Mau Memasarkan Makanan Kecil ?, Coba 3 Tips Jitu Berikut Ini

TIPS PEMASARAN

Produk makanan memang memiliki pangsa pasar yang tak ada habisnya, apalagi jika jenis makanan tersebut adalah makanan kecil dan bersifat camilan (snack).

Snack ini secara umum memang menargetkan pasar anak-anak dalam rentang usia di bawah 12 tahun.

Tapi saat ini snack sudak banyak dikonsumsi oleh konsumen dari segmen usia mana saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Terlebih para pekerja kantoran, terutama wanitanya, sangat sering nyamil dan menjadi pelanggan snack ini.

Kita kembali ke judul diatas, yaitu memasarkan makanan kecil alias snack dengan target anak-anak.

Secara umum anak-anak tidak terlalu fanatik dengan merek.

Mereka tidak memperhatikan merek produk.

Bagi mereka merek hanya label, nama yang mereka gunakan untuk membedakan satu sama yang lainnya.

Maka dari itu jika memang mau membangun merek dengan kategori produk makanan kecil (snack).



Sebaiknya kita masuk dari sudut pandang anak-anak, yaitu apa yang anak-anak inginkan dari produk makanan tersebut.

Dan satu lagi…

Produk yang menyasar anak-anak akan memiliki tingkat brand switching yang cukup tinggi, lagi-lagi merek dikalahkan.

Kita jarang melihat seorang anak yang sedang mencari snack, dan ketika yang dicari tidak ada, kemudian anak tersebut berpindah toko lain untuk mencari snack yang diinginkannya, atau tidak jadi membeli.

Yang terjadi adalah …

Anak tersebut akan mencari snack penggantinya …

Bisa dari kategori yang sama (tetap beli snack dengan merek yang lain), bisa juga ganti ke kategori produk yang lain.

Bahkan tidak jarang malah lari ke kategori produk yang benar-benar jauh berbeda.

Awalnya cari makanan kecil (snack), ketika yang dicari tidak ketemu, keluar dari toko dah bawa mainan.

Nah…, melihat sifat pembelian dari anak-anak diatas, kita bisa untuk membuat strategi memasarkan makanan kecil  (strategi pemasaran snack (produk camilan)), yang bisa menentukan keberhasilan pemasaran dan penjualan merek sebuah produk.

Kali ini kita akan bahas mengenai pemasaran makanan kecil atau camilan (snack), dengan segmen anak-anak usia dibawah 12 tahun dan target market ke low income consumer.

Dari perilaku pembelian anak-anak tersebut diatas, ada tiga hal yang menjadi perhatian kita, yaitu :

  1. Merek kurang diperhatikan (oleh anak-anak).
  2. Brand switching dan product switching cukup tinggi.
  3. Dan seringkali lari ke mainan, pada saat yang dicari tidak ditemukan.

Kejadian poin ke 3, seringkali masih bisa dikendalikan (tetap membeli makanan kecil), ketika anak-anak didampingi orang tua saat proses pembelian.

Karena secara umum orang tua lebih suka anak-anaknya membeli makanan, dari pada mengumpulkan mainan.

Berikut beberapa strategi pemasarannya :

Strategi # 1 : Perkuat Distribusinya

Untuk beberapa jenis makanan, faktor distribusi memegang peranan yang sangat penting, bahkan bisa lebih dari lima puluh persen keberhasilan sebuah produk dalam meraih pangsa pasar ditentukan oleh distribusinya.

Dalam melakukan distribusi, bisa menggunakan distributor nasional atau lokal, tergantung dari seberapa siap dan seberapa besar budget yang akan dialokasikan untuk mengembangkan merek produk tersebut.

Jika budget cukup besar, dan perusahaan sudah siap, termasuk infrastruktur pendukungnya, seperti kapasitas produksi dan team yang akan memasarkannya juga sudah siap, maka sebaiknya memilih distributor yang bersifat nasional.

