8 Langkah Menyusun Strategi Komunikasi Pemasaran yang Powerful

marketing-communication
marketing-communication

MARKETING COMMUNICATION

Komunikasi pemasaran, merupakan aktivitas yang hampir semua perusahaan melakukannya, entah dalam bentuk yang kompleks, menyeluruh dan terintegrasi (integrated marketing communication), atau hanya komunikasi yang bersifat partial.

Beberapa perusahaan sudah melakukan manajemen komunikasi pemasaran yang sangat baik, dengan menyusun perencanaan yang matang, dan menyeluruh, baik secara global maupun detail, baik untuk  long term maupun short term target mereka.

Biasanya perusahaan yang sudah menerapkan manajemen strategi komunikasi pemasaran ini perusahaan adalah besar, dengan brand-brand ternama.

Tetapi masih banyak perusahaan menengah kebawah yang memiliki sekian produk (merek produk) yang belum melakukan komunikasi pemasaran dengan baik, mereka kadang melakukannya, namun hanya bersifat partial, dan seringkali tanpa perencanaan yang baik.

Memiliki strategy komunikasi pemasaran, berbeda dengan melakukan aktivitas komunikasi pemasaran tanpa strategi, dan hal semacam ini sering terjadi, terutama di perusahaan kelas menegah atau perusahaan kecil.

Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk menyusun strategi komunikasi pemasaran (terpadu), berikut kita akan bahas bareng, bagaimana tahapan untuk menyusun strategi komunikasi pemasaran ini, yaitu :

  • Tentukan goal yang hendak dicapai
  • Tentukan target audience nya
  • Lakukan analisa consumer insight
  • Lakukan analisa kompetitor
  • Definisikan keunggulan kompetitif kita
  • Temukan ide yang kreatif
  • Budget yang dibutuhkan
  • Komunikasikan

 

Langkah #1 : Tentukan Goal yang Hendak Dicapai

Langkah pertama dalam melakukan komunikasi pemasaran atau kampanye pemasaran adalah menentukan goal dan menetapkan batasan-batasannya, hal agar tidak membias dan fokus.

Goal harus ditetapkan dengan jelas, jika memungkinkan pecah menjadi beberapa tahapan lagi, sebelum ke main goal, atau mungkin goal adalah rangkaian aktivitas yang harus dikerjakan secara simultan.



Misal, goalnya adalah kesadaran merek, untuk produk baru di area yang juga baru, di mana produk tersebut masih sedikit asing bagi target konsumen.

Goal bisa dipecah menjadi beberapa bagian, untuk mencapai main goal tersebut.

Tahap pertama melakukan edukasi dengan mengenalkan nama produk, cara baca / penyebutan (terutama jika dari bahasa asing), dan fungsi dasarnya.

Tahap ke dua, nama dan cara baca bisa mulai dikurangi intensitasnya, lakukan komunikasi untuk fungsi dasar plus keunggulan kompetitif atau perbedaannya.

Tahap ke tiga, lebih fokus ke perbedaan dan keunggulan dibanding kompetitor, dimana produk tersebut bisa dibeli, harga dan mulai menyinggung sisi emosi konsumen yang menjadi target market kita.

Ada banyak goal yang harus di-setting dengan jelas, seperti membangun kesadaran konsumen, membangun loyalitas konsumen, melakukan aktivasi merek, melakukan reminding, dan sebagainya.

Dan semua goal tersebut harus dipecah-pecah lagi menjadi lebih spesifik, agar messages komunikasi bisa sampai ke target audience dengan jelas.

 

Langkah #2 : Tentukan Target Audience

Tahap berikutnya adalah menentukan audience yang menjadi target aktivitas komunikasi pemasaran / kampanye.

Tentukan target audience ini dengan jelas, mana saja yang menjadi prioritas pertama, dan mana yang berikutnya (primary dan secondary audience).

Dalam menentukan target ini tidak boleh terlalu besar, jika target kita memang cukup besar, sebaiknya dipotong-potong menjadi beberapa bagian agar lebih fokus.

Selain itu, jika terlalu besar, resources akan menyebar dengan tipis, kurang kuat pengaruhnya.

Namun target audience ini juga jangan terlalu kecil, agar tidak ada budget yang terbuang sia-sia, sesuaikan dengan bentuk aktivitas dan daya jangkauannya, serta akan membatasi potensi ukuran pasar.

Sebuah target market / target audience yang tepat haruslah accessible (bisa diakses), receptive (reseptif) dan profitable (menguntungkan).

