Logistik, Pengertian, Definisi, Tujuan dan Fungsinya dalam Distribusi

Agus Octa

STRATEGI & MANAJEMEN LOGISTIK

Logistik adalah manajemen aliran perpindahan barang dari suatu titik asal melalui satu atau lebih titik antara dan berakhir pada titik konsumsi untuk memenuhi permintaan tertentu.

Barang yang ada dalam bidang logistik terdiri dari benda berwujud (fisik atau tangible) dan benda yang tidak berwujud (abstrak atau intangible).

Contoh benda berwujud seperti makanan dan bahan makanan, material bangunan, hewan, peralatan dan berbgai benda lain dalam wujud cairan padat maupun gas.

Sedangkan benda tak berwujud seperti informasi, data, partikel, energi listrik, dan lain sebagianya.

Dalam logistic benda fisik umumnya akan ikut melibatkan integrasi aliran informasi (information), penanganan bahan (material handling), produksi (production), pengemasan (packaging), persediaan (stock), transportasi (transportation), pergudangan (warehousing), dan keamanan (security).

Logistik berperan efektif dalam persaingan yang secara luas diakui sebagai suatu kinerja pelayanan pelanggan yang unggul

Pencapaian nilai logistik yang didasarkan pada layanan berkualitas tinggi dan pengendalian biaya adalah elemen penting dari suatu bisnis yang berfokus pada peningkatan perilaku pembelian konsumen.

Peran logistic kini telah meluas bukan hanya sekadar memindahkan bahan mentah dan produk jadi, tapi juga menciptakan keunggulan kompetitif dengan memberikan pelayanan yang mampu memenuhi permintaan konsumen.

Pengertian dan Definisi Logistik Menurut para Ahli

Pengertian dan Definisi Logistik

Menurut Burg dalam Lysons (2000)

Pengertian logistik adalah suatu integrasi dari manajemen pengadaan, persediaan, transportasi, dan aktifitas pergudangan di dalam menyediakan atau mempersiapkan alat atau cara yang berbiaya efektif, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, baik itu internal maupun pun eksternal.

Menurut Donald Walters (2003)

Definisi Logistic adalah sebuah fungsi yang melibatkan perpindahan, pengaturan perpindahan  dan penyimpanan material, dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok serta sampai ke pelanggan akhir.

Menurut Christopher (2005)

Logistik didefinisikan sebagai suatu proses yang secara strategis mengelola pengadaan, pergerakan, dan penyimpanan material, suku cadang dan barang jadi beserta aliran informasi terkait, melalui organisasi serta kanal-kanal pemasarannya, di mana keuntungan suatu perusahaan tersebut dapat dimaksimalkan, baik untuk saat ini atau pun juga untuk diwaktu mendatang, dengan cara pemenuhan pesanan yang efektif.

Menurut Yolanda M. Siagian (2005)

Pengertian logistik adalah bagian dari proses rantai suplai (supply chain) yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif dan efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen

Menurut Gattorna dan Walters

Logistik adalah aspek manajemen strategis yang bertanggung jawab mengelola akuisisi, pergerakan dan penyimpanan barang mentah, bahan setengah jadi dan informasi-informasi yang menyertainya dalam suatu organisasi dan saluran pemasaran untuk memenuhi harapan pelanggan sehingga dapat mencapai aspek keuntungan perusahaan.

Menurut Council of Logistic Management (1992)

Definisi logistik adalah proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian efisiensi, aliran biaya yang efektif dan penyimpanan bahan mentah, bahan setengah jadi, barang jadi dan informasi-informasi yang berhubungan dari asal titik konsumsi dengan tujuan memenuhi kebutuhan.

Menurut Bowersox (1978)

Logistic adalah proses pengolahan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan barang, suku cadang dan barang jadi dari pemasok, diantara fasilitas-fasilitas perusahaan dan kepada pelanggan.

