Mengenal One To One Marketing

Agus Octa

ONE TO ONE MARKETING

One to one Marketing adalah salah satu model pemasaran yang bersifat pribadi (personal) atau pemasaran yang dipersonalisasi (personalised marketing).

Strategi one-to-one marketing ini akan membuat orang seperti menjadi pelanggan atau konsumen utama perusahaan, karena setiap produk didesain khusus untuk dirinya.

Meski kita tahu, bukan hal mudah bagi perusahaan untuk benar-benar mediferensiasikan sebuah produk satu persatu untuk setiap target market.

Namun jika perusahaan tersebut bisa melakukan, membuat produk yang spesifik untuk satu target market yang mereka sasar, maka mereka akan bisa mendapatkan pelanggan dalam jumlah besar dan memiliki potensi yang tinggi.

Apalagi untuk saat ini, dalam era internet marketing seperti sekarang ini, konsep one-to-one marketing telah menjadi cara yang luar biasa untuk mendapatkan pelanggan yang tepat dan potensial.

Dan hampir semua perusahaan yang berorientasi pada konsep personalized marketing ini, akan selalu menggunakan internet sebagai basis datanya.

Karena dengan menggunakan media internet, semua orang akan  dapat melakukan kustomisasi  sedemikian rupa sehingga memberikan kesempatan konsumen untuk memilih produk yang disukai.

Konsumen bisa memilih dan menentukan model produk yang mereka inginkan dengan memberikan opsi pilihan diferensiasi yang ada di media internet.

Dan konfigurasi pilihan tersebut akan memberikan hasil pada perusahaan berupa produk yang spesifik  yang diinginkan oleh konsumen tersebut.

Artinya konsumen akan bisa mendapatkan produk dengan spesifikasi persis seperti yang mereka inginkan, dalam model, bentuk warna, fungsi, harga, dan berbagai opsi lainnya, dengan mudah dan sangat cepat.

Pengertian One to One Marketing

konsep one to one marketing

Model pemasaran atau penjualan one to one marketing ini dipopulerkan oleh Don Pappers dan Martha Rogers dalam the One to One Future.

Model One to one marketing ini juga merupakan bagian dari pemasaran CRM – customer relationship management, yang digunakan untuk memperoleh dan memelihara informasi pelanggan di perusahaan yang berorientasi pada konsumen.

Pemasaran one to one marketing ini dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) secara keseluruhan, loyalitas pelanggan (customer loyalty), serta retensi pelanggan (customer retention).

Dalam konsep pemasaran one to one marketing ini, perusahaan mencoba membangun varian produk yang menargetkan segmen populasi tertentu.

Dengan demikian hal ini membutuhkan interaksi tingkat tinggi antara perusahaan dan pelanggan yang merupakan basis one to one marketing.

Untuk bisa menggunakan konsep ini, kita harus melalui empat langkah kerangka one to one marketing, yaitu :

#1 :  Identifikasi Prospek dan Pelanggan

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus memastikan bahwa perusahaan, bisnis atau produk kita tidak menargetkan pasar massal secara membabi buta.

Terkecuali produk tersebut memang benar-benar merupakan produk dengan sifat pasar massal atau menjadi produk yang bersifat masal.

Akan lebih baik bagi perusahaan jika memilih segment target tertentu terlebih dahulu, baru kemudian membidik segmen target berikutnya jika sudah bisa menguasai segmen pasar tersebut.

Dengan cara ini, akan membuat bisnis atau produk kita akan menjadi tetap kuat di segment target yang pertama pada saat kita melakukan ekspansi ke target segment yang lain.

Jadi dengan one to one marketing, di mana kita bisa berinteraksi dengan pelanggan secara langsung, akan membantu kita melakukan identifikasi prospek serta pelanggan kita di waktu yang akan datang.

Karena profile dari konsumen atau pelanggan yang sudah mengkonsumsi produk atau jasa kita, memberikan gambaran bagaimana profil yang pas untuk produk atau jasa kita, serta bagaimana mereka mengkustomisasi produk atau jasa kita, juga bisa kita gunakan untuk mendesain bentuk layanan atau fitur yang paling disukai konsumen kita.

#2 : Membedakan Basis Pelanggan berdasarkan Kebutuhan dan Nilai

Untuk bisa menggunakan konsep one to one marketing secara optimal atau agar konsep ini berdampak maksimal, maka kita harus membedakan basis pelanggan kita berdasarkan kebutuhan dan nilai mereka ke perusahaan.

Setiap perusahaan pasti memiliki kelompok pelanggan utama yang memberi perusahaan tersebut margin yang maksimal.

Jika kita lihat konsep pelanggan struktur piramida pelanggan, kita akan menemukan platinum customer atau pelanggan utama, dan gold customer atau pelanggan besar.

Platinum dan gold customer ini, adalah pelanggan yang memberikan kontribusi margin yang sangat tinggi di setiap perusahaan.

Dengan berkonsentrasi pada kelompok pelanggan utama dan besar (platinum dan gold customer) ini, kita bisa memastikan bahwa margin perusahaan tetap tinggi.

Perusahaan perlu memastikan bahwa ia berkonsentrasi pada pelanggan yang sudah ada (existing customer) maupun pelanggan baru (new customer) pada titik waktu yang sama, yaitu pelanggan dan atau konsumen yang memberikan margin besar (platinum dan gold customer).