Target audience tersebut bisa didapatkan dari data dengan melakukan serangkaian riset dan data berdasarkan pengalaman / historical yang kita miliki, hal ini untuk mengurangi distorsi, dan meningkatkan ketepatan sasaran.

 

Langkah #3 : Lakukan Analisa Consumer Insight

Analisa terhadap consumer insight atau harapan konsumen terhadap produk kita mutlak harus dilakukan, karena hal ini merupakan kunci utama untuk menyusun strategi komunikasi pemasaran.

Dengan memahami apa yang menjadi harapan konsumen, bagaimana pandangan konsumen terhadap produk atau jasa kita, maka kita titik utama untuk melakukan komunikasi.

Sebuah produk atau layanan pada hakekatnya adalah sebuah solusi atas permasalahan yang dihadapi konsumen, yang tercermin dalam insight mereka, baik secara umum untuk kategori atau secara khusus ke merek produk / jasa kita.

Kebutuhan konsumen terhadap obat / alat bantu pelangsing badan adalah mendapatkan bentuk tubuh yang ideal atau langsing.

Keinginan konsumen adalah mendapatkan bentuk yang diinginkan tersebut dalam waktu yang relatif singkat, mudah caranya, tidak berbahaya / aman dan dengan harga yang terjangkau.

Insight atau harapan terdalam konsumen terhadap obat / alat pelangsing tersebut adalah agar konsumen tersebut merasa percaya diri.

Lihat, dari contoh di atas, tampak bahwa apa yang dibutuhkan, diinginkan, dan yang diharapkan konsumen bertingkat dan berbeda.

Dari sini kita baru bisa menyusun dasar komunikasi kita, dimulai dari memberi apa yang dibutuhkan dan memenuhi yang diinginkan (logic) serta membuat konsumen bisa mendapatkan harapan terdalamnya (emotional).

Baca juga : Customer Preference, Cara memahami Pelanggan

Langkah #4 : Lakukan Analisa Kompetitor

Langkah berikutnya adalah melakukan analisa terhadap kompetitor produk / layanan kita, baik yang secara langsung maupun tidak langsung.

Ada kompetitor yang merupakan pesaing langsung, seperti jika bisnis kita di air minum dalam kemasan (AMDK), maka hampir semua merek AMDK yang bermain dalam satu segment market adalah kompetitor langsung.

Sedangkan merek AMDK dengan segment pasar yang berbeda merupakan ancaman yang terdekat.

Sedangkan merek minuman ready to drink (RTD) lainnya seperti teh, yang bermain dalam satu segment juga merupakan kompetitor terdekat kita.

Lakukan analisa kompetitor untuk mengetahui, seberapa besar ancaman mereka, kompetitor mana yang punya potensi paling besar ancamannya, serta bagaimana mereka bisa melakukan ancaman tersebut.

Artinya kita harus mengetahui, aktivitas komunikasi pemasaran apa saja yang mereka lakukan, bagaimana dampaknya terhadap konsumen mereka, bagaimana dampaknya terhadap konsumen kita, dan bagaimana pandangan konsumen atas aktivitas mereka.

Ada banyak metode analisa yang bisa kita lakukan untuk, baik untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kita, serta peluang dan ancaman yang mungkin terjadi, salah satunya adalah SWOT analysis.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui posisi produk / layanan kita di pasar, dengan mendapatkan gambaran tersebut, arah strategi komunikasi bisa lebih tertarget.

Dan yang paling utama, kita harus tahu, merek produk / layanan kita sedang berada di tangga ke berapa dan sedang menuju ke tangga ke berapa dengan cara bagaimana dalam brand building.

 

Langkah #5 : Definisikan Keunggulan Kompetitif / Diferensiasi Produk Kita

Berikutnya kita harus mendefinisikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) dari produk atau layanan bisnis kita.

Saat bisnis dijalankan atau saat produk diluncurkan ke pasar, pasti kita telah mengetahui, mengapa produk tersebut diluncurkan, atau apa yang membuat produk tersebut unggul dipasar, dan segmen pasar mana akan mampu berkompetisi dengan baik.

Keunggulan bersaing tersebut harus dikomunikasikan dalam message yang tepat, dalam rangkaian kata yang tepat, melalui serangkaian aktivitas pemasaran, sehingga target audience bisa menangkap pesan tersebut sesuai target / goal kita.