Tujuan dan Manfaat Logistik

Seluruh aktivitas logistik dikerjakan guna mencapai sebuah tujuan, yaitu tersedianya suatu produk atau  barang di lokasi yang tepat pada waktu yang tepat.

Beberapa rangkaian kegiatan logistik yang dilakukan perusahaan adalah pengadaan barang, menyimpan barang dan mendistribusikan barang.

Ada standar kinerja atau performa tertentu yang harus dicapai  dalam proses dari aktivitas logistik tersebut untuk bisa dikatakan berhasil.

Secara umum tingkatan kinerja yang harus dicapai dalam aktivitas logistik adalah terciptanya keseimbangan antara kualitas pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dibandingkan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan.

Setidaknya ada dua faktor utama yang digunakan untuk menentukan kualitas kinerja logistik.

Faktor pertama adalah pelayanan yang mampu diberikan perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen atau pelanggan.

Faktor kedua adalah biaya yang tercipta sebagai akibat dari hadirnya serangkaian aktivitas logistik tersebut.

Parameter untuk kualitas pelayanan logistik tentu bermacam-macam, seperti :

  • Ketepatan waktu pengiriman.
  • Ketepatan titik pengiriman.
  • Kondisi barang pada saat diterima konsumen (berhubungan dengan loading / unloading, transportasi dan penyimpanan barang).
  • Data dan informasi yang mudah dimengerti.
  • Proses administrasi yang simple.

Sedangkan parameter biaya dalam logistik akan berhubungan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang bisa dicapai.

Parameter biaya ini biasanya dibreakdown untuk setiap aktivitas yang terjadi dalam satu proses logistik.

Sistem Logistik

Logistik adalah sebuah sistem, artinya ada berbagai komponen didalamnya, yang digunakan untuk memastikan semua fungsinya berjalan dengan baik.

Secara umum ada lima komponen utama yang harus ada pada sistem logistik yang berkinerja baik, yaitu :

sistem logistik

#1 : Lokasi Fasilitas Logistik

Jaringan lokasi fasilitas adalah komponen yang harus dan wajib dimiliki oleh suatu perusahaan.

Salah satu cara untuk menurunkan biaya logistik adalah dengan mencari lokasi fasilitas logistik, seperti pabrik, warehouse, dan distribution center yang dapat meminimalkan biaya transportasi, biaya pengelolaan warehouse, dan biaya distribusi produk.

Lokasi pabrik yang tepat akan mampu menurunkan biaya transportasi inbound logistik yaitu biaya transportasi material dari pemasok ke pabrik.

Perusahaan juga berusaha memilih lokasi pabrik yang dekat dengan pasokan material, lokasi yang dekat dengan tempat dimana bisa mendapatkan tenaga kerja yang lebih murah, dan pemilihan lokasi gudang yang disesuaikan dengan kawasan produksi dan wilayah distribusi penjualan dan pemasaran.

Artinya dalam sistem logistik pemilihan lokasi fasilitas memegang peranan yang cukup penting.

#2 : Transportasi

Transportasi adalah komponen utama dan paling penting dalam sebuah sistem logistik selain persediaan (stok) dan penyimpanan (gudang).

Bahkan logistik seringkali diidentikan dengan kemampuan perusahaan untuk memindahkan barang dari suatu tempat (asal) ke tempat lainnya (tujuan).

Ada beberapa alternatif yang bisa digunakan perusahaan untuk mendukung berbagai kemampuan komponen transportasi tersebut, yaitu:

  • Memiliki alat atau armada transportasi sendiri, dengan berbagai metode pembelian / kepemilikan.
  • Membuat kerjasama tertentu dengan perusahaan transporter agar bisa mendapatkan kontrak jasa pengangkutan.

Agar sistem logistik memberikan hasil yang maksimal, perusahaan harus memperhatikan beberapa faktor yang bisa memengaruhi kualitas pelayanan transportasi,

Seperti kecepatan pengiriman, ketepatan barang, konsistensi pengiriman, bahkan harga yang harus kompetitif.

