Excellent Service, Selling Distribution

7 Cara Meningkatkan Penjualan Ritel Melalui Checkout Counter

checkout-counter

SELLING – RETAILER

Checkout counter, atau meja kasir adalah salah satu bagian dari gerai yang cukup penting, yang memiliki banyak fungsi selain fungsi dasarnya, yaitu melayani pembayaran.

Pada ritel modern, fungsi checkout counter sudah banyak mengalami pergeseran, selain untuk pembayaran juga berfungsi untuk promosi dan beberapa aktivitas untuk meningkatkan penjualan.

Ada banyak cara untuk meningkat penjualan melalui checkout counter ini, terutama yang berhubungan dengan impulse buying (pembelian impulsif).

Berikut ini beberapa cara atau tahapan untuk meningkatkan penjualan ritel melalui checkout counter, yaitu :

  • Pilihlah Barang yang Tepat
  • Buat Design yang Menarik
  • Perhatikan Signage (Papan Petunjuk)
  • Selalu ada Penawaran Khusus
  • Ingatkan tentang Program Promo
  • Lakukan Cross Selling dan up Seling
  • Sertakan Brosur, Katalog, dan sejenisnya

Yuk satu per satu kita bahas bareng-bareng.

 

# 1 : Pilihlah Barang yang Tepat

Ini langkah pertama yang harus kita kerjakan untuk memaksimalkan penjualan melalui checkout counter, memilih barang-barang yang tepat, yang sesuai untuk diletakkan atau dipajang di sini.

Ada beberapa kriteria barang yang cocok untuk di-display di area ini, seperti :

  • Ukuran barang harus kecil, sehingga mudah untuk dijelajahi hanya dengan berdiri saja.
  • Lebih baik jika memiliki keterkaitan dengan jenis barang utama yang dijual di gerai tersebut.
  • Bisa juga barang-barang yang memang sering dibutuhkan, seperti candy, snack, aksesoris, dll.
  • Nilai barang tidak terlalu besar, sehingga bukan sesuatu yang sulit untuk memutuskannya.
  • Atau barang yang sedang ada promosi khusus, namum itemnya jangan terlalu banyak, cukup satu dua item saja.

Intinya adalah barang dalam ukuran kecil, yang pembeliannya tidak banyak pertimbangan, dengan harga yang tidak terlalu mahal (lakukan beberapa test untuk mendapatkan barang dengan harga yang paling tepat untuk di letakkan di counter).



Dengan pemilihan barang yang tepat, maka tidak terasa akan terjadi peningkatan penjualan yang berasal dari display checkout counter ini.

 

# 2 : Buat Design yang Menarik

Berikutnya yang harus diperhatikan adalah design yang menarik, yang mampu mencuri perhatian konsumen / pengunjung gerai tersebut.

Jangan men-display barang dalam jumlah yang berlebih, sehingga mengganggu pengunjung yang sedang antri di kasir (checkout counter).

Berikan ruang yang cukup, sehingga pengunjung masih bisa leluasa bergerak sambil melihat-lihat display di COC tersebut.

Selain itu akan sangat baik jika design memiliki tema khusus, yang sering kali disesuaikan dengan hari khusus (kadang pakaian sales counter juga menyesuaikan dengan tema tersebut).

Agar design menarik dan mampu mencuri perhatian pengunjung, maka design display ini harus sering diganti, diubah atau ditambahkan pernik-pernik tertentu.

Jaga selalu kebersihan, baik item barang yang dipajang, maupun rak yang digunakan untuk display, dan segera ganti jika ada media promo yang sudah rusak disana.

 

# 3 : Perhatikan Signage (Papan Petunjuk)

Gunakan signage secara maksimal, maksudnya area display tidak harus dipenuhi dengan signage dalam jumlah yang banyak, tetapi beberapa signage yang cukup lengkap.

Selain petunjuk sebagai counter pembayaran, signage berfungsi untuk mengingatkan akan program promo yang ada di gerai tersebut, atau promo khusus yang sedang berjalan.

Bisa juga difungsikan sebagai papan reklame kecil, yang dipasang sedemikian rupa yang menarik, tetapi memiliki estetika dan tidak mengganggu fungsi utama counter.

Kemudian pasang juga promo yang memiliki sifat atau efek khusus, seperti discount besar hanya untuk hari itu saja, discount untuk jumlah tertentu, discount jika belanja kategori / merek tertentu, dan berikan batasan yang menciptakan urgensi.

 

# 4 : Selalu ada Penawaran Khusus

Salah satu fungsi checkout counter adalah sebagai media promosi, dan memang cukup powerful, karena letaknya yang strategis, dimana semua pengunjung pasti berada di area tersebut untuk waktu tertentu.

Sebagai akibatnya perhatian pengunjung yang sedang menuju kasir tersebut akan bisa dengan mudah tertuju pada promo atau penawaran khusus yang diberikan di counter tersebut.

Bentuk penawaran khusus ini harus dimaksimalkan, dimulai dari signage yang biasanya ditulis dalam font type tertentu dengan size yang cukup besar sehingga terbaca pada jarak tertentu.