Di mana area pemasaran tidak harus nasional dulu, bisa di prioritaskan di pulau jawa dulu, itupun tidak harus ter-cover semua.

Sedangkan untuk luar pulau, bisa menggunakan sistem trading, tidak perlu ada team distribusi dulu untuk awal-awal distribusi.

Distributor nasional biasanya mensyaratkan adanya aktivitas pemasaran yang intensif di semua area yang akan di cover.

Dimana aktivitas pemasaran ini harus berjalan di level saluran distribusi dan di level konsumen untuk semua titik distribusi (titik penjualan).

Itulahlah sebabnya, dibutuhkan budget yang tidak kecil.

Dan jika budget terbatas, sebaiknya memilih distributor lokal dulu, dengan konsentrasi area di pulau jawa .

Dan luar pulau, juga bisa dikerjakan dengan sistem trading juga.

Point utama dari sistem distribusi makanan kecil (snack) dengan segmen pasar anak-anak usia dibawah 12 tahun, dengan target pasar low income ini adalah:

  • Pilih area distribusi di mana target market paling banyak berada.
  • Bagi distribusi dalam dua kelompok besar, yaitu :
    • Team distribusi yang menyasar retail, baik yang berada di perumahan / perkampungan ataupun retail yang berada di pasar.
    • Team distribusi yang menyasar retail kecil (spreading team), seperti warung, kaki lima, kios dsb.
  • Untuk distribusi ke grosir juga harus dipastikan, bahwa mereka meng-cover outlet-outlet yang berlokasi sesuai dengan target market yang dibidik.
  • Distribusi harus merata di outlet yang menjadi sasaran / target tersebut, yaitu titik-titik penjualan yang menjadi tujuan low income customer berbelanja.
    • Pilih outlets berada di jalan kelas dua atau kelas tiga, yang masuk ke kampung-kampung atau ke perumahan-perumahan menengah kecil.
    • Juga outlet-outlet yang berada di jalan utama, tetapi dibelakang atau didepannya dipastikan ada jalan masuk menuju perkampungan / perumahan.
    • Sedangkan outlet pengecer yang berada di pasar, pilih pasar type dua (kecamatan) dan akan lebih efektif untuk pasar type 3 (pasar desa / kelurahan).
  • Sedangkan type outletnya bisa dari minimarket, toko kelontong, kaki lima, warung, kios, dll.
  • Tingkat availability harus tinggi, merata di semua outlets yang menjadi sasaran, hal ini untuk memudahkan konsumen mencari produk tersebut.
  • Berikan drop size yang cukup, antisipasi stock out.
  • Selain itu harus didukung dengan visibility (display / pajangan) yang tinggi juga, sehingga bisa menangkap peluang konsumen yang sedang mencari merek yang lain, tapi tidak menemukan.
  • Selain itu karena availability dan visibility juga akan menciptakan impulse buying.

 

Strategi # 2 : Promosi yang Menjual

Lakukan aktivitas promosi yang berkorelasi langsung dengan penjualan.

Promosi dibagi dua macam, yaitu promosi di level user, artinya menyasar target market secara langsung, anak-anak selaku user.

Bentuk promosi yang efektif untuk anak-anak adalah mainan, jadi mainan ini bisa di insert-kan dalam packaging secara langsung.

Hadiah yang di insert-kan dengan produk harus dilakukan per periode atau bersifat series.

Maksudnya begini…

Misalkan untuk tiga bulan ini produk akan di beri mainan, mainan bisa dibuat berseri atau bersifat kolektif, semakin lengkap semakin baik.

Jika memungkinkan, buatlah mainan yang bersifat kreatif dan edukatif, atau yang memancing kreativitas anak-anak dan lengkapi dengan starting kit nya, yang bisa dijual terpisah.

Atau akan lebih cantik jika starting kit nya diberikan dengan cara penukaran bungkus atau bagian dari bungkus.