Dengan memberi nilai pada kedua kelompok pelanggan tersebut, kita akan dapat memperluas basis customer kita.

Jadi, kita membedakan pelanggan atau mengelompokan pelanggan berdasarkan nilainya sendiri atau kebutuhan mereka.

Pelanggan yang dipertahankan oleh perusahaan kita adalah pelanggan utama dan besar yang menghargai produk kita sedangkan pelanggan baru yang masuk ke perusahaan kita adalah pelanggan  yang membutuhkan produk kita yang juga platinum dan gold customer dalam strukur piramida pelanggan.

#3 : Berinteraksi dengan Pelanggan secara Personal

Dengan berinteraksi dengan pelanggan secara personal, kita akan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang mereka dengan lebih baik.

Kondisi ini akan membantu dalam membangun hubungan baik yang kuat (strong relationship) dengan pelanggan kita.

Dengan mengetahui dan memahami pelanggan tersebut, kita bisa memberikan produk dan layanan yang bersifat personal atau dikustomisasi dengan profil mereka.

Akibatnya tingkat kepuasan pelanggan akan meningkat, karena mereka serasa menjadi pelanggan satu satunya atau pelanggan utama.

Pelanggan yang puas dan telah berinteraksi dengan perusahaan juga akan merekomendasikan perusahaan atau produk tersebut kepada teman-teman dan orang-orang tersekat mereka (advocate).

Sekali lagi, dengan berinteraksi secara individual dan personal dengan pelanggan, kita akan dapat memahami kebutuhan unik dan spesifik pelanggan tersebut, dan dengan demikian kita bisa memberikan penawaran yang disesuaikan untuk setiap segmen pelanggan.

Inilah tepatnya poin selanjutnya dari penggunaan konsep one to one marketing atau personalised marketing tersebut.

#4 : Sesuaikan Layanan Produk dan Pesan untuk Setiap Pelanggan

Sebagai gambaran, kita bisa menggunakan sebuah bank, bagaimana sebuah bank menargetkan pelanggan mereka.

Untuk saat ini, jika kita melihat bank, maka kita akan melihat bahwa mereka memiliki produk keuangan yang bervariasi dan umumnya dalam jumlah besar.

Setiap produk keuangan memiliki target segmen pelanggan yang berbeda. Misal produk ‘Rencana Asuransi’ dapat membidik target market seorang ayah yang mencari asuransi untuk dirinya sendiri.

Sementara itu produk ‘Rencana Keuangan’ dapat membidik target market mereka yang sudah mapan seperti orang-orang yang telah masuk masa pensiun.

Pesan komunikasi dan produk untuk setiap jenis penawaran ini berbeda, yang tentu saja membidik target market yang berbeda juga.

Dengan demikian entitas ini menyesuaikan pesan serta produk mereka agar lebih pas dan lebih baik terhubung dengan pelanggan mereka.

Satu jenis produk, satu segment target yang disasar, satu pesan khusus yang digunakan, spesifik sekali.

Pemasaran model one to one marketing ini tidak berlaku untuk semua perusahaan, tetapi umumnya hanya berlaku untuk perusahaan yang memiliki basis pelanggan yang sangat besar.

Ini karena konsep one to one marketing membutuhkan investasi yang tinggi dalam hal database pelanggan yang harus disimpan.

Investasi ini berupa biaya untuk kebutuhan server, jaringan, pergudangan data (data warehousing) dan untuk operasional serta pemeliharaan database tersebut.

One to one marketing dapat sangat berguna di perusahaan seperti bank, chain store – retailer, chain store – resto, chani store – apotik, distributor dengan banyak cabang dan lainnya.

Ini adalah perusahaan yang benar-benar harus berhasil menjual produk mereka sendiri dan karena itu mereka juga memiliki banyak lini produk.

Para pelanggan dari perusahaan-perusahaan besar tersebut, umumnya di-generate melalui perusahaan itu sendiri, dan mereka akan memperbarui produk mereka secara teratur.

Simpulan One to One Marketing

Jadi one to one marketing adalah sebuah konsep pemasaran yang membidik target market secara spesifik dengan produk yang dibuat khusus untuk mereka dan tentu saja dengan pesan komunikasi yang juga dibuat khusus.

Dengan cara demikian maka ada kesatuan antara produk, target market, isi atau materi pesan, bahkan media yang digunakan untuk men-deliver yang juga khusus.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Salam sukses dan bahagia

Picture :

Artikel ini diterbitkan pertamakali pada Senin, 18 July 2022

2 thoughts on “Mengenal One To One Marketing”

  1. One to one marketing itu apa hanya untuk perusahaan besar saja?
    perusahaan yang memiliki pengolah data yang sudah canggih seperti bank, bagaimana jika UKM ingin menerapkan model one to one marketing ini ???

    Reply
    • Kunci keberhasilan OTO Marketing ada pada cara kita membagi pelanggan, kemampuan kita untuk bisa beriteraksi secara personal (atau dipersepsi personal) dan menyesuaikan pesan komuniksi. layanan, produk untuk setiap pelanggan (kelompok pelanggan).
      Jika UKM bisa melakukan hal ini, maka UKM tersebut juga bisa menerapkan konsep ini.
      Misalnya dengan menggunakan kekuatan internet, UKM bisa membuat website / toko online dan membangun database disana, kemudian melakukan komunikasi untuk tiap kelompok pelanggan dalam databsenya secara khusu.

      Reply

Leave a Comment