#3 : Manajemen Pengadaan Persediaan

Manajemen pengadaan persediaan dalam sistem logistik adalah bagian dari struktur perusahaan yang berfungsi untuk merencanakan, mengelola, mengendalikan dan mengatur tingkat persediaan barang.

Perusahaan harus mampu menjamin persediaan agar selalu berada dalam jumlah yang cukup, tidak berlebih, namun tidak kurang dari jumlah minimal yang sudah ditentukan.

Persediaan yang berlebih, akan menimbulkan biaya yang lebih tinggi yang diakibatkan, penggunaan sumber daya yang tidak semestinya, potensi kerusakan barang, biaya penggunaan ruang, dan lain-lain.

Tujuan utama dari pengadaan persediaan adalah untuk bisa mempertahankan kuantitas dan kualitas  barang yang sesuai dengan sasaran pelayanan.

#4 : Komunikasi

Komunikasi merupakan komponen sistem logistik yang cukup penting yang berfungsi untuk saling berbagi informasi pada seluruh aktivitas logistik.

Sistem komunikasi yang tidak baik dalam sistem logistik berpotensi menimbulkan berbagai masalah seperti :.

Data dan informasi yang diberikan bisa tidak akurat, dan tentu akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang juga kurang tepat.

Keputusan yang kurang tepat bisa menimbulkan kekurangan persediaan barang tertentu dan atau kelebihan persedian barang yang lainnya.

Bisa juga berimbas pada komitmen yang tidak semestinya, baik terhadap supplier, pelanggan atau mitra kerja, dan juga ke konsumen atau pemakai jasa akhir.

Selain itu, sistem komunikasi yang tidak baik bisa menimbulkan ketidak stabilan dalam proses evaluasi terhadap total operasional logistik.

#5 : Penyimpanan

Penyimpanan dalam logistic system mencakup seluruh aspek operasional logistik seperti penanganan material, pergerakan, dan pengemasan.

Seluruh aspek tersebut berkaitan dengan arus persediaan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan atas suatu barang atau material tertentu.

Penanganan Material (Material Handling)

Penanganan material adalah salah satu bentuk aktivitas transportasi yang dilakukan dalam perusahaan industri, untuk memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan

Pengemasan (Packaging)

Pengemasan atau packaging  adalah sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi yang berfungsi untuk menyiapkan barang agar siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan digunakan kembali.

Pergudangan dan Penyimpanan (Warehousing & Storage)

Warehousing dan storage adalah komponen dalam sistem logistik dengan fungsi utama melakukan penyimpanan secara sementara, barang, bahan atau material, atau barang jadi untuk digunakan pada proses lebih lanjut.

Tata letak pergudangan dan penyimpanan ini harus diatur sedemikian rupa, sehingga proses secara keseluruhan yang melibatkan dukungan logistik bisa dilakukan dengan baik.

Termasuk jika perusahaan memiliki beberapa tempat pengolahan yang berjauhan dan titik distribusi utama yang juga berjauhan,

Maka tata letak pergudangan dan penyimpanan benar-benar harus dipikirkan matang-matang, karena memiliki pengaruh yang sangat besar.

Peranan Logistik dalam Perusahaan

Departemen atau divisi logistik yang beroperasi secara efektif akan bisa memberikan dukungan yang sangat besar ke perusahaan, baik untuk aspek produksi maupuan untuk aspek pemasaran.

Berikut ini adalah beberapa peranan logistik dalam perusahaan.

Dukungan pada Distribusi Pemasaran

Logistik memiliki peranan yang sangat besar dalam sistem distribusi sebuah produk, sehingga kepastian persediaan dititik-titik penjualan, distribusi dan pemasaran bisa terjamin.

Ketersediaan produk atau barang dititik-titik distribusi atau stock point memastikan aktivitas penyaluran barang dan penjualan bisa berjalan dengan baik.

Ketersediaan barang dititik-titik penjualan atau point of sales, baik di level saluran menengah atapun saluran akhir, akan memastikan proses komunikasi pemasaran bisa dijalan dengan baik.

