Cashflow Quadrant – Kita Ada Dimana?

Cashflow-kwadran

MINDSET – CASHFLOW QUADRANT

Kita yang ada di dunia ini, secara umum terbagi menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kesamaan dalam upaya pemenuhan kebutuhan finansial kita,

Yaitu mereka yang aman secara finansial dan mereka yang bebas secara finansial, dimana masing-masing masih terbagi lagi menjadi dua kelompok besar.

Yang pertama, mereka yang mencari pekerjaan dengan bayaran yang paling bagus yang bisa mereka capai untuk menjamin kehidupannya, agar aman secara finansial.

Yang kedua, mereka yang membangun dan memiliki sebuah keahlian untuk kemudian menjual keahlian mereka dengan harga terntentu, agar mendapatkan keamanan secara finansial.

Dua kelompok aman di atas dilatarbelakangi oleh pola pikir “Saya harus bekerja dan mendapat gaji tinggi, dan saya akan hidup aman secara keuangan sampai tua nanti’.

Kelompok yang ketiga adalah mereka yang senang mencari peluang, sekaligus mencari orang yang ahli mengerjakan peluang tersebut.

Kelompok terakhir adalah mereka yang memiliki kemampuan melihat potensi dari sebuah bisnis, dan senang menginvestasikan dana mereka di bisnis yang bagus atau berpotensi bagus tersebut.

Sementara dua kelompok bebas ini memiliki pola pikir, ‘Saya harus membuat sistem yang bisa menjamin kebebasan waktu dan keuangan saya, agar bisa menikmati kebebasan waktu dan keuangan untuk saya dan anak cucu saya.’

Cash Flow Quadrant

Jika kita perhatikan, terdapat dua perbedaan besar dalam pola pikir yang berhubungan dengan finansial dari empat kelompok tersebut.

Robert T Kiyosaki, menyebutnya Cashflow Quadrant, yaitu empat kuadran yang masing-masing berisi sekelompok orang yang memiliki kesamaan dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Dari empat kuadran tersebut, dua di kuadran kiri (untuk kelompok aman secara finansial) dan dua lagi di kuadran kanan (untuk kelompok bebas secara finansial).

Dua kuadran kiri untuk sekelompok orang dengan dengan aktivitas pekerja (pada orang lain / perusahaan) dengan simbol E (Employee)  dan pekerja mandiri, dengan simbol S (Self emplyee / Small business owner).

Sedangkan, dua kuadran kanan untuk mereka yang memiliki aktivitas mengelola bisnis, baik sebagai pemilik usaha dengan simbol B (Business Owner) dan sebagai penyandang dana sebuah usaha, dengan simbol I (Investor).

Kuadran E, Employee (Pekerja / Karyawan)

Cashflow Kuadran E

Kwadran pertama adalah kwadran dengan simbol “E” (Employee), yang berada di sisi kiri atas, yang merupakan tempat untuk kelompok pekerja atau karyawan.

Mereka yang berada dalam kwadran ini memiliki kesamaan pola pikir memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Prinsip mereka adalah “Berapa saya dibayar untuk pekerjaan tersebut?”.

Yang ada dalam pikiran kelompok ini adalah sebuah pekerjaan yang memberikan mereka kepastian bahwa setiap bulan mereka pasti menerima sejumlah uang sebagai kompensasi pekerjaan mereka.

Berikutnya adalah mereka yang berusaha untuk mendapatkan imbal balik yang tinggi disertai tunjangan yang bagus, sebagai kompensasi atas posisi mereka di sebuah instansi atau perusahaan.

Kelompok dalam kwadran “E” ini akan selalu mencari sesuatu yang aman dan terjamin plus berbagai tunjangan dari tempat dimana mereka bekerja.

Ketika seseorang merasa takut, kebutuhan akan rasa aman dan terjamin, sering kali merupakan frasa yang lumrah digunakan oleh mereka yang berasal dari kuadran “E” ini.

Seperti kita ketahui, ada banyak orang yang membenci rasa takut yang mengiringi ketidakpastian ekonomi, ketika berbicara mengenai pekerjaan dan keuangan mereka.

Oleh sebab itu, timbul hasrat akan rasa ‘aman’ dan ‘terjamin’, yang sangat mereka inginkan.