Teknis penukaran akan efektif jika dilakukan di outlet-outlet yang sudah di pilih (ditentukan tiap area berisisi beberapa outlet utk penukaran starting kit nya).

Misal, untuk hadiah mobil mainan, starting kit nya bisa berupa jalan, pelontar mobil, dll.

Untuk hadiah mainan binatang, starting kit nya bisa berupa hutan, kebun binatang, dll.

Untuk hadiah mainan yang bisa dirakit, starting kit nya bisa berupa contoh-contoh dan dilengkapi dengan bagian dasar dari mainan tersebut.

Strategi # 3 : Aktif Dalam Berbagai Event

Dengan aktif di berbagai event, kita bisa melakukan campaign untuk mengenalkan merek produk kita.

Lho, katanya pasar anak-anak itu secara umum tidak terpengaruh merek ?

Selama produk tersebut memiliki taste yang rata-rata (taste seringkali akan subyektif, kadang terpengaruh trend juga), maka pengaruh merek sangat kecil, merek benar-benar hanya nama / label  saja.

Apalagi untuk produk yang menyasar anak-anak (usia < 12 tahun), mereka kurang memperhatikan merek.

Selain memang karena mereka suka (taste), mereka hanya memperhatikan hadiah yang bisa mereka dapatkan dengan membeli makanan tersebut.

Seperti yang saya sampaikan di atas, merek ini bagi anak-anak hanya label untuk menyebut nama produk, tetapi tetap saja dibutuhkan, sebagai pembeda dengan yang lainnya.

Aktif dalam berbagai event akan membantu mengenalkan merek produk kita, dan sekaligus sebagai ajang untuk melakukan campaign sehingga merek produk kita akan dekat dengan mereka.

Bersamaan dengan event, kita bisa membuka stand penjualan yang bisa di desain sedemikian rupa untuk menarik minat anak-anak untuk mendekat, misal dengan membuat sales booth yang berbentuk unik dengan mengikuti karakter tertentu (misal superhero, putri salju dsb.)

Kemudian akan lebih bagus jika team penjualnya juga mengenakan kostum yang sama dengan tema yang diusung tadi.

Jika perusahaan sudah memiliki karaketer tertentu sebagai ikon, maka sebaiknya karakter dalam ikon tersebut yang di mainkan dalam kostum.

Produk yang dijual sebaiknya di kemas sedemikian rupa dalam bentuk paket-paket, buatlah minimal tiga macam paket, dimana tiap paketnya ada gimmick yang disukai anak-anak dan bermanfaat, seperti tempat bekal, tempat minum, tempat alat tulis, atau mainan kreatif dll.

Selain itu , akan semakin baik jika ada team yang melakukan penjualan langsung ke anak-anak, dengan sasaran tempat-tempat keramaian anak-anak ini, seperti :

Sekolah, ya sekolah sangat efektif untuk mengenalkan produk ini, saat istirahat anak-anak ini sangat suka jajan, jadi selain di halaman sekolah, usahakan produk bisa masuk kantin sekolah.

Di tempat-tempat rekreasi, tempat ini juga efektif untuk mengenalkan produk.

Tapi harus diingat, carilah tempat wisata yang memiliki pengunjung dari lokal atau dari lokasi terdekat saja, karena jika pengunjungnya dari tempat yang jauh, dan distribusi produk masih belum merata, maka aktivitas pengenalan ini akan sia-sia.

Kecuali distribusi produk sudah nasional, dimana hampir semua daerah telah tersedia, maka aktivitas pengenalan produk bisa dilakukan dimana saja, asal ada keramaian.

Demikian sedikit pembahasan mengenai “3 tips jitu untuk memasarkan makanan kecil”.

Terima kasih sudah mengunjungi blog Distribusi Pemasaran ini, semoga ada manfaatnya.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

 

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*