Aktivitas komunikasi pemasaran dan penyaluran barang pada waktu dan tempat yang tepat (right time dan right place) akan memastikan produk sampai ke pengguna akhir sesuai sasaran (target market).

Meningkatkan Retensi Pelanggan

Logistik yang baik, akan memastikan produk (barang atau jasa) tersebar dan tersalurkan pada titik yang tepat pada waktu yang tepat dengan harga yang tepat.

Kondisi ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan baik dilevel saluran atau trader maupun pelanggan di level konsumen akhir atau consumer.

Kepuasan pelanggan akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan loyalitas pelanggan akan meningkatkan retensi pelanggan, dan retensi pelanggan yang tinggi menurunkan biaya yang artinya meningkatkan profit perusahaan.

Memberikan Nilai Tambah

Perusahaan harus terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produk dan pelayananya, dengan tujuan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan dan konsumen.

Salah satunya dengan sistem logistik yang mampu memberikan nilai tambah kepada konsumen dalam hal utilitas tempat dan waktu (right place dan right time).

Utilitas tempat atau right place adalah suatu nilai yang ditambahkan atau dibentuk pada produk dengan membuat produk tersebut selalu tersedia untuk pembeli atau pelanggan.

Sedangkan utilitas waktu atau right time adalah suatu nilai yang diperoleh dengan membuat suatu produk yang bisa diterima dalam waktu yang tepat saat pelanggan atau konsumen akhir membutuhkan.

Perpindahan Produk Secara Efisien

Sistem logistik yang baik akan  memenuhi kaidah  7Rs logistic, agar pelanggan bisa mendapatkan manfaat dari produk tersebut.

Konsep 7Rs logistic adalah aktivitas proses logistik yang bersifat :

  1. Right product, produk yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki,
  2. Right quantity, jumlah yang tepat, tidak berlebih dan tidak ada yang kurang,
  3. Right place, di tempat yang tepat, dimana bisa dijangkau dengan mudah dan effortless,
  4. Right time, pada waktu yang tepat atau saat dibutuhkan,
  5. Right condition, serta dalam kondisi yang tepat sebagaimana mestinya,
  6. Right price, biaya yang lebih bersahabat,
  7. Right customer, pelanggan sesuai sasaran.

Lebih Ekonomis

Sistem logistik yang efisien dan juga ekonomis merupakan aset utama yang wajib dipelihara dan dijaga oleh perusahaan.

Dengan perusahaan mampu menyediakan produk ke pelanggan secara cepat dengan biaya yang kompetitif, maka perusahaan memiliki keunggulan untuk meningkatkan pangsa pasar yang lebih besar dibandingkan pesaing dengan sistem logistik yang buruk.

Selain itu, dengan tercapainya skala ekonomis dan efisiensi dibidang logistik, produk bisa lebih bersaing baik secara harga maupun dengan penambahan nilai lebih untuk pelanggan.

Sehingga upaya perusahaan untuk membuat produk mereka eksis dipasar akan semakin terbuka.

7 Fungsi Utama dalam Manajemen Logistik

Manajemen logistik adalah bagian dari manajemen rantai pasokan (supply chain) untuk menyediakan dan menyesuaikan permintaan konsumen dengan sejumlah tahapan.

Berikut 7 fungsi utama dari penerapan manajemen logistik, yaitu:

Fungsi Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan

Pada fungsi perencanaan dan pemenuhan kebutuhan artinya manajemen logistik harus mendesain dan menentukan bagaimana serta berapa banyak kebutuhan barang pada suatu kegiatan.

Dalam membuat perencanaan, harus didahului dengan analisa terkait kebutuhan barang yang akan digunakan, ketersediaan barang tersebut serta skala prioritasnya.

Selain itu perencanaan dan pemenuhan kebutuhan tersebut haruslah disesuaikan dengan anggaran yang telah dibuat, aspek ketersediaan dan kemudahan akses untuk mendapatkan barang tersebut.

