8 Tip yang Terbukti Meningkatkan Penjualan Ritel

retailer
retailer

RETAILER – SALES STRATEGY

Ritel atau pengecer, merupakan salah satu ujung tombak kekuatan perusahaan distribusi (distributor) maupun produsen (Principal) untuk mengembangkan merek dan produk.

Retailer yang sukses, akan membawa kesuksesan ke grosir, agen dan distributor, sehingga otomatis akan berdampak pada kesuksesan produsen atau principal juga.

Itulah sebabnya, principal yang memiliki konsep selling through, akan fokus ke konsumen dan pengecer ini, baik pengecer besar, menengah maupun pengecer kecil, baik yang di pasar maupun yang berada disekitar publik (R1, R2, dan R3).

Banyak program trade promo dan consumer promo yang diluncurkan oleh principal, dengan tujuan agar merek produk mereka yang berada di saluran distribusi bisa bergerak dan cair, terutama di type outlet ritel.

Ada banyak cara bagi rite untuk mengembangkan bisnisnya, untuk meningkatkan omset penjualannya, diantaranya adalah dengan mengkombinasikan program-program selling promotion dan own strategy.

Berikut beberapa tip atau strategi yang bisa diterapkan pengecer / ritel untuk meningkatkan omset penjualannya.

Artikel ini akan membahas beberapa tip yang dapat meningkatkan omset penjualan saluran distribusi ritel atau pengecer, yaitu :

  • In-Store Visual yang Attractive
  • Dynamic Display
  • Varian Product (assortment)
  • Karyawan dengan Pelayanan Prima
  • Jangan Biarkan Pelanggan Menunggu (Reduce wait times)
  • Pertimbangkan order via phone (mobile ordering)
  • Pertimbangkan online system
  • Loyalty Program

 

# 1 : In-Store Visual yang Attractive

Memiliki visualisasi yang menarik dari sebuah toko (ritel) sangatlah penting, karena akan membuat banyak konsumen tertarik untuk mampir ke toko kita.



Secara umum, konsumen tidak akan membeli produk ditempat yang kurang menarik, kita tahu bahwa konsumen membeli sebuah produk karena dua alasan, yang pertama memang konsumen tersebut sedang membutuhkan produk tersebut.

Dan yang kedua, karena tertarik terhadap produk, dimana sebelumnya konsumen tidak merencanakan untuk membeli produk tersebut, impulse buying istilahnya.

Selain itu tempat, penataan dan suasana yang menarik, terutama secara visual, akan membuat konsumen betah untuk berlama-lama dalam toko ritel kita.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membuat toko atau gerai kita lebih menarik.

Titik fokus

Dengan menciptakan titik fokus akan membuat konsumen dan pelanggan kita akan memiliki fokus tertentu atau tahu detail mana yang harus dituju, jika tidak maka konsumen akan cenderung kesulitan untuk memilih atau tidak memiliki pilihan, karena semua dianggap menarik.

Setiap orang memiliki yang namanya paradox of choice, jadi kita harus mengarahkan konsumen ke satu titik yang memiliki detail lebih menarik dari yang lain.

Display Multidimensial

Kita bisa membuat tampilan dengan beraneka warna, mengatur variasi ketinggian, lebih menonjol, variasi warna yang lebih mencolok, dan beberapa elemen visual lainnya.

Tampilan yang multidimensial ini akan mampu menarik mata konsumen untuk melihat lebih dekat dan lebih dalam (eyes catching).

Bersih, Rapi dan Tertata

Jelas sekali, faktor kebersihan harus kita perhatikan, produk yang bagus, yang telah di-display sedemikian cantik, akan mengurangi minta konsumen manakala tidak dijaga kebersihannya, debu yang menempel, menunjukan produk yang tidak terawat.

Produk yang tertata dengan rapi akan memberikan kemudahan kepada konsumen untuk mencari dan menemukan produk tertentu.

Leveling dan Product Priority

Artinya kita harus mengatur produk sedemikian rupa sehingga produk tertentu yang memiliki prioritas tinggi harus berada didepan atau ditengah.

