisnis yang Sukses

7 Step Presentasi Penjualan yang Menciptakan Closing Maksimal

9 Kesalahan yang sering terjadi dalam Presentasi Penjualan

Penutup

Demikian tadi uraian atau pemabahasan kita mengenai pitch deck sebagai persiapan pitching, baik sales pitching atau business pitching.

Mungkin tidak semua digunakan, ada beberapa yang bisa dilewati jika memang benar-benar tidak dibutuhkan.

Dan mengenai urutannya, ada yang meletakkan bagian team di akhir presentasi pitching ini, tapi juga ada yang meletkan didepan, ikut dalam sesi perkenalan (sebagai penguat juag) seperti contoh dalam artikel ini.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom, dan semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam sukses sehat dan bahagia

Picture : Freepik

Note :



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*