Kata “tunjangan’ juga menunjukkan bahwa mereka itu menginginkan semacam imbalan tambahan yang harus disampaikan dengan jelas dan pasti,

Kompensasi ekstra atau tambahan yang ‘harus’ sudah ditentukan dan dijamin, contohnya tunjangan asuransi, kesehatan atau pensiun.

Ketidakpastian dalam pekerjaan yang juga berarti ketidak pastian dalan urusan finansial adalah sesuatu yang mereka benci, dan membuat mereka tidak bahagia.

Kepastianlah dan jaminan lah yang bisa membuat mereka senang dan bahagia.

Mereka ingin rasa takut mereka berkurang dengan adanya beberapa derajat kepastian, jadi mereka mencari jaminan dan perjanjian yang kuat dalam hal pekerjaan.

Kadang mereka akan berbicara “Saya tidak terlalu tertarik dengan uang”, “saya lebih tertarik pada jaminan dan kepastian”.

Jadi gagasan akan kepastian dan rasa terjamin kerap kali lebih penting daripada uang.

Kuadran S, Self Employee (Pekerja Mandiri / Pemilik Usaha Kecil)

Cashflow Quadrant - S

Kwadran kedua adalah kwadran dengan simbol “S” (Self-Employee), yang berada di sisi kiribawah, yang merupakan tempat untuk kelompok pekerja mandiri atau pemilik usaha kecil.

Atau para pekerja / karyawan yang memiliki kemampuan untuk menentukan seberapa besar dan bagaimana proses pemenuhan financial mereka.

Mereka yang berada dalam kwadran inipun juga memiliki kesamaan pola pikir dalam pemenuhan kebutuhan finansialnya.

Prinsip mereka dalam kwadran ini adalah “ Tarif saya sekian rupiah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut”.

Mereka yang berada dalam kelompok ini juga memiliki keyakinan bahwa tidak banyak orang yang bisa atau yang bersedia dan mampu mengerjakan tugas tersebut dengan benar.

Orang-orang dalam kwadran ini adalah orang yang ingin menjadi bos atas diri mereka sendiri atau ingin melakukan apa yang mereka mau.

Artinya dalam hal keuangan, mereka tidak suka jika penghasilannya tergantung pada orang lain.

Dengan kata lain, jika mereka bekerja lebih keras, mereka berharap mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Kelompok dalam kwadran kedua ini tidak suka jika jumlah penghasilan mereka ditentukan oleh orang lain atau sekelompok orang yang mungkin tidak bekerja sekeras mereka.

Karena mereka yakin, jika bekerja keras, mereka mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, mereka juga paham bahwa jika tidak bekerja dengan lebih keras, mereka tidak akan mendapatkan bayaran yang tinggi.

Jadi, jika kwadran “E” sering bereaksi terhadap rasa takut tidak punya uang dengan mencari rasa aman,

Kwadran “S” akan bereaksi dengan cara berbeda, mereka bereaksi terhadap rasa takut tidak dengan mencari rasa aman, tapi dengan mengambil alih keadaan dan melakukannya sendiri.

Mereka yang berada dalam kwadran ini adalah para professional berpendidikan tinggi, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti dokter, pengacara dan konsultan.

Ada juga yang termasuk kelompok Self-employee ini mereka yang mengambil jalur pendidikan di luar atau di samping pendidikan formal.

Dalam kelompok ini terdapat juga para wiraniaga dengan penghasilan komisi langsung, para agen real estat, atau mereka yang bekerja dengan sistem bagi hasil (profit sharing).

Para pemilik usaha kecil seperti pemilik toko eceran, petugas pembersih, pemilik restoran, konsultan, terapis, agen perjalanan, montir, tukang kayu, tukang listrik, penata rambut dan seniman juga masuk dalam kelompok kwadran kedua ini.

Menurut pemikiran mereka, tidak ada orang yang bisa melakukannya secara lebih baik daripada mereka, jadi mereka benar-benar tak memercayai orang lain untuk melakukannya.

Bagi kelompok ini, uang bukanlah yang paling utama dalam pekerjaan mereka.

Kemandirian mereka, kebebasan melakukan berbagai hal dengan cara mereka dan dihargai sebagai ahli di bidang mereka, adalah sesuatu yang jauh lebih penting.

Cara terbaik jika menggunakan jasa para profesional mereka adalah dengan cukup mengatakan apa keinginan kita dan biarkan mereka melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

Kuadran B, Business Owner (Pemilik bisnis)

Cashflow Kuadran B

Kwadran ketiga adalah kwadran dengan simbol “B” (Business Owner), yang berada di sisi kanan atas, yang merupakan tempat untuk kelompok pemilik usaha atau pebisnis.