Lakukan leveling sehingga produk yang diprioritaskan atau diunggulkan akan tampak menonjol, terlihat dari berbagai sudut toko, namun letakan ditengah agak depan.

 

# 2 : Dynamic Display

Setelah kita membuat lay-out yang secara visual menarik, termasuk didalamnya bagaimana membuat display yang mampu menyampaikan pesan tertentu atau tematik.

Langkah berikutnya adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan visual display dan lay-out yang menarik ini, kita tidak mungkin mempertahankan satu model untuk selamanya, karena pelanggan akan segera bosan.

Jadi secara periodik display produk harus berubah, entah susunannya ataukah tata letaknya atau mungkin temanya.

Cara terbaik untuk membuat dynamic display adalah dengan membuat tema yang sesuai dengan session pada saat itu, misal hari kemerdekaan dengan nuansa merah putih, dan menggunakan motto atau jargon-jargon kemerdekaan untuk membuat selling promo-nya.

Saat hari anak, kita bisa membuat tema anak-anak yang hebat, anak-anak yang generai milenea dan tentu saja akan ada banyak produk keluarga dan anak yang mendapatkan perhatian khusus.

Kita tidak harus kesulitan dengan produk yang tidak berhubungan dengan anak-anak, misal peralatan rumah tangga, karena kita tetap bisa mengaturnya sedemikian rupa sehingga bisa berkorelasi dengan tema anak-anak.

Misal menghubungkan produk tersebut dengan keluarga yang hangat, keluarga ceria, keluarga yang peduli terhadap tumbuh kembang anak dengan berbagai peralatan keluarga tersebut.

 

# 3 : Varian Product (assortment)

Gerai yang menarik dengan visualisasi yang dinamik akan membuat pengunjung datang untuk melihat-lihat dan mencari beberapa produk yang merekan butuhkan dan mereka inginkan.

Konsumen akan kecewa jika apa yang mereka cari tidak mereka temukan di gerai kita, konsumen akan beranggapan toko kita tidak lengkap, atau hanya menjual barang yang lama saja.

Jadi penting untuk menyediakan produk dengan semua varian, semakin lengkap tentunya akan semakin baik, hanya saja semakin lengkap akan semakin sulit pengaturannya, selain membutuhkan biaya yang lebih besar.

Jadi menyediakan produk yang lengkap, tidak asal semua barang harus ada, tapi disesuaikan dengan kebutuhan dari segmen pasar yang kita layani.

Jadi konsepnya adalah, stok seminimal mungkin, tapi tidak boleh terjadi barang kosong atau kehabisan persediaan barang.

Berikut cara sederhana untuk menjaga inventory agar tetap tersedia dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan permintaan pasar (pelanggan).

Cek dan Analisa Data Inventory

Sebuah retailer tentu memiliki varian produk yang banyak, dengan jumlah barang yang tidak sedikit per itemnya, jadi sangat penting untuk memiliki data perputaran persediaan kita.

Data-data yang harus di tracking dengan benar adalah mutasi persediaan (barang masuk, barang keluar / terjual / barang rusak, dan sisa barang), semuanya harus per kategory dan per item barang.

Berikutnya adalah data penjualan, untuk retailer harus dibuat dua patokan, yang pertama by day (by week), yaitu kecepatan barang bergerak, terjual dalam satuan hari atau minggu.

Yang kedua adalah kecepatan barang bergerak yang dibandingkan dengan masa kredit yang diberikan oleh suplier, disini satuannya harus dikonversikan dalam persen, agar bisa dibandingkan.

Misal, produk A, diberi TOP oleh supplier 28 hari, dan barang sudah masuk ke reorder pada hari ke 25 dibandingkan dengan produk B, yang diberi TOP satu minggu (7hari) dan baru masuk ke reorder pada hari ke 14.

Sekilas tampak bahwa produk B memiliki kecepatan perputaran yang lebih baik dibanding produk A, yaitu 14 hari versus 25 hari, tetapi kalau dianalisa dari TOP yang diberikan, maka produk A bisa jadi lebih menguntungkan.

Tapi jika sudah berbicara mengenai space, maka produk yang memiliki perputaran yang tinggi yang paling baik.