Kemudian penawaran khusus ini ditambahkan informasi yang lebih detail yang terbaca dalam jarak dekat sehingga konsumen bisa membacanya sembari menunggu di kasir.

Dan saat pembayaran sedang berlangsung, kasir berkewajiban untuk mengingatkan mengenai program khusus tersebut, tawarkan dengan sopan dan dengan sungguh-sungguh, bukan sambil lalu.

 

# 5 : Ingatkan tentang Program Promo

Selain mengingatkan program khusus, kasir juga bisa mengingatkan beberapa program promo yang sedang berlangsung disana.

Hal ini dilakukan, karena bisa saja konsumen belum mengetahui program tersebut, atau kurang memperhatikan program tersebut.

Bentuk media promo yang sering digunakan di gerai adalah media gambar (tulisan), atau media visual, yang tentu cukup menarik bagi mereka dengan type visual.

Bagaimana dengan pengunjung yang memiliki type auditory dan kinestetik, pasti media visual kurang menarik baginya, jadi dengan kasir menyampaikan program tersebut maka perhatian dari pengunjung auditory bisa dimaksimalkan.

Selain mengingat dengan percakapan, kasir berkewajiban untuk menunjukan produk dan informasi promonya dengan menggunakan tangan, hal ini membantu pengunjung type visual untuk melihat dan merangsang type kinestetik untuk mendekati dan mengamati lebih detail.

 

# 6 : Lakukan Cross-Selling dan Up-Selling

Ya benar, menjalankan strategi cross-selling dan up-selling sangat besar dampaknya untuk meningkatkan penjualan.

Cross-selling dilakukan oleh kasir sambil melakukan proses penghitungan, kasir tidak boleh melakukan cross-selling dengan menggantikan aktivitas utama terlalu lama, karena pengunjung bisa marah karena terlalu lama antri.

Cross selling adalah memberikan penawaran produk dengan fungsi melengkapi produk-produk yang dibeli pengunjung yang mungkin terlupakan atau yang ada promosi yang benefitnya belum diketahui pengunjung.

Saat konsumen membeli sabun cuci, kasir bisa menawari pelembut dan pewangi, saat ada sabun mandi dan shampo, kasir bisa menawari pasta gigi dan sikat gigi, demikian seterusnya.

Sedangkan up-selling adalah bentuk strategi penjualan dengan menawarkan barang yang memiliki fungsi sama namun dengan nilai tambah (added value).

Tentu saja karena ada nilai tambahnya, maka harganya pun akan bertambah, sehingga total belanja diharapkan akan bertambah.

Sebagai contoh, saat pengunjung membeli barang dalam kemasan kecil atau sedang, kasir bisa menawarkan kemasan family dan tentu dengan menyebutkan selisih harga yang bisa di saving.

Saat konsumen membeli memory / flash disk dengan kapasitas 8 GB, kasir bisa menawarkan flash disk dengan kapasitas yang lebih besar, lagi-lagi sebutkan benefit dan uang yang bisa di-saving.

 

Baca juga : 3 Strategi yang mampu meningkatkan penjualan, Cross Selling, Up Selling dan Bundling

 

# 7 : Sertakan Brosur, Katalog, dan sejenisnya

Langkah terakhir adalah dengan menyertakan berbagai media promosi seperti brosur, katalog produk ke dalam keranjang pengunjung.

Dengan menyertakan brosur dan atau katalog ini, diharapkan konsumen akan tertarik untuk berbelanja beberapa produk yang terlupakan, atau tertarik dengan informasi dan program promo yang ada di sana.

Mungkin konsumen tidak melakukan pembelian pada waktu tersebut, tetapi diharapkan akan balik lagi sesegera mungkin dengan kuantitas belanja yang lebih besar lagi.

 

Demikian tadi sekilas pembahasan kita mengenai bagaimana memaksimalkan fungsi checkout counter untuk mendorong dan meningkatkan penjualan.

Yang perlu diperhatikan disini, fungsi utama dari checkout counter tetap harus diutamakan, terutama dari segi pelayanan, seperti kenyamanan dan kecepatan.

Jangan sampai konsumen terganggu oleh penawaran yang diberikan kasir (karena kasir memberikan penawaran dan informasi secara bertubi-tubi tanpa memperhatikan respon dari konsumen), atau kenyamanannya terganggu.

Dan kecepatan pelayanan juga tetap menjadi prioritas utama, itulah sebabnya sangat penting untuk memiliki sales counter tambahan, yang bertugas membantu konsumen, termasuk memberikan penjelasan jika dibutuhkan, dan membantu kasir dengan menata barang-barang yang sudah dihitung kedalam tas belanja konsumen.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga mendapatkan manfaat, dan jangan lupa untuk meninggalkan pesan di kolom komentar.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

 

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini
Tagged , , ,

1 thought on “7 Cara Meningkatkan Penjualan Ritel Melalui Checkout Counter

  1. Tips yg disajikan cukup menarik,,,
    Aplikatif
    Beberapa sudah saya kerjakan, spt pemaksimalan signage, brosur, mengingatkan mengenai promo.
    Utk cross selling sering kelupaan,,
    Kalau yg up selling masih belum sih

Leave a Reply

Your email address will not be published.