Mereka yang berada dalam kwadran ini memiliki pola pikir tertentu untuk memenuhi kebutuhan finansialnya.

Prinsip mereka adalah “ Bagaimana menemukan peluang, dan sekaligus menemukan orang yang tepat untuk mengerjakan peluang tersebut”.

Dengan kata lain, bagaimana mengelola sekian profesional dan sekian pekerja untuk bersama-sama mengerjakan sesuatu yang menghasilkan.

Itulah sebabnya mereka selalu  mencari partner untuk menjalankan bisnis dan usaha mereka.

Orang-orang ini bisa saja ahli dalam sebuah bidang, dan memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis tersebut,

Atau bisa juga mereka tidak memiliki keahlian dalam bidang tersebut, tetapi mereka mampu mengelola dan memberdayakan sekian orang untuk mengerjakannya.

Banyak para business owner ini dulunya berasal dari kelompok “S”, baik profesional, pekerja mandiri, ataupun pemilikk bisnis kecil yang kemudian membesar.

Jadi mereka yang berada dalam kwadran “B” ini sangat senang mendelegasikan pekerjaan ke orang lain yang dipandang cocok dan mampu untuk mengerjakan sebuah pekerjaan.

Dengan cara demikian, para busisness owner ini akan mampu meningkatkan skala usahannya dengan lebih cepat.

Hal ini bertolak belakang dengan mereka dari kwadran “S” yang secara umum tidak suka mendelegasikan pekerjaan (karena tidak ada yang bisa melakukan dengan lebih baik) kepada orang lain.

Ciri utama mereka dari kwadran “B” ini adalah :

  • Kemampuan untuk membuat sistem usaha,
  • Ketrampilan dalam menjalankan dan mengelola sebuah bisnis,
  • Kemampuan untuk mengelola dan mengeluarkan potensi terbaik seseorang,

Kuadran I, Investor

Cashflow Quadrant I

Ini adalah kwadran keempat, yang berada di sisi kanan bawah, dimana mereka mampu mengubah uang menjadi kekayaan.

Benar, mereka yang berada di kwadran “I” ini memiliki kemampuan untuk memerintah uang mereka agar bekerja untuk mereka.

Seorang investor akan menghasilkan uang dari uang, karena mereka tidak bekerja untuk menghasilkan uang, tetapi mereka bekerja bagaimana uang mereka bisa menghasilkan.

Pointnya, uang yang akan dan terus bekerja untuk mereka, melalui berbagai instrumen investasi yang mereka pilih.

Kuadran “I” – investor adalah arena bermain orang-orang kaya yang sangat paham cara menghasilkan uang.

Baca juga :

The Art of Creative thinking, DO IT

Gali Kreativitasmu dengan Mind Map

Ketajaman Insting Bisnis, Terbentuk atau Dibentuk?

Penutup

Itulah sedikit pembahasan kita mengenai konsep Cash Flow Quadrant, sebuah konsep cara berfikir dan bertindak untuk pemenuhan kebutuhan financial setiap orang.

Kita bisa berada dikwadran mana saja dari keempat kwadran tersebut, kita lah yang menentukan,

Dan hal ini tentu dimulai dari mind set atau cara berfikir kita mengenai mekanisme menghasilkan pendapatan tersebut seperti apa.

Bagi mereka yang berada di dunia pemasaran dan penjualan, apapun posisi mereka, pasti sudah terbiasa dengan dunia usaha atau dunia bisnis.

Mereka meski bekerja di perusahaan sebagai karyawan, tetapi mereka telah dilatih untuk terbiasa bekerja dengan target yang sangat ketat.

Pendapatan kita sebagai tenaga pemasar dan penjualan sangat ditentukan oleh keberhasilan kita dalam  mencapai target yang telah ditetapkan.

Jadi seharunya mudah bagi para marketer dan sales people untuk beralih ke kwadran “B” business owner, atau tetap dan memilih menjadi profesional dengan posisi puncak di perusahaan tersebut.

Jadi dimana posisi Anda saat ini, dan coba lihat diri Anda dua atau lima tahun dari sekarang, dimana Anda berada?

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga bermanfaat.

Salam sukses sehat dan bahagia

Picture :



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*