Data penjualan berikutnya yang wajib untuk dianalisa adalah over stock dan out of stock (stock out), karena keduanya menimbulkan kerugian, yang pertama menyebabkan persediaan berlebih yang artinya ada biaya tambahan disana, dan yang kedua kehilangan penjualan, yang bisa memiliki efek domino.

Forecasting

Setelah kita memiliki data perputaran inventory yang kemudian digabung dengan data penjualan, tentunya kita telah memiliki gambaran akan market profile yang kita layani.

Produk apa yang paling diminati, pada saat apa produk tertentu naik, dan pada saat bagaimana produk tertentu turun atau landai.

Dengan memiliki data ini, kita bisa susun sedemikian rupa, berurutan (series) sehingga kita bisa membuat peramalan atau forecasting penjualan periode berikutnya.

Dengan memiliki data forecasting ini, maka pembelian kita bisa kita sesuaikan dengan prediksi penjualan yang kita buat berdasar data penjualan sebelummnya tersebut, sehingga kekurangan dan kelebihan stok bisa kita minimalisir.

Over-Stock dan Stock-out

Dalam menjaga inventory yang mendukung penjualan, keduanya sebisa mungkin dihindari, keduanya sangat merugikan toko.

Over stock menyebabkan beban biaya bertambah, baik dari space yang termakan, modal yang tidak berputar, biaya bunga, sampai harus menambah modal karena barang sudah jatuh tempo.

Sedangkan stock-out juga harus dihindari, selain akan menimbulkan image barang tidak lengkap oleh pelanggan dan kehilangan penjualan pada saat itu, stok kosong akan menyebabkan pelanggan beralih ke toko lain, tentu hal ini sangat tidak kita inginkan.

 

# 4 : Karyawan dengan Pelayanan Prima

Karyawan toko atau sales counter memiliki peranan sangat penting dalam meningkatkan omset penjualan ritel.

Kenyamanan sebuah gerai, selain aspek fisik, juga ditentukan oleh aspek non fisik, yaitu bagaimana toko atau gerai tersebut memberikan pelayanan, dimana hal ini mayoritas ditentukan oleh manusianya, yaitu para karyawan toko tersebut.

Jadi sangat penting untuk memiliki karyawan toko yang memahami bagaimana harus bersikap dalam melayani para pembeli.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan, sehubungan dengan bagaimana karyawan toko dalam memberikan pelayanan pelanggan.

Rekrut Karyawan yang Benar

Artinya karyawan yang memang mau bekerja dan memiliki attitude yang baik serta bersedia untuk belajar agar lebih baik lagi.

Berikutnya yang lebih penting selain kejujuran, dan giat dalam bekerja, karyawan tersebut harus cherfull looking, enak dipandang dengan senyum dari dalam, bukan senyum yang dipaksakan.

Pelatihan dan Pembinaan

Karyawan harus diberi pelatihan, minimal seputar produk yang dijual, bagaimana produk dikelompokan, dan bagaimana memperlakukan setiap kelompok produk tersebut, contoh mana yang boleh dicoba, mana yang tidak boleh.

Selain itu karyawan secara bertahap harus belajar mengenai bagaimana menggunakan produk tersebut dengan benar, bagaimana memperagakannya, karena pembeli sering bertanya hal-hal yang demikian.

Karyawan juga harus melalui serangkaian pembinaan, terutama mengenai betapa pentingnya untuk memberikan pelayanan prima ke pelanggan, bagaiaman melakukannya, dan pada situasi tertetu harus bersikap bagaimana, hal ini biasanya berhubungan dengan komplain dari pelanggan.

Target Konversi

Karyawan harus diberi target, diantaranya adalah target penjualan, dan berikan pelatihan bagaimana menciptakan atau mengkonversi pengunjung menjadi pembeli, mengkonversi bagaimana konsumen menjadi pelanggan.

Kita sering melihat, banyak konsumen yang ketikan masuk ke toko / gerai mencari si anu, mbak anu, mas anu dan seterusnya, hal ini menunjukkan bahwa pelanggan tersebut nyaman dilayani oleh karyawan yang bersangkutan.