Keunggulan kompetitif adalah salah satu alat yang powerful untuk menciptakan perbedaan, untuk membuat produk / layanan kita terlihat berbeda, dan untuk mendapatkan perhatian konsumen serta menjadikan alasan bagi konsumen untuk membeli.

Definisi harus disusun sedemikian rupa dalam beberapa kata yang sangat singkat, mudah diingat namun memiliki deskripsi semua keunggulan kompetitif tersebut.

Baca juga : 5 Cara Mengembangkan Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage)

 

Langkah #6 : Temukan Ide yang Kreatif

Setelah competitive advantage sudah kita definisikan, kita susun dalam message yang hendak kita komunikasikan ke target audience, langkah berikutnya menemukan ide yang kreatif bagaimana message tersebut harus dikomunikasikan.

Artinya kita harus menemukan media yang paling pas dengan target audience, menemukan momentum yang pas atau tepatnya menciptakan momentum agar pas.

Dan membuat kreatif agar pesan ter-deliver  ke target audience dengan baik dan diterima seperti yang kita harapkan serta dipersepsi seperti yang  kita inginkan.

Aktivitas komunikasi ini akan membentuk positioning di konsumen / audience, atau juga untuk memberikan gambaran / image dan perception tertentu ke audience, kemudian image, persepsi dan asosiasi yang tertanam tersebut kita harapkan menancap dengan kuat dan menjadi alasan untuk take action.

Itulah sebabnya, komunikasi kreatif harus menciptakan sebuah aktivitas yang membuat konsumen / audience mengingat dengan kuat (memorable).

Ada banyak bentuk komunikasi, baik yang satu arah, dua arah atau yang melibatkan konsumen secara keseluruhan / total experience.

Ada yang bersifat pasif (baliho, running text, brochure, dll.) ada yang aktif (kuiz, event, interactive ad, dll.) serta ada benar-benar melibatkan konsumen secara langsung dan tidak langsung.

Media yang digunakan juga ada banyak, mulai dari ATL, BTL dan TTL, atau on-line activity dan off-line activity.

Yang paling utama adalah media yang digunakan adalah media yang diakses atau bisa menjangkau target audience kita.

Baca juga :

 

Langkah #7 : Budget yang Dibutuhkan

Sebuah strategi komunikasi pemasaran bisa berdasarkan budget, baru kemudian melakukan berbagai analisa untuk mendapatkan target.

Atau bisa juga dengan menentukan target yang hendak dicapai, baru kemudian melakukan perhitungan berapa budget yang dibutuhkan.

Atau menggunakan prosentase dari penjualan periode sebelumnya, atau estimasi penjualan periode berikutnya.

Yang harus diperhatikan disini, ketika budget ditetapkan, tentu ada target yang harus dicapai dalam financial juga, atau berapa revenue yang dihasilkan sebagai dampak dari aktivitas komunikasi tersebut.

Analisa ini juga harus dikerjakan, sebagai patokan atau alat monitoring terhadap penggunaan budget komunikasi (ad-pro), serta progress dari setiap aktivitas yang telah dan sedang dikerjakan.

 

Langkah #8 : Komunikasikan

Tahap terakhir dari penyusunan rencana strategi komunikasi pemasaran adalah melakukan aktivitas komunikasi itu sendiri, atau menjalankan planning yang telah kita susun tersebut.

Tentu saja dalam melakukan komunikasi pemasaran, harus dilakukan monitoring secara terus menerus dampak dari aktivitas ini, sehingga bisa jadi ada aktivitas yang harus dirubah materinya, karena kurang hasilnya.

Atau ada yang harus diulang, karena mampu memberikan hasil yang maksimal, sesuai target atau goal yang telang di setting di awal.

Dan yang terakhir adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kemudian melakukan perbandingan dengan sekian aktivitas (series) yang lain untuk menemukan plus minusnya serta melakukan improvement ke depannya.

 

Demikian tadi, kita telah membahas mengenai bagaimana menyusun strategi komunikasi pemasaran secara sederhana.

Di artikel yang lain, akan kita coba untuk memberikan contoh  aktivitas komunikasi pemasaran secara sederhana.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran dotcom, semoga mendapatkan manfaat.

 

Salam Sukses Sehat dan Bahagia.

>>>Anda dapat menelusuri artikel menarik lainnya melalui SITEMAP LINK ini
About Agus Octa 184 Articles
Agus Octa S, Praktisi dan Konsultan di bidang Distribusi dan Pemasaran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*