Fungsi Penganggaran

Fungsi kedua dari manajemen logistik adalah budgeting atau penganggaran, yang memiliki tujuan memastikan bahwa kegiatan pengadaan barang harus sesuai dengan budget yang tersedia.

Budget atau anggaran yang dibuat harus didasarkan pada aktivitas yang sudah ada dalam perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan adanya budget, maka pengendalian aktivitas akan bisa lebih baik, karena salah satu fungsi dari budgeting adalah sebagai alat pengendali operasional logistik.

Saat ada ketidak sesuaian antara realisasi dengan anggaran yang sudah ditetapkan, maka perlu dilakukan analisa atas gap tersebut.

Hal ini berlaku ketika terjadi varian positif terlebih saat terjadi varian negatif.

Fungsi Pengadaan

Fungsi ketiga dari manajemen logistik adalah pengadaan, baik saat kondisi sesuai dengan apa yang ada dalam perencanaan maupun kondisi sebaliknya.

Saat kondisi berjalan sesuai dengan perencanaan, fokus pengadaan adalah memastikan barang tersedia sesuai dengan kebutuhan, baik aspek jenis, kualitas, kuantitas, maupun aspek lainnya.

Tools & Templates

Saat keadaan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, biasanya akan berimbas pada biaya yang seringkali tidak sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Pada kondisi yang demikian, seringkali manajemen logistik harus berfikir keras mencari berbagai solusi untuk bisa memenuhi kebutuhan barang tersebut dengan anggaran yang ada.

Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran

Fungsi keempat dari manajemen logistik adalah penyimpanan dan penyaluran yang merupakan fungsi utama atau aktivitas utama dari operasional logistik.

Pada fungsi ini logistik harus melakukan penyimpanan ditempat yang seharusnya atas barang -barang yang telah didapatkan.

Berikutnya barang-barang tersebut disalurkan atau didistribusikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap barang tersebut.

Fungsi Pemeliharaan

Pada fungsi kelima ini, manajemen logistik harus melakukan pemeliharaan atas barang-barang yang menjadi tanggungjawabnya.

Barang-barang tersebut perlu diawasi  dan juga dirawat agar barang terhindar dari kerusakan yang tidak seharusnya.

Fungsi Penghapusan

Fungsi berikutnya dari manajemen logistik adalah penghapusan, yang memiliki fungsi menghapuskan atau membuang kerusakan yang terjadi pada barang atau produk.

Saat terjadi kerusakan pada barang atau produk, maka kerusakan tersebut harus dihapuskan atau dibuang.

Caranya, dengan memperbaiki barang tersebut, dengan membeli bahan atau barang yang serupa atau menggantinya dengan barang yang lain.

Jadi fungi penghapusan disini adalah untuk memisahkan atau mengeliminir barang yang rusak, memperbaiki barang yang rusak atau mengganti barang yang rusak dengan yang lebih sesuai.

Fungsi Pengendalian

Yang terakhir dari fungsi manajemen logistik adalah pengendalian, yaitu bagaimana manajemen melakukan pengendalian atas keenam fungsi yang lain tersebut.

Dalam fungsi pengendalian ini tentu melibatkan peran dari seorang manager logistik.

Manager logistik harus mampu mengendalikan keenam fungsi di atas dengan baik.

Tujuan fungsi pengendalian adalah untuk memastikan setiap fungsi manajemen logistik dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Baca juga :

Distribusi : Pengertian, Definisi, Tujuan dan Fungsinya

Kenali Lebih Dekat, Saluran Distribusi Pemasaran Anda

Penutup

Demikian pembahasan kita mengenai logistik, pengertian, manfaat serta peran logistik dalam perusahaan.

Dengan kita memahami konsep logistik ini dengan baik, maka kita akan mampu membuat sistem logistik yang baik untuk perusahaan atau bisnis kita.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Picture : Freepik

Leave a Comment