Konversi ini sangat penting, lay-out dan visual yang menarik hanya tahap pertama untuk menarik konsumen masuk kedalam gerai / toko, selanjutnya karyawan toko hanya punya waktu beberapa detik untuk membuat pengunjung tertarik ke counter-counter atau ke display tertentu, serta menggiring mereka untuk menciptakan penjualan.

Tugas berikutnya dari karyawan toko adalah memberikan pengalaman yang berkesan, yang diingat sebagai bentuk pelayanan yang dicari oleh konsumen, sehingga kemungkinan konsumen tersebut menjadi pelanggan menjadi tinggi.

 

# 5 : Jangan Biarkan Pelanggan Menunggu (Reduce wait times)

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, apalagi jika kita dalam keadaan terburu-buru, demikian juga dengan konsumen kita.

Menunggu ini sering terjadi di antrian kasir, atau saat konsumen meminta produk dengan spesifikasi yang berbeda dengan contoh yang di-display.

Untuk melayani permintaan konsumen atas barang, maka tidak ada cara lain kecuali pengaturan inventory yang baik, salah satunya dengan menyediakan stok di toko dalam jumlah tertentu, begitu stok turun harus segera diambilkan dari gudang.

Sedangkan antrian di kasir, bisa dibantu dengan menggunakan mesin yang bisa membaca kode barang, seperti bar code reader, sehingga proses transaksi di kasir akan bisa lebih cepat.

Selain itu, sediakan kasir cadangan, kita tentu tahu, jam berapa saja toko akan sangat ramai, dan jam berapa saja toko akan sepi pengunjung, jadi kita bisa membiat ship atau mengatur karyawan kita.

 

# 6 : Layanan Pesan Antar (Delivery Order)

Saat ini semua orang membutuhakan kepraktisan, semua orang menginginkan hal yang serba instan, dan mengutakan kemudahan serta kecepatan.

Dengan hadirnya handphone dan smartphone, maka jarak menjadi dekat, semua menjadi serba cepat, maka tidak ada salahnya jika kita juga memanfaatkan teknologi ini, yaitu dengan menerima order via phone.

Kita bisa masuk dengan menggunakan sms, whatsapps, line atau yang lainnya untuk menerima pesanan, dan kemudian mengirimkan pesanan tersebut.

Kita bahkan bisa memberikan informasi seputar promosi yang ada di toko kita ke para pelanggan kita, termasuk sedikit review tentang sebuah produk yang disesuaikan dengan target konsumen kita.

Pada tahap lanjut, data pelanggan ini bisa diolah sebagai database pelanggan yang memungkinkan kita memberikan pelayanan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

 

# 7 : Online System

Pada masa dimana internet sudah menjadi kebutuhan sehari hari, kita juga bisa mengembangkan toko kita ke dunia maya ini, kita bisa membuat toko kita online.

Kita bisa membuat toko dengan produk sama persis dengan yang kita miliki, atau menambahkan dengan produk yang lain yang hanya dijual secara online saja.

Dengan online system ini, maka kita akan memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah jangkauan yang lebih luas, konsumen dalam jumlah yang lebih besar.

Kita hanya perlu menyiapkan bagaimana pembayaran dan pengiriman barangnya, bagaimana jika barang rusak, atau ternyata konsumen kurang berkenan.

 

# 8 : Loyalty Program

Terakhir adalah kita harus mulai menyiapkan program yang bisa menghargai pelanggan kita lebih baik, menghargai akan loyalitas pelanggan, menghargai akan kesetiaan pelanggan selama ini.

Loyalty program ini akan membuat para pelanggan kita lebih loyal, dan seringkali akan memberikan referensi kepada relasi, teman dan saudara mereka akan keberadaan toko kita, mirip duta atau ambasador gitu.

Banyak sekali bentuk dari loyalty program ini, mulai dari target atas point tertentu yang bisa ditukar dengan berbagai merchandising yang menarik, memberikan voucher discount product, atau hadiah kejutan pada hari spesial pelanggan, atau hari spesial toko kita.

 

Demikian tadi beberapa tip untuk meningkatkan omset penjualan pengecer atau retailer yang bisa kita aplikasikan dengan mudah.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom ini, semoga mendapatkan manfaat.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

 

 

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*